
Evelyn...
Pagi ini aku bersiap siap untuk berangkat sekolah, aku turun menuju meja makan untuk sarapan, kulihat ka andy ada disana..."semalam kau dari mana ?!" kudengar suara ka andy tegas..
"*aku menemui angga semalam, kenapa emangnya?"
"sudah sejauh itu kah hubungan kalian sampai tidak tau waktu?"
"angga pacarku dan dia tidak mungkin berani menyakitiku"
"dia laki laki eve... Bagaimana bisa kau bersama laki laki dimalam hari berduaan!"
"apa maksudmu kak? Aku dan angga bertemu hanya 3 jam, kami berada ditaman perumahan, dia menyatakan perasaannya padaku, apa yang kau pikirkan kak? Apa kau pikir aku wanita murahan yang suka menghabiskan waktu dengan pria*! " aku bergegas pergi keluar, meninggalkan pria yang sungguh tidak jelas! Dan ku lihat angga dengan wajah kaget nya di depan rumahku, ku jamin dia mendengar semua percakapanku dengan ka andy...
Aku mengajak angga bergegas agar berangkat sekolah...
Sepanjang jalan aku memikirkan kejadian tadi, atas dasar apa dia berani menuduhku seperti itu, sedangkan dia datang dan pergi seenak jidatnya saja... Sungguh menjengkelkan...
"ayo eve kita sudah sampai" angga memecahkan lamunanku
"*ahh yaaa, maaf aku melamun"
"jangan terlalu dipikirkan, nanti biar aku yang menjelaskan semua pada ka andy"
"hey tidak usah, lagi pula ka andy tidak berhak mengaturku, dia saja datang dan pergi seenaknya*"
Aku dan angga masuk ke kelas kami pun mulai belajar... Tak terasa jam pulang sekolah tiba..
"eve... Apa sebelumnya kamu pernah dekat dengan ka andy? Maaf jika aku lancang menanyakan ini"
"hmmm sebenarnya waktu aku masih sekolah dasar kami sempat dekat, ya seperti kaka dan adik tapibsetelah ka andy pindah ke singalore bersama om alex, ka andy jadi lebih dingin dan acuh, bahkan jarang sekali menyapaku, makanya aku ga suka dia seenaknya menilai aku seperti tadi pagi"
"*ahhh begitu*" angga menggerakan kepalanya
Andreas*...
Ternyata memang benar tadi malam dia bersama prianya... Ya tuhan kenapa sulit sekali, aku ingin merelakannya namun baru tau dia berjalan bersama kekasihnya saja hatiku sudah meledak...
"*bi hari ini saya akan pergi lagi, saya akan tinggal di apartemen, tolong jaga evelyn selama saya tidak ada"
"ahhh ya den baik... Tapi kenapa den andy tidak disini saja"
"tidak bisa bi, rumah dengan kantor jaraknya cukup jauh dan macet jadi lebih baik tinggal di apartemen agar lebih dekat dan menghemat waktu"
"baiklah den hati hati dijalan*" bi mimin mengantarku sampai depan pintu
Sepertinya memang lebih baik aku tinggal terpisah dari pada harus bertengkar seperti tadi pagi
Angga...
Setelah mengantarkan kekasihku pulang, aku berencana untuk mengajakanya makan malam bersama dirumahku
"*eve nanti sore datang ke rumahku ya"
"ada apa emangnya?"
"makan malam bersama"
"mmm oke*"
CUP aku mencium pipi kekasihku
Kulihat wajahnya yang merona sangat menggemaskan
"maaf membuatmu terkejut"
Dia pun lari masuk kedalam rumahnya....
Evelyn...
Angga mengantarku pulang sekolah, setelah sampai dirumah dia bilang akan mengajakku makan malam dirumahnya
Cup... Angga mencium pipiku...
