
Seira : ”Tumben telat. Kalian udah lewatin 1 pelajaran dan kalian masuk 15 menit sebelum pulang. Itumah namanya bolos.”
Alice ( Alisya ) : ”Ya mau gimana lagi.”
Aretha : ”Oke oke, ini jadi kan, hari ini dirumah Alice?”
Carl & Riley : ”Jadi.”
Alice ( Alisya ) : ”Yuk sekarang aja, selesai lebih cepat lebih baik.”
Aretha : ”Naik mobil masing-masing nih?”
Alice ( Alisya ) : ”Jalan dibelakang gw aja.”
Carl : ”Heh Alice lu jangan ngebut ya.”
Alice asli memiliki sifat tidak sabaran dan suka mengebut. Jika Alice sudah mengebut saat menaiki mobil, bisa-bisa seorang pembalap kalah melawannya.
Alice ( Alisya ) : ”Haha iya dehh.
Mereka semua berpencar menuju ke tempat parkir mobil-nya masing-masing. Setelah itu, Alice ( Alisya ) menuntun mereka ke jalan pulang rumahnya. Sesampainya dirumah,
Alice ( Alisya ) : ”Mama, Alice pulang.”
Mama Alice : ”Eh Alice udah pulang. Eh siapa nih?”
Carl : ”Permisi ma, saya calon suaminya Alice.”
Terlihat dari wajah Mama Alice, ia sangat terkejut, wajahnya menampakkan antara kaget dan senang. Tertulis juga di wajah Riley dan Seira yang terlihat tidak suka dan jijik.
Alice ( Alisya ) : ”Heh, jangan ngada-ngada. Mama gw aja belom tau lu siapa.”
Carl : ”Oh, maaf mama, nama saya Carsillion Kennedy. Calon suaminya Alice.”
Alice ( Alisya ) : ”ISH TAMBAH GAK WARAS NI ANAK.”
Aretha yang melihat mereka hanya menunjukkan senyuman miliknya sembari menikmatinya. Riley yang sesaat melihat Aretha berpikir,
Riley : ”Eh, kok dia bisa manis banget sih? Eh eh, gaboleh, gw kan sukanya sama Alicee!”
Batin Riley.
Mama Alice : ”Coba tante tebak, pasti kalian mau kerja kelompok kan?”
Aretha : ”Iya tante, maaf tidak memberi kabar terlebih dahulu.”
Mama Alice : ”Yaudah Alice itu temannya diantar ke kamar kamu ya. Nanti mama bawain makanan.”
Alice ( Alisya ) mengantar teman-temannya, sedangkan Aretha masih diam saja dilantai dasar bersama dengan Mama Alice. Ia bertujuan untuk membantu mama Alice.
Mama Alice : ”Eh kamu kok gak ikut naik?”
Aretha : ”Oh, iya tante, saya mau bantu tante dulu.”
Mama Alice : ”Ih kamu, udah baik, cantik lagi. Kalau boleh tau siapa namanya?”
Aretha : ”Nama saya Aretha tante. Teman Alice.”
Mama Alice : ”Yasudah Aretha, kamu naik aja sama Alice, Tante bisa sendiri.”
Aretha : ”Ah, Aretha ganggu ya? Maaf ya tante, Aretha naik deh.”
Sekarang, semua teman-teman Alice ( Alisya ) sudah naik dan berada di kamarnya. Mereka mulai membahas soal yang diberikan bu Tantin ( Guru yang paling dibenci murid-murid pada jenjang tersebut. ) Setelah Alice dan kelompoknya menyelesakan tugas yang diberi Bu Tantun tadi, mereka mulai berbincang-bincang ringan.
Aretha : ”Astaga selesai juga akhirnya.”
Lega Aretha sembari meregangkan otot-ototnya yang lelah.
Alice ( Alisya ) : ”Iya..”
Alice ( Alisya ) : ”Ohya btw, ini bisa dikumpul kapan ya?”
Lanjut Alice ( Alisya ).
Seira : ”Nah ini nih..”
Alice ( Alisya ) : ”Hm?”
Seira : ”Inilah ciri-ciri anak tidak teladan yang tidak peduli apa yang dikatakan oleh gurunya.”
Ledek Seira.
Alice ( Alisya ) : ”Eh mohon maaf nih, nilai gw lebih bagus dri lu deh perasaan.”
Balas Alice ( Alisya ) yang tidak terima dirinya di-ejek.
Aretha : ”Oke santai-santai. Oh, buat yang tadi lu tanya Alice, Itu nanti dibawa ke sekolah pas pelajaran Bu Tantin nya. Lu aja lah yang simpen.”
Alice ( Alisya ) : ”Loh kok..”
Baru saja Alice ( Alisya ) ingin menolak karena dirinya yang disuruh menyimpan tugas nya tersebut, namun Carl memotong kalimat Alice ( Alisya ).