WHEN MY HEART IS BROKEN

WHEN MY HEART IS BROKEN
Angga (and now i know)



Saat perjalanan menuju toko buku evelyn tidak menyadari bahwa disitu dia berpapasan dengan angga yang sedang mengendarai motor sportnya... Angga yang melihat evelyn sedang berjalan memanggil evelyn...


"eveee...." Angga...


(evelyn mencari sumber suara dan saat dia memgetahui asal suara tersebut dia mengerutkan dahinya)


"ayoo naik eve aku antar, kamu mau pergi kemana?" Angga menghampiri evelyn dan menawarinya tumpangan


"ahh aku... Aku mau ke toko buku, terimkasih tapi aku sendiri saja" ucap evelyn...


"hei toko buku itu masih jauh sekali butuh 30 memit jika berjalan, ayo naik aku antar" bujuk angga terhadap evelyn


"tidak... Aku sudah biasa berjalan kaki... Aku pergi dulu" evelyn pun meninggalkan angga yang sedang terpaku dengan motornya...


(ahhh kenapa aku harus bertemu dengan pria itu terus...) batin evelyn...


(kenapa gadis itu selalu memghindar yaa, ada apa dengan dirinya, ahhh dia selalu membuatku khawatir, melihatnya selalu sendiran...) batin angga...


Sesampainya di toko buku evelyn pun masuk dan mencari novel yang hendak dia butuhkan...


Brukkkkk......


"maaf nona saya tidak sengaja)" ujar salah satu pelayan yang sedang mengangkat beberapa novel untuk disusun


"ahh yaaa tidak apa-apa, oh yaa saya sedang mencari novel yang berjudul sunshine becomes you karangan ilana Tan apakah ada?" tanya evelyn...


"ohhh iyah ada nona mari saya tunjukan..) ujar pelayan tersebut


Setelah mendapatkan novel tersebut evelyn pun pergi ke kasir hendak membayar novel yang dia beli...


Tanpa disadari ada pria yang mengikuti evelyn, memperhatikannya dari jauh... Pria itu mengikuti evelyn sampai evelyn masuk rumahnya memastikan bahwa evelyn baik baik saja...


Pagi hari telah tiba, hari ini siswa siswi SMA akan melaksanakan ujian semester...


Evelyn sudah duduk diruangan ujian, dia satu ruangan dengan angga... Putri menghampiri evelyn karna dia tidak satu ruangan dengan sahabatnya yang dingin itu


"morning eveeee" sapa putri dengan senyumnya yang ramah


"moring put..." jawab evelyn sambil melihat sahabatnya itu membawa kotak makanan...


"eveee mamaku membawakan makanan kesukaan mu, semangat yaa ujiannya" ujar putri sambil memberikan kotak makanannya


"terimakasih putri..." jawab eve dengan nada lirih...


Angga meilhat putri dan evelyn dengan expresi bingung, kenpa putri tetap gigih dan perhatian kepada evelyn padahal dia sangat dingin sekali jarang merespon...


Selesai ujian mereka semua pulang kerumahnya masing masing...


Angga sudah tau bahwa evelyn adalah tetangganya, yang pernah mamanya bicarakan juga.


Angga bingung dan penasaran kenapa evelyn selalu naik bis padahal ada 2 mobil mobil mewah dirumah evelyn...


Sesampainya dirumah angga berganti baju menuju kamarnya membuka balkon agar mendapatkan udara sore hari yang sejuk...


Setelah itu anggapun bermain piano memainkan musik 🎢yiruma - kiss the rain🎢...


Evelyn yang sedang tiduran disofa balkonnya pun mendengarkan musik yang angga mainkan, dia terhanyut dalam musiknya dan tertunduk menangis...


Angga yang selesai memainkan piano pun menuju balkon hendak menutup pintu tapi lagi lagi dia melihat evelyn yang sedang menunduk, wajahnya tertutup rambutnya yang panjang, yang angga pastikan bahwa evelyn sedang menangis....


(yaaa tuhan kenapa aku selalu melihat gadis itu bersedih... Kenpa hatiku sakit melihatnya seperti itu) batin angga bicara


🍁🍁🍁 Tak terasa seminggu sudah mereka menjalani ujian kenaikan kelas


🍁🍁🍁


Evelyn...


