
??? : ”Alisya, kami memberikanmu dua pilihan dan kamu dapat memilihnya dengan bebas. Apakah kamu ingin pulang kembali ke duniamu atau tetap tinggal di dunia ini.
??? : ”Kalau kamu sudah melewati pintu ini, kamu tidak dapat kembali lagi ke dunia ini dan sebaliknya.”
Alisya : ”Uhh..”
Alisya sedikit ragu, tetapi akhirnya ia memberanikan diri untuk kembali ke rumahnya di dunia asalnya. Jujur, meski ia sudah nyaman di dalam dunia sinetron ini, ia merindukan suasana lingkungan dunianya. Alisya pun membuka matanya perlahan-lahan. Saat mendapati kesadarannya penuh, Alisya terkejut. Ternyata selama ini tubuh aslinya sedang mengalami koma.
Alisya : ”Eh, mama?”
Mama Alisya : ”ALISYAA, kamu udah bangun nakk?”
Alisya : ”M-mama, Alisya kangen sama mama. Hikss.”
Tangis Alisya sambil memeluk mamanya. Ia sangat merindukan sosok ibu satu-satunya itu, walaupun ibu Alice juga tidak kalah baik. Sedangkan saat Alice terbangun pada pagi hari, ia tidak lagi peduli dengan mamanya sama sekali dan langsung pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah,
Alice : ”Hai beb~”
Alice berteriak sambil melambaikan tanganya ke arah Carl. Sejak saat itu Carl malah merasa ilfeel. Carl sudah dapat merasakan bahwa orang itu bukanlah Alice yang ia kenal dulu. Beberapa kali Alice mendekati Carl, namun hasilnya tidak sebaik saat Alisya menjadi dirinya.
Alice : ”Beb?
Alice : ”Carlll~”
Alice : ”CARLLL~!”
Seira yang tidak tahan melihat tingkah laku dari Alice langsung meneriaki Alice.
Seira : ”Heh, katanya lu gasuka sama Carl?”
Alice : ”Dih apaan sih lu.”
Saat Alice sedang berjalan di lorong sekolah, Alice tidak sengaja berpapasan dengan Aretha.
Alice : ”DIH CULUN LU JANGAN SOK DEKET SAMA GW, EWH.”
Aretha : ”Eh, iya.”
Seketika Aretha teringat kalimat yang dilontarkan Alice ( Alisya ) kemarin. ”Weh, kalau tiba-tiba sifat gw berubah jadi kayak dulu lu bakal kayak gimana?”. Ah, dirinya semakin pusing memikirkan hal yang rumit ini.
Saat istirahat, Alice kini bertemu dengan Rara dan Riri.
Rara : ”Hai liss.”
Alice : ”Ih si kembar lu ngapain nyapa gw malu-maluin tau gak.”
Riri : ”Tuh kan Ra, ayo pergi aja yuk.”
Rara : ”Eh? Iya.”
Saat pulang sekolah, kini Alice bertemu dengan Riley.
Riley : ”Hai Alice.”
Alice : ”Dih, siapa lu? Jangan deket-deket. Yang boleh deket sama gw cuma bebeb Carl.”
Riley : ”H-hah? Lu.. berubah. Yaudahlah terserah lu.”
Saat dirumah, Alice mulai mengambil beberapa foto selfie dan segera mempostingnya di akun instgrem-nya. Pada waktu yang sama, tanpa Alice sadari, murid-murid lain dikelasnya membuat group baru di whatsupp tanpa dirinya. Teman-temannya membahas sifat aneh dari Alice yang seketika berubah 180°. Keesokan harinya, saat Alice sedang berjalan di lorong sekolah, murid-murid lainnya menatapnya tajam sambil berbisik-bisik. Tetapi, gosip tentang sifat Alice cepat mereda karena adanya gosip baru. Yaitu Aretha yang mulai berpacaran dengan Riley. Alice tidak dapat menerima jika Aretha berpacaran dengan Riley, ia pun geram. Ia langsung mencoba memikirkan rencana agar Aretha dan Riley segera putus. Setelah memikirkannya matang-matang, Alice memutuskan untuk melabrak Aretha dan menyuruhnya menyudahi hubungan dengan Riley.
Alice : ”Nah iya gitu aja, pinter banget si lu lis..”
Batin Alice memuji dirinya sendiri.
Tak terasa, Alice dan yang lainnya telah melewati seluruh jam belajar, dan kini saatnya mereka untuk pulang. Bel pulang sekolah pun memasuki telinga para murid dengan nyaring.