
Kini Alice sedang menyebrang, diikuti Carl yang juga menyebrang di belakang Alice. Karena terlalu fokus menghindari Carl, Alice tidak melihat sekelilingnya dengan teliti. Lalu tiba-tiba,
TIN TINNN
Bunyi klakson mobil tersebut membuat Alice tersadar. Alice mencoba kabur dari mobil yang akan menabraknya tersebut, tetapi ia tau bahwa kini sudah terlambat. Alice hanya menutup matanya pasrah.
”Hosh hosh..” Alice sangat ketakutan. Apa ini akhir dari hidupnya?
Saat Alice membuka matanya, ia melihat adanya seseorang yang menggantikannya tertabrak. Orang tersebut adalah Carl. Carl mendorong Alice ke tepi jalan, tetapi saat ia ingin menyelamatkan dirinya sendiri, waktu tidak memberinya kesempatan untuk lari. Alice langsung panik dan berteriak meminta pertolongan, juga menelpon ambulans.
Alice : ”T-TOLONGG hiksss.”
Tangis Alice sambil melihat banyaknya darah yang keluar dari kepala milik Carl. Terdengar suara sirine ambulan dari kejauhan yang mengarah ke tempat kecelakaan terjadi.
Petugas ambulans : ”Tolong semua harap membuka jalan. Hanya walinya saja yang boleh ikut.”
Alice : ”Hiks hiks, saya pak.”
Ucap Alice sambil menjulurkan tangannya keatas.
Petugas ambulans : ”Baiklah, ayo cepat.”
Dengan segera, Carl langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat atau yang biasa kita singkat menjadi UGD.
Dokter : ”Wali mohon tunggu diluar sambil mengisi data diri pasien.”
Alice : ”B-baik dok.”
Suster : ”Tolong diisi datanya ya ka.”
Alice : ”Iya sus..”
Disisi lain Riley dan Aretha,
Riley : ”Si Carl udh ngomong blom ya ke Alice?”
Aretha : ”Gatau gw. Lu coba telpon Carl deh.”
Riley : ”Oke oke bentar.”
Riley beberapa kali mencoba untuk menelpon Carl, tetapi tidak ada satupun yang dijawab.
Riley : ”Hmm, coba Aretha lu telpon Alice deh. Gw coba telpon Carl terus, takutnya ada apa-apa.”
Aretha : ”Iya, firasat gw juga dari tadi gaenak banget.”
Aretha mulai mencoba menelpon Alice. Ternyata, telponnya dijawab.
Aretha : ”DIANGKAT!”
Aretha : ”Halo..”
Riley : ”Speaker dong.”
Aretha : ”Dah nih.”
Alice : ”Hikss hiks Carl...”
Alice : ”d..ia..Rumah sakit.. XXX.”
Aretha : ”Oke kita kesana sekarang.”
Tut.
Aretha mengakhiri panggilan. Meskipun agak putus-putus, nama rumah sakitnya masih terdengar. Riley dan Aretha langsung bergegas pergi ke sana. Saat mereka sampai di rumah sakit XXX,
Suster : ”Cari siapa ya?”
Aretha : ”Carl sus, Carsilion Kennedy.”
Suster : ”Oh silahkan tunggu disini. Tuan Carl masih belum selesai dioprasi.”
Riley : ”Carl? Dioprasi?”
Suster : ”Iya ka, kalau ada pertanyaan, kaka bisa bertanya dengan walinya.”
Aretha : ”Baik sus, terima kasih.”
Riley : ”Carl? Dioprasi?”
Suster : ”Iya ka, kalau ada pertanyaan, kaka bisa bertanya dengan walinya.”
Aretha : ”Baik sus, terima kasih.”
Aretha dan Riley langsung bergegas pergi ke tempat yang sudah diinformasikan. Disana, mereka melihat Alice yang sangat gelisah.
Aretha : ”Alice, si Carl kenapa si?”
Alice : ”Smua gara-gara gw.. Iya, semua gara-gara gw..”
Riley : ”Lis, ngomong yang jelas Lis.”
Alice : ”Iya hahaha.. Smua gegara gw kan.. Carl ketabrak mobil, kepalanya bocor.. Semua gara-gara gw.. Hahaha..”
Aretha : ”KETABRAK MOBIL? Kok bisa?”
Alice : ”Ya gara-gara gw hahahaha.”
Tiba-tiba dokter keluar dari ruang UGD.
Dokter : ”Pasien sudah tidak dalam keadaan kritis. Tapi, pasien sekarang dalam keadaan koma.”
Alice : ”K-koma.. Berapa lama ya dok kira-kira komanya? hehehehe.”
Dokter : ”Diperkirakan selama 6 samapai 10 bulan.”
Alice : ”Hahaha, jangan becanda deh dok.”
Dokter : ”Maaf, saya sedang tidak bercanda.”
Alice : ”Ha.. haha..”