WHEN MY HEART IS BROKEN

WHEN MY HEART IS BROKEN
Fell into pain...



"ahhhhh.... Begini angga sebenarnya aku tidak ingin memberitahukan mu tentang evelyn tapi karna kau sudah sering memperhatikan eve, baiklah akan aku ceritakan... Eve sahabatku, dulu dia gadis yang ramah selalu tersenyum hangat walaupun dia pada dasarnya memang pendiam, dia sangat penuh dengan kasih sayang dari ke 2 orangtuanya, om dan tante selalu memberikan kasih sayang yang sangat dalam pada evelyn akupun terkadang iri melihat keluarga mereka yang penuh dengan kebahagiaan juga cinta yang begitu dalam... Tapi 4 bulan lalu aku mendengar kabar bahwa mobil yang dikendarai evelyn kecelakaan, orangtua evelyn meninggal ditempat karna terhimpit bagian belakang dari mobil lain... Padahal mereka akan merayakan tahun baru di villa mereka, setelah kejadian itu eve menjadi gadis pendiam dan sangat dingin... Aku tidak pernah melihat senyum dibibirnya setelah itu.... " ucap putri


Aku sangat terkejut dengan apa yang dikatakan putri, kukira gadis itu patah hati karna pria tapi ternyata lebih parah dari itu...


Evelyn...


๐Ÿ‚*I**sank into loneliness like half my life was lost ... No more happiness ... There is only a gaping hole in the recesses of my heart๐Ÿ‚*



Besok adalah hari ulangtahun ku....


Aku pergi ketempat dimana dulu aku menghabiskan waktu bersama orangtuaku...


Rasanya lain sekarang... Hanya aku sendiri duduk disini... Bagi sebagian orang aku mungkin berlebihan karna terpuruk dengan keadaan... Tapi itu bagi mereka yg belum pernah ditinggalkan, yaaa ditinggalkan oleh seseorang yang mereka sayangi... Bagiku dunia bagaikan runtuh, ragaku berada disini tapi hatiku entah dimana, mencari dan ingin mengikuti dimana orangtua ku berada...


Angga...


aku melihat evelyn berjalan... Dia menuju taman perumahan duduk dibawah pohon besar....


Lagi lagi aku mengikutinya, memperhatikannya dari jauh....


"sedang apalagi dia disana ya tuhan mengapa melihatnya seperti itu sangat menyakitkan sekali... Ingin rasanya aku memeluk tubuhnya yang kecil itu..." aku berbicara pada diriku sendiri


Satu jam kurasa dia duduk disana dan sekarang dia berjalan kembali...


Aku masih tetap mengikutinya dari belakang, langitpun seakan ikut bersedih melihatnya... Tetas hujan membasahi aku dan dia...


" apaaa.... Mengapa dia ke tempat seperti ini dimalam hari...." aku kaget karna baru aku sadar bahwa aku sudah berada ditengah banyak makam sekarang... Evelyn duduk diantara 2 pusara yang aku yakini itu adalah orangtuanya... Dan ya benar saja aku melihat nama mereka terukir disana...


" selamat malam paaa maaa.... Maaf eve baru mengunjungi kalian lagi... Papa dan mama pasti merindukan eve kan... Oh yaaa besok hari ulang tahun eve maaaa paaa.... Aku harap mama dan papa ada disamping eve besok.... Menemani eve kembali, rumah terasa sepi maa... Tidak ada makanan yg seenak masakan mama... Dan paaaa piano kita sudah lama berdebu... Tidak ada lagi yang memainkan piano itu untuk eve paaa... Eve rindu kalian... Bisakah kalian ajak eve bersama kalian? Kenapa kalian tinggalkan eve secepat ini? Untuk apa eve hidup jika tidak ada papa dan mama yang menyayangi eve.... " evelyn menangis diatas pusara orangtuanya.


Aku mendengar evelyn menangis dan berkata disana... Entah kenapa hatiku sakit mendengar setiap kalimatnya....


Bruuuuuggggg......


" eveeee.... Eveeee bangun... Ya tuhan dia pingsan... Ahhh kenapa panas sekali badanya..." aku menghampiri eve karna dia tersungkur disana...


Perlahan ku angkat tubuhnya yang sangat ringan, ku telpn supir dirumahku untuk menjemput kami...


Sampai dirumah aku rebahkan tubuhnya dikamar tamu...


" angga itu neng evelyn kan tetangga sebelah... " tanya arini panik...


"iyah maa tolong tadi angga melihat dia pingsan jadi angga bawa kerumah saja" balasku pada mama


Mama pun bergegas menyiapkan baju untuk evelyn karna bajunya basah dan kotor karna noda tahan...


Aku keluar dari kamar mencari obat dan menyiapkan kompres


"yaaa tuhan neng kamu kenapa, kurus begini, mata bengakak deuih..." arini bicara pada dirinya sendiri...


Tok tok tok... Aku mengetuk pintu


"ini mah obat dan kompresannya" ucapku sambil memberikan nampan.


"angga sini mama mau bicara" arini menarik tanganku keluar kamar


"yaa maa ada apa?" tanyaku


"itu si neng kenapa kok bisa begitu..." tanya arini


Akupun menjelaskan semuanya mama menutup mulutnya karna kaget mendengar cerita tentang eve dariku...


