
Guru : "Oh, jadi begitu ya.. Baiklah, pertama-tama Seira."
Bu guru menatap Seira tajam.
Guru : "Kenapa kamu berbicara seakan akan yang salah adalah Alice?"
Seira : "itu karena, mmm"
Guru : "Dendam?"
Seira : "H-hah? bukan bu.."
Seira menjadi gelisah karena ucapan guru tersebut benar bahwa ia memang mempunyai dendam kepada Alice.
Guru : "Lalu apa?"
Seira : "emm..."
Guru : "kalau kamu tidak bisa menjawab, ibu akan menganggap kamu mempunyai dendam kepada Alice"
Seira : "Bukan bu, aku kira Alice lah yang salah karena dia yang menjadi topik pembicaraan gosip yang membuat Rey jadi begitu."
Guru : "Kamu kan ada di tempat kejadian."
Seira : "H-hah? Maksudd ibu?"
Ucap Seira yang terlihat agak ketakutan.
Guru : "oh jadi itu bukan kamu ya."
Alice : "Maaf mencela pembicaraan ibu dan Seira. Saya ingin menjelaskan sesuatu untuk meluruskan permasalahan. Apakah boleh?"
Guru : "Boleh Alice, silahkan."
Alice : "Jadi, pada saat kejadian, Seira ada di atap bersama saya bu. Tidak mungkin Seira ada di tempat kejadian tersebut."
Guru : "Hmm, baiklah."
Seira : "Bener tuh kata Alice."
Alisya yang melihat Alice membela Seira tidak dapat tinggal diam. Ia berteriak kepada Alice.
Alisya : "WOi LU NGAPAIN BELAIN DIA?"
Alice : "Huft, itu gw lagi merencanakan sesuatu, nanti pas gw ada masalah, gw pny jaminan dong. Kalo dia ga mau bantu, ntar dia bakal merasa bersalah. Gw udah perhatiin dia kok, dia bukan orang yang suka utang hehe.
Alice : "Iya dong."
Tawa Alice pelan.
Tanpa Alice sadari, Ia sudah ditatap oleh Seira dengan sangat lekat. Ia terlihat sedang memperhatikan bibir milik Alice.
Seira : "Ah akhirnya gw punya kelemahan lu Alice."
Alice : "Hah? Kelemahan? Memang gw punya kelemahan?"
Seira : "Iya lah."
Alice mulai merasa sedikit gugup. Namun Alice tidak menunjukan kegugupannya sedikitpun.
Alice : "Coba, apa kelemahan gw?"
Seira : "Itu loh, lu suka ngomong sendiri."
Alice : "duh, iya deh terserah."
Bu guru yang awalnya hanya mendengarkan ingin mencoba untuk mempercepat obrolan agar mereka dapat kembali belajar membahas materi untuk ulangan besok.
Guru : "Yasudah, kalian boleh duduk deh. Ibu mau lanjut menjelaskan materi ulangan untuk besok."
Alice & teman-teman nya : "Baik bu.."
Alice, Riley, dan Carl kembali ke tempat duduknya masing-masing. Mengingat Seira yang belum punya tempat duduk, Alice dengan senang hati ingin berbagi tempat duduk dengan Seira untuk membuat Seira merasa dirinya memiliki hutang kepada Alice.
Alice : "Seira, udah punya tempat duduk blom? Sini duduk sama gw."
Kata Alice sambil memberikan senyum licik kepada Seira.
Seira : "Dih-"
Pikiran Seira langsung tertuju pada 2 kondisi. Dan sepertinya pikiran tersebut sama seperti apa yang dipikirkan Alice. Jika Seira duduk dengan Alice, ia akan duduk dekat dengan Carl, namun jika Seira tidak duduk dengan Alice, ia hanya memiliki 2 pilihan yaitu antara duduk dilantai atau duduk dengan fansnya. Akhirnya Seira memutuskan untuk duduk dengan Alice.
Seira : "Hm yauda deh, thank you udah mau bagi tempat duduk sama gw."
Alice : "Iya, sama-sama."
Alice terlihat sangat senang karena rencananya berhasil. Tapi, ada satu hal yang membuat Alice dan Carl risih. Saat pelajaran telah dimulai lagi, Seira tidak mau melepaskan pandangannya yang menuju kepada Carl.