
Angga...
Hari ini aku dan eve seperti biasa, ke sekolah bersama, namun tadi pagi ku lihat pria yang kemarin sore nasih berada dirumahnya, entah siapa karna memang eve belum mengenalkannya padaku, ada sedikit rasa curiga teehadap pria itu karna kemarin ku melihat sorot matanya sangat berbeda pada eve, dingin namun menyimpan ke rinduan yang sangat dalam...
"eve... Pria kemarin itu masih dirumahmu? Siapa dia ?" tanya ku..
"pria? Siapa? Yang mana, dan kenapa dirumahmu eve?" ujar putri membrondong segudang pertanyaan
"aaa... Yaa... Apa?" eve menjawab dengan canggung dan bingung larna kulihat dari tadi dia hanya melamun dan tak mendengar pertanyaan kami...
"eve... Tadi aku dan putri bertanya, siapa pria yang kemarin datang itu dan kenapa tadi pagi ku lihat dia masih ada dirumahmu, apa dia bermalam disana? Ucapku perlahan....
" ohhh ya ampun maaf aku tidak fokus pagi ini, dan yaa iti adalah kak andreas, kaka sepupuku, anak om alex, kemarin dia baru kasih tau kalau sementara waktu kak andy akan memegang alih perusahaan papa dan tinggal bersama ku, itu yang kemarin dia dan alex jelaskan" jawab evelyn...
"ohh gitu, syukurlah sekarang setidaknya kau ada teman dirumah eve, teman makan dan bercengkrama" ucap putri...
"oh yaa gimna put udah dapet izin belum untuk liburan ke bali minggu depan? Jangan bilang kamu lupa izin sama orangtua mu lagi" tanyaku
"oh iyah hampir aja lupa, aku kemarin udah izin ke mamah papaku dan mereka menyetujuinya asalkan dengan syarat no alcohol, no bikini, no drugs" jawabnya
"oke good job... Jelas 3 point itu tidak akan pernah ada diliburan kita, disana aku ada villa jadi tidak perlu khawatir dan kebetulan villa ku menghadap laut jadi akan sangat indah sekali jadi kalian ga perlu khawatir buat cari villa atau mobil lagi" jelasku
"and you litle princess? Sudah telpn om alex untuk acara minggu depan? Atau aku saja yang telpn om alex?" ucapku dengan nada sedikit menggoda eve...
"ahhh maaf aku lupa belum izin angga, nanti pulang sekolah biar aku telpn om alex dan tante regina yaa" jawabnya...
"oke aku tunggu jawabannya ya" ucapku...
Evelyn...
Hari ini aku merasa tidak fokus, memikirkan penjelasan kak andy kemarin malam, bagaimana bisa dia tinggal dirumah? Yaa walaupun hanya untuk tidur tapi sungguh ini akan sangat canggung bagiku, apalagi dengan nada bicara dan sikapnya kemarin... Ucapku.
"evee.... Ada apa? Kenapa sejak disekolah kamu tidak fokus, seperti memikirkan sesuatu!? Ayo bicara padaku" tanya angga, memecah lamunanku...
Dan kulihat ternyata aku sudah berada didepan gerbang rumahku....
"ahhhh sudah sampai ternyata" ucapku tanpa menjawab pertanyaan angga...
Kulihat ka andy didalam mobil, ahhh tumben sore ini sudah pulang, katanya kemarin dia akan pulang larut malam, kenapa sore sore sudah pulang... Ucapku dalam hati
Aku masuk kedalam meninggalkan angga, tanpa menjelaskan apa yang aku pikirkan
Setelah selesai makan malam aku melihat kak andy sedang duduk membaca berkas di ruang keluarga
"kak... Ada yang ingin aku bicarakan.." ucapku
"bicaralah" jawabnya dengan mata yang masih terpaku pada lembaran lembaran kertasnya...
"minggu depan aku, dan sahabatku berniat intuk berlibur ke bali, dan tadi aku sudah menelpon om alex dan tante regina, tapi kata mereka kepitusan ada pada kaka, karna kaka yang dirumah bersama ku sekarang" ucapku panjang lebar.
"mmm pergi saja" jawabnya dengan mata yang sempat melihat ke arahku sekilas...
"baik ka terimakasih" ucapku, setelah itu aku kemabali ke kamar dan mengirimkan pesan di grup whatsapp kami, yaaa aku angga dan putri, putri membuat grup chatting untuk kami dengan tujuan agar mempermudah komunikasi kami bertiga..
Andreas....
Hari ini adalah hari pertama aku ke kantor, dan kulihat evelyn dijemput seorang pria asing yang ku lihat kemarin dirumah dan di makam om dan tante...
Hati ku terbakar melihat Evelyn ku duduk berboncengan naik motor denganya....
Sungguh kau pengecut and... Kau cemburu tapi tak bisa melakukan apapun. Bahkan sikapku padanya sangat bertenfangan dengan isi hatiku... Ucapku dalam hati...
Dan saat aku pulang dari kantor lagi lagi aku melihat mereka berdua, bahkan aku melihat pria itu melepaskan helm dari kepala evee....
Tapi lagi lagi aku hanya diam tanpa berbuat apapun, karna ku rasa melihatnya terseyum saja sudah cukup membuatku bahagia. Yaaa walaupun bukan aku penyebab senyumnya dan bukan bersamaku juga di tersenyum bahagiaa.... Ini lah aku, mencoba memperhatikannya dalam diam, dengan sikap yang bertolak belakang dengan hatiku...
Setelah makan malam selesai eve menghampiriku dia meminta izin untuk liburan bersama sahabatnya ke bali dan kuyakin salah satu sahabatnya itu adalah si pria yang selalu menempel pada eveku....
Ingin sekali rasanya menolak dan tidak mengizinkannya pergi, tapi apa hak ku?....
To be continue*....