Tak lama aku mendengar eve memanggil mama dan papanya...


Evelyn...


"maa paaa.... Aku rindu... Jangan tinggalkan aku lagi kumohon... Ajak aku... Aku ingin bersama kalian..." aku memeluk mereka. Ku lihat mereka hanya tersenyum hangat padaku kurasakan pelukan mereka yang penuh kasih... Pelukan aku rindukan...


Tapi tak lama aku merasa mereka hilang entah kemana kucari mereka namun tak ada dimana mana... Hanya kegelapan sekarang yang ada... Aku berteriak memanggil mama dan papa...


Tapi aku mendengar seseorang memanggil namaku, dan aku merasa ada yang memelukku, hangat.... Siapa yang sedang memeluk saat ini...


Perlahan ku buka mata kulihat bahwa seorang pria yang sedang memelukku saat ini, aku kaget tapi aku tidak bisa melepaskan pelukan pria ini karna rasanya begitu hangat dan menenangkan...


***Angga**....


"eveeee bangun eveeee" reflek aku memeluk evelyn karna mendengarnya memanggil orangtuanya, terdapat airmata dipipi evelyn sembari matanya terpejam...


Entah dorongan dari mana aku berani memeluknya, yang kurasa saat ini hanya ini menjadi penguat baginya ingin aku melindunginya segenap jiwaku...


Kurasakan evelyn mempererat pelukanku terisak menangis didalamnya...


"menangislah evee... Tak apa... Ada aku disini, aku akan memelukmu hingga kau tenang... Keluarkan semua kesedihan mu eve... Dan berjanji besok kau akan bangkit, belajar tersenyum kembali seperti dulu, karna ku yakin orangtuamu ingin melihat senyummu yang hangat eve... Mereka akan sedih melihatmu seperti ini.... " ucapku sembari memeluk eve dan menenangkannya...


Mama melihat kami lalu keluar memberi ruang bagi kami berdua...


" ini minum dulu" ucapku sambil memberikan gelas berisikan air putih


"terimakasih..." ucap evelyn dengan lirih


"ayo makan dulu, maaf aku membawamu kesini karna aku bingung jika harus membawa kerumah mu. Bajumu diganti sama mama ku karna basah dan kotor, tanang saja aku tidak melihat apapun" ucapku menjelaskan karna ekspresinya yang kaget


"ahhh yaaa terimakasih angga maaf sudah merepotkan mu..." ucap evelyn


"tidak apa, jangan sungkan eve aku kan teman sebangku mu juga tetangga mu, jika ada yang kau butuhkan panggil saja aku, aku akan keluar sekarang kau istirahatlah" ucapku


"angga tunggu... Aku mau pulang saja" evelyn


Tak lama mamaku masuk kedalam kamar menghampiri evelyn


"neng... Udah istirahat dulu disini yaa, neng masih panas badannya, tante khawatir, ayo sini tante suapin makan dulu terus minum obat" ujar arini sembari menyendokan makanan untuk evelyn...


Aku melihat mama dan evelyn lalu keluar agar evelyn bisa lebih leluasa...


Evelyn...


Tante arini menghampiriku, duduk disebelahku sambil menyuapi makan, sedih rasanya, mengingat mama disaat seperti ini, berandai andai jika wanita didepanku adalah mama...


"ahhh maaf tante" ucapku kaget karna tante arini mengusap lembut airmata yang jatuh ke pipiku...


"nak... Tante merasakan apa yang kamu rasakan, orangtua tante meninggalkan tante diusia 10tahun, mereka meninggal karna penyakit kronis... Tapi nak hidup harus terus berjalan, kamu harus bangkit, semangat, dan kembali ke kehidupan mu, wajar... Sangat wajar jika kamu menangisi kepergian mereka karena memang tidak ada yang lebih menyakitkan ketika kita ditinggal oleh seseorang yang sangat kita sayangi... Tapi kamu juga harus ingat nak tidak ada orangtua yang ingin melihatnya terpuruk seperti ini, mereka akan bersedih disana, kamu harus kuat nak, kembalikan senyumanmu, ingat orangtuamu ketika kamu tersenyum berikan senyuman itu untuk mereka, jalani hidupmu kembali dengan baik tante dan angga akan ada untukmu nak jangan sungkan ... " ucap tante arini sambil menatap mataku dan memegang tanganku erat...


" terimakasih tante... Terimakasih.... " hanya itu yang bisa aku ucapkan karna aku tak mampu menahan tangisku lagi...


Tante arini memeluk ku erat, memberikan kenyamanan disana,


Setelah itu aku melanjutkan makan ku dan meminum obat, tak lama aku merasa mata ku mulai mengantuk karna efek obat pikir ku....


***Angga**.....


"maaa gimna eve ma? Udah baikan? " tanyaku


"sudah tenang saja dia lagi tidur sekarang, jangan diganggu, ayo naik keatas tidur sudah malam ini"...


Sebelum keatas aku lirik jam sudah menunjukan pukul 00:00 artinya sudah masuk hari ulang tahun eve...


Ku masuk perlahan kedalam kamarnya...


"Happy birthday eve, hope you soon find your happiness again, and hopefully I'm in your happiness eve" aku berbisik sambil merapihkan selimutnya...


To be continue .....