
Setelah Riley pulang, Alice asli yang barusan mendengar bahwa Alice ( Alisya ) menerima pernyataan cinta Riley dan bukannya Carl, langsung marah dan ingin meminta penjelasan darinya.
Alice : ”HEH APA-APAAN?!”
Alisya : ”Aduuh, apaan sih?”
Alice : ”LU, LU NGAPAIN TERIMA RILEY TANPA DISKUSI DULU SAMA GW?! KENAPA BUKAN CARL?”
Tanya Alice asli sambil berteriak.
Alisya : ”Ya, kalo gw tanya lu emang bakal lu bolehin?”
Alice : ”YA KAGA LAH!”
Alisya : ”Yaudah, lagian kalo gw tanya lu akhir-akhirnya juga debat sampe tahun depan.”
Alice : ”CIH, yaudah lah terserah lu, ntar juga lu p-”
Alisya : ”Gw apa?”
Alice : ”E-eh ngga.”
Tiba-tiba Alice juga Alisya mendengar teriakan dari Mama Alice yang mengajak Alice ( Alisya ) untuk makan sore. Alice ( Alisya ) pun turun dan makan menuruti perintah dari Mama Alice. Setelah itu, Alice ( Alisya ) kembali ke kamarnya dan segera merapikan kamarnya tersebut lalu tidur. Esoknya, Alice ( Alisya ) pergi ke sekolah seperti biasa. Beberapa hari kemudian, saat pagi hari telah tiba, tidak ada yang membangunkan Alice ( Alisya ) dari tidurnya untuk pergi sekolah. Ternyata itu adalah hari Sabtu. Riley yang sudah memiliki nomor telepon milik Alice ( Alisya ) mengirimkan pesan kepada Alice ( Alisya ).
Riley : ”Pagi Lis.”
Alice ( Alisya ) : ”Pagi.”
Balas Alice ( Alisya ).
Namun tiba-tiba, Riley menelpon nomor Alice ( Alisya ). Tanpa pikir panjang, Alice ( Alisya ) mengangkat telepon darinya.
Riley : ”Alice, lu hari ini mau ngapain?”
Tanya Riley lembut.
Alice ( Alisya ) : ”Hmm paling mau main aja.”
Riley : ”Mau ke dufan ga?”
Alice ( Alisya ) : ”Perlu ajak yang lainnya?”
Alice ( Alisya ) : ”Kan lebi seru kalo rame-rame.”
Riley : ”Kita berdua aja, gw dah beli tiket. 1 jam lagi gw jemput ya. Byebye love you.”
Tanpa menunggu jawaban dari Alice ( Alisya ), Riley langsung mematikan teleponnya. Alice ( Alisya ) juga langsung bersiap-siap. Benar kata Riley, ia menjemput Alice ( Alisya ) didepan rumahnya tepat 1 jam setelah menutup telepon.
Mama Alice : ”Eh, ada anak yang kemarin. Ada yang ketinggalan ya?”
Riley : ”Oh iya, tante, kenalin nama aku Riley. Pacar Alice.”
Mama Alice : ”Loh? Alice, kamu punya banyak cadangan ya? Kemarin itu emm.. Si Carl bilang dia mau jadi menantunya mama.”
Alice ( Alisya ) : ”Kan udah Alice bilang, si Carl cuma ngelantur.”
Riley : ”Oh iya tante, saya kesini mau izin culik Alice ke Dufan hehehe.”
Mama Alice : ”Oh boleh, tante izinin. Bawa gih anaknya.”
Alice ( Alisya ) : ”Ih mama, kok gitu sih.”
Ucap Alice ( Alisya ) sambil memonyongkan bibirnya kesal.
Mama Alice : ”Hehe.”
Riley : ”Makasi tante, aku sama Alice pergi dulu yaa.”
Mama Alice : ”Iya, hati-hati dijalan.”
Alice ( Alisya ) : ”Bye mam.”
Mama Alice : ”Byee.”
Perjalanan antara rumah Alice ( Alisya ) dengan Dufan yang akan ia kunjungi cukup jauh, terlebih lagi karena kemacetan yang ia temui di tengah perjalanan. Alice ( Alisya ) kini tidak dapat lagi menahan kantuknya. Ia kemudian memutuskan untuk tidur di mobil Riley. Sesampainya di Dufan, Riley langsung membangunkan Alice ( Alisya ) dan segera berjalan menuju tempat pembelian tiket, lalu mereka pun masuk ke dalam Dufan setelah menunjukkan karcis yang sudah mereka beli tadi.
Alice ( Alisya ) : ”WIHH RILEY SINI AYO NAIK INI DULU!!”
Teriak Alice ( Alisya ) sambil menunjuk salah satu wahana didalam Dufan tersebut, sambil menunjukkan matanya yang berbinar-binar. Riley pun tersenyum melihat sebetapa bahagia pacarnya tersebut.