Who Is The Antagonist?

Who Is The Antagonist?
33.



Tepat setelah mereka selesai berdiskusi, bu guru membuka suara.


Guru : ”Baik, untuk waktu diskusi sudah selesai. Silahkan kembali ke tempat duduk masing-masing dan siapkan buku untuk pelajaran berikutnya.”


Murid : ”Baik bu.”


Setelah itu mereka belajar lagi seperti biasa. Guru yang mengajar-pun cukup bebas. Asalkan mereka sudah dapat mengerti mata pelajarannya, mereka boleh melakukan apapun. Alice ( Alisya ) pun memanfaatkannya untuk tidur. Tidak terasa, sudah waktunya untuk Alice dan kelasnya istirahat. Alice ( Alisya ) yang melihat Carl pergi ke luar kelas langsung memanggilnya. Namun, belum sempat Alice ( Alisya ) menyebut nama Carl, Riley malah mengalihkan perhatian Alice ( Alisya ) dan mengajaknya pergi ke suatu tempat. Di tempat tersebut,


Riley : ”Jadi, sebenernya gw denger percakapan lu kemarin dengan Carl pas pulang sekolah.”


Alice ( Alisya ) : ”Hah?”


Riley : ”Jadi.. G-gw.. Eh eum, pokoknya lu jangan terima si Carl.”


Alice (Alisya) : ”Loh kenapa? Memang apa hubungannya hubungan gw sama Carl dengan lu?”


Riley : ”G-g-gw.”


Alice (Alisya) : ”Cepetan, gw laper nih.”


Riley : ”Gw mau ngomong hal yang sama dengan yang Carl bilang waktu itu.”


Peraaan Alice ( Alisya ) seketika berubah menjadi tidak enak. Ia langsung memijat pelan kepala miliknya.


Alice (Alisya) : ”Hah? maksud lu-”


Riley : Iya, Alice. Gw.. S-suk-suka-”


Alice (Alisya) : ”Oke, gw tau apa yang mau lu ngomongin. And you know (Dan kau tau), lu nambahin beban pikiran gw.


Riley : ”Ya maaf..”


Ucap Riley sambil menunduk. Jujur ia cukup menyesal ia mengakui perasaannya. Namun yang sudah terjadi tidak dapat dikembalikan lagi. Sama hal-nya dengan nasi yang sudah berubah menjadi bubur. Alice (Alisya) menghela nafasnya panjang karena kejadian yang baru-baru ini menambah pikirannya. Tiba-tiba saja, tubuhnya tidak kuat lagi untuk menahan badannya sendiri. Kesadaran Alice ( Alisya ) juga ikut menghilang, iapun jatuh pingsan. Melihat Alice ( Alisya ) yang tiba-tiba terjatuh pingsan, Riley langsung panik dan membawa Alice ( Alisya ) ke UKS. Di tengah perjalanan saat membawa Alice ( Alisya ), Riley bertemu dengan Carl.


Carl : ”Hai, eh lu gendong siapa tuh?”


Riley : ”Duh apaansih? Udah gw mau cepet ke UKS lu jangan ganggu.”


Carl akhirnya ikut panik dan mengikuti Riley berlari ke UKS. Saat mereka berlari lagi, mereka bertemu dengan Aretha dan mengajaknya. Kata Riley,


Riley : ”ARETHA!”


Aretha : ”Astaga! Apaan?”


Aretha melihat seseorang sedang digendong oleh Riley dan mulai meng-identifikasi wajah orang tersebut. Saat Aretha menyadari bahwa orang yang dibawa oleh Riley adalah Alice ( Alisya ), Aretha pun ikut panik.


Aretha : ”EH ALICE! OMG Ayo cepetan ke UKS, nanti gw cek disana.”


Aretha berusaha membantu karena sedari dirinya kecil ia bercita-cita menjadi dokter. Sesampainya di UKS,


Aretha : ”Rey, itu Alice taro disini.”


Kata Aretha sambil menepuk salah satu ranjang di UKS.


Carl : ”Emang lu bisa ngobatin orang?”


Aretha : ”Ngeremehin lu? gw pernah belajar dulu, tapi dikit doang sih.”


Carl & Riley : ”Oh oke.”


Riley-pun mengikuti perintah Aretha dan menaruh Alice ( Alisya ) di ranjang tersebut.


Carl : ”Aduhh, kok bisa gini sih Rey?”


Riley : ”Gatau, katanya dia pusing gara-gara Carl tuh. Trus, tiba-tiba dia pingsan.”


Carl : ”Lah, kok jadi gw?”


Riley : ”Trus siapa lagi?”


Carl dan Riley mulai bertengkar, Aretha yang sedang berusaha fokus mengobati Alice ( Alisya ) merasa terganggu dengan perkelahian mereka. Ia pun mulai kesal.