WHEN MY HEART IS BROKEN

WHEN MY HEART IS BROKEN
Bad memories...



Evelyn...


Hari ini kami akan makan malam disebuah restoran, yaa putri sudah bookinv salah satu restoran yang cukup mewah untuk makan malam kami, kulihat wajahnya sangat bahagia, rasanya tidak tega jika aku harus mendahulukan egoku karna trauma yang sangat menyiksa ini...


"Baiklah eve kau harus berusaha untuk menghilangkan traumamu ini, gak mungkin jugakan kalo kemana-mana harus naik motor atau sepeda" aku berbicara pada diriku sendiri


Selama di mobil aku merasa sesak, otakku berputar memikirkan kejadian itu... Tapi saat aku melihat putri dengan bahagiaanya, aku tekadkan untuk melawan ketakutan ku, dan angga juga selalu menggenggam tanganku memastikan bahwa ini akan baik baik saja...


Tapi tak lama hujan turun, sangat deras, otakku memutar kembali kejadian itu, kenangan buruk yang menyebabkan kecelakaan itu, yang merenggut nyawa ke 2 orangtuaku...


Ku dengar angga membuka pintu mobilku namun ku rasa pandanganku kabur, pusing, lemas, seperti ada bongkahan es disekujur badan ku...


Kecelakaan itu, suasana mobil yang aku tumpangi saat itu, tercium bau darah bercampur bau mesin yang hangus... Semua berputar diotak ku


"aaaa tidak tolong mama papa, selamatkan mama dan papa tolong tolong jangan tinggalkan eve... Tolong... Kembali maaa paaa..." aku berteriak melihat mereka terbujur kaku didalam mobil itu, kulihat badan mereka berlumur darah, terjepit mobil lain... Itu sangat mengerikan...


Andreas


Aku duduk menemani gadis kecilku, kulihat wajahnya yang pucat


"aaaa tidak tolong mama papa, selamatkan mama dan papa tolong tolong jangan tinggalkan eve... Tolong... Kembali maaa paaa..." ku lihat dia menjerit, ketakutan...


"*evee... Tenang disini ada kaka... Tolong tenang eve"


"ahhh tidak tolong mama papa, tolong mereka tolong*..." dia menangis dan berteriak...


Tak lama aku memencet tombol agar perawat datang, dan merekapun masuk ke dalam ruangan kami, bergegas menyuntikan sesuatu ke selang infus yang terhubung dengan tangan gadis kecilku... Sunggu tak kuasa melihat keadaannya seperti ini, sangat rapuh dan menderita...


Setelah para suster menyuntikan obat itu, eve menjadi lebih tenang dan kembali menutup matanya


"maaf tuan saya terpaksa memberikan obat penenang untuk nona evelyn, sesuai perintah dokter jika nona evelyn belum stabil emosionalnya maka mau tidak mau kami harus memberikan obat itu sementara waktu" salah satu perawat itu menjelaskan semuanya padaku...


Akupun kembali duduk disamping evelyn...


Tak lama ku dengar ponsel evelyn berdering ada nama seseorang yang muncul pada layar handphone tersebut Putri "haloo eveee, kau dimna eve? Ya tuhan maafkan aku eve" ku dengar suaranya panik


"halo aku kaka sepupu evelyn... Sekarang evelyn sedang berada di rumah sakit A, kalian bisa datang kesini jika mau"


"ahh baiklah tolong jaga evelyn ku, aku dan angga akan segera kesana"


Flashback on


Saat evelyn dibawa pergi oleh seseorang aku bergegas mencari putri di dalam restoran memberitahukan ke adaan evelyn.


"haaah? Apa maksudnya? Dia pingsan? Dimana? Bukannya tadi masih dimobil"


"traumanya put evelyn kembali mengingat kejadian itu spertinya, tadi pas pingsan dia di bawa sama kaka sepupunya itu, ayo cepat kita cari"


"ya tuhan ini salah ku angga... Kalau aja aku ga egois eve ga akan kaya gini"


"udah put ini juga gara gara aku dan rencana bodohku"


"heyyy ini saranku supaya kamu bisa nembak eve disini, ahhh sudahlah yang penting sekarang gimna caranya kita bisa cari evelyn angga..."


"coba telpn evelyn, aku rasa tadi dia membawa ponsel di tas kecilnya"


**Flashback off***...


πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Angga...


Sampai dirumah sakit kami langsung mencari kamar rawat evelyn...


Aku dan putri bergegas masuk ke kamar itu...


Kulihat pria itu duduk disamping evelyn..


"ya tuhan eve... Maafkan aku, semuanya gara gara ke bodohan aku eve... Maaf" putri mengenggam tangan evelyn dan menangis


"*sudahlah put, sabar aku yakin eve baik baik saja" ucapku


"KALIAN INI TAU DIA TRAUMA NAIK MOBIL, KENAPA KALIAN MEMAKSANYA NAIK MOBIL HAH*" pria dewasa itu membentak kami berdua


"heyyy kami tidak memaksa eve, aku juga sudah berusaha supaya eve mau membatalkan acara kami, tapi dia bilang dia ingin berusaha mencoba dan belajar untuk menghilangkan traumanya" aku menjelaskan padanya...


"sudahlah memang benar ini salahku angga, aku yang memaksa evelyn tadi, memang aku sahabat yang bodoh dan tak berguna" putri duduk menangisi evelyn...


"angga... Angga..." kudengar eve memanggil namaku lirih


To be continue...


🌷🌷🌷 Hallo semua maaf yaaa kalau banyak kata- kata yang salah atau masih terlalu kaku dalam bahasa2nya, ini novel pertama yang saya tulis, mohon komentar positifnya dan juga likenya supaya saya lebih semangat lagi menulis novel ini.. Terimakasih🌷🌷🌷🌷