WHEN MY HEART IS BROKEN

WHEN MY HEART IS BROKEN
Flashback



Back to 31 desember 2014


"hallo sayang, maaf papa tidak bisa pulang hari ini, papa terpaksa harus menghadiri pesta akhir tahun yang dibuat oleh salah satu sahabat papa di puncak, tolong sampaikan maaf papa kepada mama mu nak" ucap pria berusia sekitar 47tahun dia adalah willy agustin wijaya, dia menelpon anaknya yaitu angga agustin wijaya, yaaa dia sedang melaksanakan perjalanan bisnis saat ini dan terpaksa tidak bisa melewatkan malam tahun baru itu dengan istri dan juga putra semata wayangnya...


"ayolah pa, kemarin papa sudah berjanji akan pulang malam ini dan melewatkan pesta malam tahun baru bersama kami" ucap angga mengeluh


"maafkan papa sayang ini diluar rencana papa, sungguh... Tak enak rasanya menolak acaranya setelah papa berhasil memenangkan kontrak kerja sama dengan sahabat papa saat ini." jelas willy


"baiklah kalau begitu, kapan papa pulang, jika papa tidak pulang besok, aku dan mama tidak akan memaafkan mu"


"heyy boy, tenang papa akan pulang besok pagi, jaga mama untuk papa, ingat sampaikan salam sayang papa pada mama yaa, byee......" willy pun menutup telpnnya


Tepat pukul 14.00 willy melakukan perjalan dari jakarta menuju puncak, dia terpaksa mengendarai mobilnya sendirian tanpa ditemani supir karna supir pribadinya mendadak diare setelah mengantarnya dari bandung ke jakarta...


Dijalan willy merasa matanya mulai mengantuk, dan berat, dia terus mengusap wajahnya untuk menghilangkan ngantuknya dan ada rasa sedikit sesak didadanya, karna takut terjadi hal yang tidak menyenangkan akhirnya dia memutuskan untuk mengambil handphonenya bertujuan untuk menelpn istrinya tercinta, meminta untuk menemaninya sepanjang perjalanan...


"halo istriku" ucapnya dengan nada menggoda


"sudah ingat akhirnya kau masih mempunyai istri" ucap arini ketus


"ayolah sayang maafkan aku, bukankah angga sudah menjelaskannya padamu"


"iya dia menjelaskan semuanya dia menjelaskan kalau papanya lebih memikirkan hati sahabatnya ketimbang istri dan anaknya" arini kembali merajuk


"bukan kah kau sedang berkendara sayang" tanya arini yang mulai khawatir


"ya aku sedang di tol menuju puncak" jawab willy dengan nada yang berat


"apa kau baik-baik saja? Kau terdengar sangat lelah sayang, kenapa tidak menyewa supir sementara untuk menemanimu"


"tidak apa-apa aku baik baik saja, oh ya tolong jaga anak kita, aku sangat mencintai kalian berdua" tiba tiba willy mengatakan itu dan itu membuat istrinya gelisah


"katakan padanya sendiri besok saat kau pulang, hati-hati" ucap arini


"terimakasih sayang aku sangat merindukan mu" ucap willy lalu memutuskan telpnnya...


Semakin lama dadanya kembali terasa semakin sesak dan tiba tiba willy kehilangan kesadarannya saat sedang mengemudi, kakinya menginjak pedal gas dan membuat mobilnya melaju kencang tak terkendali sedangkan didepannya terlihat banyak mobil salah satunya mobil alphard yang tak lain itu adalah mobil keluarga william...


BRUUUUUAAAAAAAKKKKKK terjadilah kecelakan naas itu... Kecelakaan yang menyebabkan orangtua evelyn meninggal dan willy pun meninggal dikarnakan serangan jantung saat mengendarai mobilnya...


Setelah kejadian naas itu arini dan angga terpaksa pindah ke jakarta untuk melanjutkan perusahaan willy...


Angga sangat terpukul dengan kepergian papanya, begitupun arini tapi dia tidak bisa terpuruk dia harus melanjutkan perusahaan suaminya dan juga menjaga anaknya, angga yang selalu teringat perkataan terakhir daribpapanya pun berusaha tegar dan kuat menerima kenyataan pahit yang saat ini mereka alami


To be continued....