Who Is The Antagonist?

Who Is The Antagonist?
29.



Alice (Alisya) : ”BAHAHAHAHA Dih, cakep lo? PD banget. Lu tuh ya kalo mau PD ngomong dlu, biar gw siapin script nya jadi gw tau harus gimana balesnya.”


Ucap Alice ( Alisya ) sambil memukul pipi Carl pelan.


Carl : ”Dih jahat”


Ucap Carl sambil memasang tampang cemberut. Namun tiba-tiba terdengar suara dari dalam tubuh Alice ( Alisya ) yang menandakan ia sudah lapar.


Alice (Alisya) : ”Woi kapan makannya ini, udah lah gw mau makan dulu. Terserah lu mau ngapain.”


Carl : ”Iya iya.”


Alice ( Alisya ) tidak dapat memakan makanan-nya dengan tenang karena Carl yang tidak luput menatapinya sedari tadi.


Alice (Alisya) : ”Lu ngapain natapin gw sih? Lu ga makan?”


Carl : ”Ga ah, soalnya lu cakep banget.”


Alice (Alisya) : ”H-hah?”


Carl : "Hahaha, katanya udh kebal sama gombalan."


Alice (Alisya) : "Ga gitu juga maksud gw."


Carl : "Eh tapi lu cakep beneran loh, kayak apa ya... bidadari jatuh."


Alice (Alisya) : "Iyalah, siapa dulu dong, Alis- Alice gituloh."


Carl : "Iya, bidadari jatuh dari genteng. Eh, Alis?"


Alice (Alisya) : "O-oh tadi gw ngomongnya kecepetan jadi salah ngomong."


Carl : "Oh kirain apaan."


Alice (Alisya) : "Hampir aja keceplosan. Kalo gw keceplosan ngomong kalo nama gw Alisya bisa di ceramahin sama Alice gw."


Kata Alice (Alisya) dalam hati. Namun, Alice asli ternyata sudah mendengar yang Alisya katakan.


Alice : "HEH LU MUSTI HATI-HATI LOH. KALO SAMPE KETAUAN GIMANA?"


Alisya : "Ya maap, gw gasengaja. Lagian dia juga kayaknya percaya kalo gw cuma kebelibet aja ngomongnya."


Meskipun sudah memberi alasan, Alisya masih tetap diceramahi oleh Alice. Beberapa menit kemudian, jam istirahat telah usai.


Alice (Alisya) : "Yok, kalo telat mah tak terhitung lagi, hahahaha."


Kali ini Alice (Alisya) dan Carl tidak lagi telat masuk ke kelasnya. Rey yang sudah menyadari kehadiran Alice di kelas langsung mendatanginya.


Riley : "Kamu sama Carl abis ngapain?"


Alice (Alisya) : "U-uhm.."


Saat ini Riley mulai salah paham mengira bahwa Carl sudah menyatakan perasaannya kepada Alice.


Alice (Alisya) : "Cuman makan doang kok."


Riley : "Cih."


Carl menatap Riley dengan senyuman sombong seperti sudah mendapatkan kemenangannya. Carl sengaja supaya terlihat baik. Padahal, maksud aslinya adalah supaya Rey dan Alice tidak berbicara terlalu lama.


Carl : "Weh ayo duduk, nanti gurunya dateng loh."


Riley : "Hm yaudah."


Ternyata benar apa yang dikatakannya. Tidak lama setelah Carl berbicara hal tersebut, guru pelajaran selanjutnya-pun datang.


Guru : "Selamat pagi anak-anak. Seperti yang ibu katakan kemarin, Hari ini kita akan ulangan. Silahkan kalian siapkan perlengkapan untuk ujian kalian ya."


Murid : "Baik bu.."


Alice ( Alisya ) langsung membalikkan badan-nya untuk meraih tas miliknya. Namun, Alice ( Alisya ) langsung membalikkan badan-nya untuk meraih tas miliknya. Namun, setelah ia melihat dan mengobrak-abrik isi tasnya ia tidak menemukan barang yang ia cari. Seketika kulit milik Alice ( Alisya ) mengeluarkan sebuah cairan bening yang dingin. Ternyata ia lupa untuk membawa kertas ujian. Carl yang melihat Alice ( Alisya ) seperti ketakutan berniat untuk langsung bertanya.


Carl : ”Kenapa lu?”


Tanya Carl saat melihat wajah Alice ( Alisya ) yang tiba-tiba berubah.


Alice (Alisya) : ”Biasa lah, gw ga bawa kertas ulangan.”


Carl : ”Yaudah nih.”


Alice (Alisya) : ”Wiih, makasihh.”


Carl : ”hm.”