WHEN MY HEART IS BROKEN

WHEN MY HEART IS BROKEN
Be with you



Semenjak kejadian kemarin kami memutuskan untuk pulang ke jakarta lebih cepat...


JAKARTA...


Kepulangan ku dan evelyn disambut hangat oleh mama ku, ku lihat mama tersenyum dan memeluk evelyn, lupa bahwa aku adalah anak kandungnya


"ya ampun naaaak akhirnya pulang juga" mama memeluk eve dan menatapku sekilas


Aku tau maksud dari tatapan mama, apalagi jika bukan meminta penjelasan mengapa kami pulang lebih awal...


"lihatlah eve.. Bahkan sekarang mamaku lupa bahwa aku anak kandungnya" ledekku


"dasar anak nakal, sejak kapan kamu jadi so cemburuan huh!" ucap mama sambil memukul bahuku..


"eve pulang kerumah dulu ya tante" dia berpamitan


"oke sayang, istirahat yaaa" ucap mamaku sambil melambaikan tangannya


"jadi kenapa kalian pulang lebih awal angga?" mamaku langsung menembakku dengan pertanyaannya


Akupun menceritakan kejadian dibali pada mama, kulihat mama kaget mendengar penjelasan ku dan akhirnya mama menyuruhku membawa eve ke salah satu psikater kenalan mamaku...


Aku putuskan besok aku akan bicara masalah ini pada eve, karna aku tidak ingin kondisinya semakin memburuk...


Evelyn..


Satu hari setelah kepulangan ku, aku tidak melihat ka andy dirumah, oiyah angga mengajakku makan siang dirumahnya hari ini, akupun bergegas menuju ke rumahnya...


Setelah selesai makan angga mengajakku ke atas, bermain piano bersama...


"eve... Ada yang ingin aku bicarakan" dia menatapku lembut


"bicaralah"


"begini, kemarin dokter bilang, kalau kamu depresi dengan apa yang terjadi dengan orangtuamu, dan itu membuatmu menjadi trauma, dojter menyarankan supaya kamu konsul dengan pskiater untuk meredakan depresi mu juga menyembuhkan trauma mu eve... Karna itu tidak baik efeknya pada tubuh juga pikiranmu" ucapnya lembut sambil memegang telapak tanganku


"benarkah? Kalau begitu aku akan menemanimu eve, kebetulan mama punya temen pskiater, aku yakin kamu bakal nyaman dengannya" ucapnya dengan nada yang senang dan antusias...


Aku memang tidak terlalu kaget dengan apa yang angga ucapkan, karna memang aku tau bahwa kesehatan mentalku kurang baik setelah kejadian itu, aku jadi takut naik mobil, aku takut ketika hujan turun, dan aku takut melihat darah... Maka dari itu aku putuskan untuk menyetujui saran angga dan juga dokterku kemarin...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


9 bulan berlalu aku dan angga selalu bersama, dia setia menemaniku konsultasi, mengantar jemputku, juga memberikan kejutan kejutan kecil, seperti memberi novel baru, mengirim coklat, dan memainkan piano untukku dia selalu ada kapan pun bahkan disaat aku sakit pun dia dan mamanya selalu ada menemaniku dan jangan tanya kemana kak andy, karna setelah dari bali aku tidak pernah melibatnya lagi dirumah, kudengar dari om alex dia memilih tinggal di apartemen agar lebih leluasa dan lebih dekat menuju kantornya...


Tak terasa sudah hampir lulus aku... Yaa tinggal beberapa bulan lagi aku menghadapi ujian nasional, dan aku putri juga angga semakin sering belajar bersama entah disekolah atau luar sekolah, kami selalu bersama sama dan itu sangat menyenangkan, bahkan sekarang traumaku sudah sembuh... Aku sangat mensyukurinya...


Sampai tiba setelah kami pulang sekolah angga mengajakku bertemu ditaman belakang rumahnya...


"aku tunggu ditaman perumahan jam 7 malam" dia mengirimi pesan lewat WA.


"oke..." balasku.


Tak terasa wakru sudah menunjukan jam 6:45malam.. Setelah aku bersiap- siap aku segera berjalan menuju taman yang berada diperumahan ku



Waaahhhhh apa ini, indah sekali ucapku


Mataku mencari angga, dimana dia bukankah dia yang mengajaku bertemu disini..


"*eve..."


"ya tuhan angga.... Kamu ngapain*..." angga berdiri ditengah lampu-lampu indah sambil memegang sebuket bunga mawar merah dan putih yang sangat indah...


Dia berjalan menghampiriku "eve aku tau ini bukan waktu yang tepat, tapi 1 tahun lebih aku sama kamu, aku mau kamu selalu ada buat aku eve, sampai taun-taun berikutnya, sampai waktu dimana aku dan kamu kita bahagia, aku mau kamu jadi pacar aku eve aku mau menepati semua janji janji aku eve... " ucapnya


Aku kaget, dan malu mendengarnya, tapi jujur aku sangat bahagia sekarang...


"iyah angga, aku mau, makasih... Makasih banyak selama ini kamu banyak bantuin aku, kamu nemenin aku dalam keadaan apapun... Dan makasih udah kasih aku kebahagiaan seperti sekarang ini" ucapku, angga memelukku erat...