"*ehh non udah dateng, baru aja bibi siapin makan siang"
"ahh iyah bi eve masuk ke kamar dulu ya"
"oiyah non den andy tadi pagi pergi katanya mau kembali tinggal di apartemen"
"baguslah kalau begitu"
"non maaf, non jangan mengira den andy tidak baik atau jahat sama non ya karna setau bibi den andy itu sangat memperhatikan non, dan terlihat dia sayang sekali sama non evelyn"
"bibi ini tau dari mana? Sayang? Perhatian? Sudahlah bi eve cape*"
Apa maksud bi mimin, dia seperti membela ka andy padahal ka andy jelas jelas berprilaku seenaknya, menuduhku seenaknya, apa pula sayang dan perhatian, melihatnya sedingin kutub utara dan prilakunya yang kaku saja sudah cukup membuktikan dia tidak suka padaku, bahkan sepertinya terpaksa tinggal dijakarta hanya karna disuruh meneruskan perusahaan papa... batinku
Sore telah tiba, selesai mandi aku bersiap-siap untuk datang ke rumah angga, tapi aku bingung mau pakai baju yang mana
Nah kuputuskan untuk memakai kaos hitam polos dan celana jeans panjang, yaa hanya makan malam biasa dirumahnya untuk apa berlebihan...
Setelah siap akupun segera ke rumahnya...
Tok... Tok... Tok...
Aku mengetuk pintu rumahnya beberapa kali namun tidak ada yang menjawab, akhirnya aku memutuskan untuk membuka pintunya dan ternyata tidak dikunci
Setelah masuk aku tidak menemukan siapapun didalam rumah...
"permisi.... Angga... Angga?" aku memanggilnya namun rumah sangat hening...
Dimana angga sebenarnya... Karna angga tak kunjung menjawab panggilanku aku memutuskan untuk berjalan ke atas mencarinya barang kali saja dia dikamar...
"angga... Kamu dimana?" ucapku sambil menaiki tangga...
Setelah sampai diatas kulihat piano terbuka di situ ada secarik kertas bertuliskan "hallo sayang, maaf membuatmu mencariku, aku mau mengajakmu bermain petak umpet sebentar ❤️"
Karna membaca surat itu akupun memutuskan untuk masuk ke kamarnya...
Deg.... Jantung ku bekerja lebih cepat karna ini pertama kalinya aku akan masuk ke kamar pria dan itu adalah kamar kekasihku
" hei angga... Kamu dimana"
Setelah masuk kamar ku lihat lagi kertas diatas meja nakas samping tempat tidurnya "waaah ternyata kekasihku berani juga yaa masuk ke kamar ku 😁...
Baiklah sayang, sekarang kamu turun ke bawah dan datang ke taman belakang rumah ku"
Setelah membaca suratnya kembali akupun segera turun dan menuju taman belakang jujur ini sangat memalukan.. Bagiamna bisa dia membuatku ke bingungan seperti ini dan kemana tante arini?
Setelah sampai di lantai bawah aku membuka pibtu yang menghubungkan ruang keluarga dengan taman belakang dan ternyata.....
Ya tuhan apa lagi ini, kenapa pria ini selalu memberikan hal hal seperti ini batinku
Dan tak lama aku merasakan seseorang memeluku hangat dari belakang
"terimakasih sudah datang mencariku" ucapnya
"*heyyyy"
"makasih eve... Makasih udah mau jadi pacar aku... Dan maaf... Maaf kalau selama ini aku membuatmu jengkel dan merasa tidak nyaman" ucapnya
"tidak angga... Aku yang sangat berterimakasih... Terimakasih sudah banyak bersabar menghadapiku dan terimakasih atas kejutannya... Sekarang lihat kau membuatku malu angga, bagaimana bisa kau menyiapkan ini semua? Dan lihat apa yang aku kenakan? Kaos dan celana jeans uhhh ini tidak pantas angga"
"tidak sayang... Kamu cantik mengenakan apapun, percayalah*"
Setelah itu kamipun duduk dimeja yang sudah disediakan lalu makan malam bersama sambil berbicang....
To be continue....