
Evelyn...
Semalam angga mengantarku pulang, entah kenapa aku merasa ada yang aneh setiap ada didekatnya, kinerja jantungku lebih cepat dari biasanya, membuatku agak sesak nafas dibuatnya...
Pagi ini aku, putri dan angga memutuskan untuk pergi ke pantai, jujur aku takut jika harus berangkat memakai mobil lagi, itulah mengapa aku lebih suka menyendiri dan diam dirumah untuk waktu yang lama, karna masih ada goresan trauma yang dalam dibenak ku...
Tok... Tok... Tok... Kudengar seseorang mengetuk pintu rumahku, akupun berjalan membukakan pintu.
"heyyy are u ready for today?" ujar angga
"mmm angga sepertinya aku tidak jadi ikut" jawabku
"why eve? Ayolah eve, kita akan naik motorku tenang saja" jawab angga meyakinkan ku
"kamu yakin angga? Jaraknya lumayan jauh bisa 2 sampai 3 jam" ucapku
"tenang eve aku biasa mengendarai motorku lebih lama dari ini, ayo kita berangkat, putri sudah menunggu kita disana" ajaknya sambil menarik lembut tanganku
Diperjalanan aku merasa nyaman, seperti ingin teriak melepaskan semua sakitku, dan tak lama angga menepikan motornya.
"maaf eve tapi kamu harus pegangan, kalo ngga kota bakalan lama sampenya" angga menuntun tanganku agar melingakarkan tanganku ke pinggangnya.
Setelah itu dia kembali menjalankan motornya...
(ya tuhan... Kenapa jantungku berdebar) batinku.
Sepanjang jalan aku merasa canggung dibuatnya.
Setelah 2 jam berkendara kamipun datang disalah satu pantai didaerah jakarta..
"heyyy kaliaaaan lama sekali huh " teriak putri
"maaf put kamu taukan aku bawa motor dan ga mungkin ngebut karna aku bersama seorang gadis" ucap angga, aku merasa dia sedikit menggodaku...
"*hahaha ya sudahlah ayo main" ucap putri
Kami pun main bersama dipantai itu...
**Angga***...
Aku melihat eve dan putri tertawa, tepatnya kami tertawa bersama, senang rasanya menghabiskan waktu dengan mereka, bolehkan ku berharap semua ini akan terjadi selamanya, maksudku, aku putri dan eve aku ingin banyak menghabiskan waktu ku bersama mereka, khususnya eve...
Sungguh menyejukan melihatnya tersenyum dan tertawa...
Seperti membuat semangat hidupku lebih tinggi dari saat ini...
"ayo aku mau, tapi aku harus izin ke orangtuaku dulu nanti aku kabari yaa" jawab putri
"bagimana eve, kau ikut?" tanyaku
"aku harus izin ke om dan tante dulu angga, karna saat ini mereka waliku" jawab eve....
"baiklah ku tunggu kabar kalian 1 minggu lagi" jelasku.
Putri...
Aku bersyukur akhirnya sahabatku sudah mulai tersenyum lagi saat ini, dan aku yakin itu karna angga yang gigih membujuknya, aku salut melihat angga, padahal kami belum lama berteman tapi rasanya nyaman dan saling mengerti satu sama lain, seperti bersahabat sejak lama.
Ku lihat angga sering sekali mencuri padang kepada evelyn, kurasa dia menyukai sahabatku yang manis itu... Aku berpikir bagaimana caranya membuat mereka semakin dekat lagi
"guys kayanya aku harus pulang duluan deh, papa telpn aku harus dirumah sebelum jam 7 malam" ucapku bohong
"tapi sunset tinggal sebentar lagi put" jawab eve
"maaf yaa eve, tau sendirikan jakarta macet di malem hari aku takut telat soalnya kata papa penting" ucapku meyakinkan eve
"baiklah put kamu duluan hati-hati dijalan" ucap angga sambil melambaikan tangan
Akupun memeluk evelyn sejenak, dan berlari menuju mobilku...
(hahahaha silahkan nikmati suasana romantic honeeey) ucapku dalam mobil.
Evelyn...
Putri meninggalkan kamo berdua, suasana pun berubah menjadi canggung, ingin pulang tapi sayang sebentar lagi sunset, sudah lama aku ga liat sunset, terakhir tahun lalu aku dan orangtua ku ke bali saat anak om alex ulang tahun...
"evee... Apa cita cita mu" tanya angga tiba-tiba
"aku? Aku dulu ingin sekali menjadi dokter karna aku ingin membantu dan merawat mereka yang sakit, menyelamatkan nyawa mereka dengan kemampuanku, tapi sekarang tidak lagi..." jawabku
"kenapa? Kenapa sekarang tidak?" tanya angga
"entahlah mungkin karna kejadian aku dan orangtuaku, aku jadi membayangkan bagaimana jika aku gagal, aku tidak bisa menyelamatkan mereka dan menyembuhkan mereka, rasanya sesak jika memikirkan itu" jawabku sambil melihat indahnya matahari yang mulai tenggelam
"hey eve... Taukah kamu, hidup matinya seseorang sudah ditakdirkan sang pencipta, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, bentuk usaha kita adalah mengejar apa yang kita inginkan berusaha maksimal mendapatkan apa yang kita mau, jadi kalau kamu memang ingin menjadi seorang dokter, raihlah, gapai, dan berusahalah menjadi dokter yang baik, jangan jadikan trauma mu penghalang bagi masa depan mu eve... Kita tidak tau sampai kapan kita hidup dan kapan tuhan mencabut nyawa kita, jadi sekarang berusahalah untuk lebih memanfaatkan waktu kita selagi ada" ucap angga sambil menatap ku...
Setalah matahari terbenam kamipun kembali pulang kerumah... Sepanjang jalan aku memikirkan semua ucapan angga, entah kenapa aku merasa ucapanya mengganggu pikiran juga hatiku...
To be continue...