
Aku memberanikan diri untuk memegang diriku itu. Ternyata yang kulihat sekarang adalah aku sendiri yang terpantul dari kaca. Setelah menenangkan diri, aku bertanya-tanya dimanakah aku berada.
Kaca di depanku tidak lagi memantulkan tubuhku. Tidak memerlukan waktu yang lama, aku melihat Alice, ibunya, dan beberapa pelayan dari dalam kaca. Tentu saja Alice yang kumaksud bukanlah aku. Kerennya, kaca juga ini dapat mengeluarkan suara.
Mama Alice : "Sarapan yuk Lis."
Alice : "Iya ma.."
Alice dan mamanya langsung meninggalkan kamar. Tiba-tiba Alisya mendengar suara dari arah belakang.
Alice : "Sarapannya enak ma.."
Mama Alice : "Yaiyalah, hari ini kan hari spesiall.."
Alice : "Mama, kemaren-kemaren aku aneh ngga?"
Mama Alice : "iya tuh, kamu aneh banget.."
Alice : "Jadi, itu cuma prank ma.."
Mama Alice : "Ohh baguslah."
Setelah itu, Alice dan mamanya melanjutkan basa-basi nya di meja makan sambil sarapan.
Alice : "Mama, Alice berangkat ke sekolah dulu ya.."
Mama Alice : "Mau mama antar Lis?"
Alice : "Gausa gapapa, mama kan sibuk."
Alice meninggalkan rumah dan memutuskan untuk pergi ke sekolah sendiri. Alisya pun lagi-lagi berpindah ke kaca sebelahnya. Alisya berusaha mengikuti dan menyamakan langkahnya dengan Alice yang sedang pergi ke sekolah. Didepan gerbang sekolah, Alice melihat Carl.
Alice : "Astaga, ada Carl disana. Aduh gimana niih.."
Alisya melihat Alice sedang sibuk merapikan rambutnya. Tiba-tiba Carl memanggil Alice.
Carl : "Woi Alice!"
Alice : "Eh, iya apa?"
Carl : "Lu gak masuk kelas?"
Alice : "Kan aku nungguin kamu"
Carl : "Oh lu udah sembuh kayakanya."
Alice : "hah?"
Carl : "Gajadi, yuk masuk."
Setelah mereka berdua masuk ke dalam kelas, Alice melangkahkan kakinya menuju tempat duduk lamanya.
Alice : "ARETHA, LU NGAPAIN DUDUK DI TEMPAT W?"
Aretha : "Lu lupa ingatan?"
Murid-murid lain-nya menertawai Alice
Murid (1) : "hahahaha liat tuh, malu banget si pasti.."
Murid (2) : "Iye hahaha.."
Carl berjalan kearah Alice sambil berkata
Alice : "Eh? Masa..?"
Carl : "Hm. Lu duduk di sebelah gw."
Alice : "E-eh.. Ok.."
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka, menandakan seseorang baru saja memasuki ruangan kelas.
Bu Guru : "Pagi semua, silahkan duduk ke tempat kalian masing-masing.."
Guru : "Silahkan ambil kertas ujian kalian, kita akan memulai ujian."
Satu kelas seketika mulai berbisik. Karena sekarang bukanlah pelajaran matematika.
Alice : "Bu, bukannya sekarang pelajaran bahasa Inggris?"
Aretha : "Bener tuh bu."
Guru : "ha? masa sih?"
Alice : "Iya bu."
Guru : "Oh begitu.. Baiklah maaf ya"
Ucap Ibu Guru tersebut lalu segera keluar dari kelas dan pergi menuju ruangan miliknya. Ternyata guru bahasa inggris sudah menunggu di depan pintu sedari tadi.
Guru : "Halo, selamat pagi semua.."
Murid : "Pagi bu"
Guru : "Sebelum memulai pelajaran, saya ingin bertanya terlebih dahulu. Apakah ada yang ingat pertemuan kemarin kita belajar apa?"
Seketika kelas menjadi hening, karena mereka semua lupa akan pelajaran pada pertemuan kemarin. Mereka pun saling memandang, takut ditunjuk untuk menjawab. Namun tiba-tiba Alice menaikkan tangannya keatas, berniat untuk menjawab.
Guru : "Ya Alice?"
Alice : "Kalo ga salah kemarin kita belajar present continuous ya bu?"
Guru : "Iya, benar Alice. Bisa tolong sebutkan rumus present continuous?"
Alice : "Be + Ving Bu.."
Guru : "Iya benar sekali Alice, kamu dapat tambahan 2 poin ya"
Alice : "Makasi bu"
Alice baru menyadari bahwa dirinya ditatap oleh seisi kelas, Alice menatap balik mereka semua sambil memberi tatapan seperti bertanya "kenapa?"
Carl yang duduk di sebelahnya pun mencoba berbisik kepada Alice, menjelaskan alasan seisi kelas menatap Alice bingung serta curiga.
Carl : "Psst, lu kok tiba-tiba jadi aktif?"
Alice : "Hah? gw emang gini napa sih"
Alice : "Kenapa mereka semua natap gw gitu, bikin risih"
Carl : "Karena lu tiba-tiba berubah jadi aktif Lis.."
Sedangkan di sisi lain, Alisya menghembuskan nafasnya sambil menaruh telapak tangan-nya di dahinya.
Alisya : "Duh.. mereka bisa curiga kalo gini, gw waktu awal-awal kan diem, dia tiba-tiba malah jadi aktif gini"