
”AHHH ASTAGA, episode spesial hari ini nanggung banget... Coba kalau gw bisa masuk ke dalem sinetron ini, pasti bakal seru!” teriakku kesal dalam hati. Namaku Alisya, 16 tahun, seorang murid SMA biasa pecinta sinetron.
Sinar matahari menyilaukan mata dan suara burung berkicau yang terdengar samar. Aku bangun pagi-pagi dan mempersiapkan diriku untuk bersekolah seperti biasanya.
Terdengar suara teriakan nyaring dari seorang wanita dari luar kamarku berusaha membangunkan orang bernama ”Alice”. Namun, aku sama sekali tidak mengenal Alice. Setelah kuperhatikan lagi, aku juga tidak familiar dengan tempatku berada saat ini.
Memikirkan waktu berangkat sekolah, aku menuruni anak tangga satu persatu mendekati sumber suara tersebut. Tampak seorang wanita paruh baya berdiri di depan meja makan.
Sambil mengantuk, aku bertanya siapakah wanita itu dan mengapa ia ada disini. Aku tidak mengingat mempunyai hubungan dengan wanita sepertinya. Wanita tersebut mengaku bahwa dirinya adalah ibuku. Tetapi aku bahkan tidak mengenalnya.
Alice, Alice Gracia Devisha. Itulah namaku menurut wanita didepanku ini. Ia tidak terlihat sedang berbohong dan mengkhawatirkanku. Untuk sekarang aku akan berpura-pura menjadi putrinya terlebih dahulu. Ia menganggapku sedang tidak enak badan dan memberikanku izin tidak masuk sekolah hari ini.
Aku pamit kepada ibuku untuk mendinginkan kepala dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja.
Sesampainya dikamarku, aku barulah merasa pernah mendengar nama Alice Gracia Devisha dan mengingat-ingat siapakah Alice itu. Terpintas beberapa kemungkinan dipikiranku. Salah satunya adalah tokoh antagonis utama dalam sinetron yang aku tonton tadi malam, tepat sebelum tidur.
Tetapi bagaimanapun juga, lebih baik ada persiapan daripada tidak sama sekali. Mungkin garis besar sinetron tersebut bisa dicatat terlebih dahulu karena aku sedikit pelupa. Jika aku benar-benar Alice, maka aku harus menghindari ending buruk yang akan terjadi kepadaku nanti.
[ Alice Gracia Devisha atau lebih dikenal sebagai Alice, merupakan tokoh utama antagonis satu-satunya di sinetron kesukaanku. Meskipun terlahir di keluarga yang sangat berkecukupan, Alice memiliki beberapa gangguan mental yang disebabkan oleh trauma masa kecilnya. Alice menjadi kejam, sombong, dan beberapa sifat buruk lainnya.
Alice sangat mencintai Carl (Carsilion Kennedy), sang tokoh utama laki-laki. Namun cintanya hanya bertepuk sebelah tangan karena Carl lebih mencintai dan memilih Aretha, sang tokoh utama protagonis. Hal tersebut membuat Alice sangat geram, dan mulai membenci Aretha.
Alice berkomplot dengan Seira, dan beberapa tokoh antagonis lainnya. Mereka beberapa kali ia mencoba melukai Aretha dengan harapan Carl akan melihatnya jika Aretha menghilang. Namun dari sekian banyaknya rencana yang ia susun, tak ada satupun yang membuahkan hasil. Bukannya lebih diperhatikan, Alice menjadi lebih diwaspadai dan dicurigai oleh kedua tokoh utama laki-laki yaitu Carl dan Riley.
Pada suatu hari, Carl tidak sengaja melihat salah satu skenario untuk melukai Aretha. Carl segera memotret kejadian tersebut sebagai bukti dan melaporkan perbuatan yang dilakukan oleh Alice kepada Aretha. Alice yang merasa tujuannya sudah tercapai, yaitu mendapatkan perhatian dari Carl mengungkapkan semua yang sudah terjadi kepada pihak yang berwenang.
Bukannya senang, Carl melihat Alice dengan tatapan jijik, sangat jijik. Pada akhirnya, Alice tidak diberikan hukuman yang begitu berat dan dikembalikan ke rumahnya. Ia ingin memutar kembali waktu untuk memperbaiki hal yang ia lakukan, tetapi semua itu sudah terlambat. Alice yang kehilangan tujuan hidupnya membunuh dirinya sendiri. ]