Hari ini 2 hari sebelum ulangtahun ku...


Dan hari ini juga sekolah melaksanakan kegiatan pentas seni yang diadakan siswa siswi disekolah...


Aku melihat angga diruang musik sedang memainkan tuts piano dengan jari-jarinya menciptakan nada yang lembut menghanyutkan jiwa, mengingatkan ku pada papah yang selalu bermain piano dirumahku...


"eveeee" sapa putri... Memecah lamunan evelyn...


"astaga..." ucap evelyn yang kaget oleh putri, sambil mengusap airmatanya kasar...


"eveee... Kau menangis..." putri memeluk evelyn karna dia tau apa penyebab eveyln menangis...


"sudah evee aku disini, jangan bersedih, sudah 4bulan berlalu eve, ada aku disini, mama dan papaku juga selalu menanyakan keadaan mu eve" ujar putri yang sedang memeluk dan mengusap lembut punggung evelyn...


"ahhhh... Maafkan aku put, aku tidak sadar menangis disini, aku hanya sedih mendengar lagu yang dimainkan angga" ucap evelyn sambil mencari angga yang tadi memainkan pianonya... Tapi setelah dia perhatiakan tidak ada angga disana...


(dimana pria itu? Cepat sekali menghilangnya**)


batinku...


Angga...


Sayup terdengar dua wanita sedang bicara... Yaaa itu putri dan juga evelyn aku mengendap memperhatikan mereka yang sedang berpelukan, melihat evelyn menangis dan putri sedang menenangkannya...


(4 bulan?? Apa yang 4bulan berlalu?) batinku berbicara


Aku mencari putri di sekitar kelas, kulihat dia sedang duduk bersama teman temannya tanpa ada evelyn disana, entah kemana gadis itu...


"putri... Bisa bicara sebentar?" aku mengajak putri karna ingin menanyakan tentang evelyn...


"ada apa? Bicara disini aja angga" balas putri


"tidak bisa put ini agak pribadi" aku membujuk putri agar pergi sebentar denganku...


"mmm baiklah" balas putri.


Sesampainya dikantin aku memasan 2 gelas minuman untukku dan juga putri


"begini put, ada yang ingin aku tanyakan..." aku pun memulai pembicaraan..


"ada apa? Tanyalah aku akan menjawab jika memang aku bisa menjawabnya hehehe" balas putri sambil terkekeh mencairkan suasana


"begini.. Ini tentang evelyn... Aku sangat penasaran dengannya, sudah beberapa kali aku memperhatikan eve melihat dia melamun, lalu menangis sendirian, entah itu disekolah ataupun dirumahnya..." ucapku


"uhhuuuukk.... Uhuuukk...." putri tersedak...


"kau... Sejak kapan kau memperhatikan evelyn dan bagaimana kau tau rumah evelyn?" putri terkaget dengan pertanyaan ku...


"begini... Aku sebenarnya tetangga evelyn, beberapa bulan yang lalu aku pindah kesebelah rumahnya, dan selalu tak sengaja aku melihatnya sendiri murung dibalkon kamarnya, sambil menangis kadang melamun dan memeluk sesuatu didadanya" balasku


"ahhhhh.... Begini angga sebenarnya aku tidak ingin memberitahukan mu tentang evelyn tapi karna kau sudah sering memperhatikan eve, baiklah akan aku ceritakan... Eve sahabatku, dulu dia gadis yang ramah selalu tersenyum hangat walaupun dia pada dasarnya memang pendiam, dia sangat penuh dengan kasih sayang dari ke 2 orangtuanya, om dan tante selalu memberikan kasih sayang yang sangat dalam pada evelyn akupun terkadang iri melihat keluarga mereka yang penuh dengan kebahagiaan juga cinta yang begitu dalam... Tapi 4 bulan lalu aku mendengar kabar bahwa mobil yang dikendarai evelyn kecelakaan, orangtua evelyn meninggal ditempat karna terhimpit bagian belakang dari mobil lain... Padahal mereka akan merayakan tahun baru di villa mereka, setelah kejadian itu eve menjadi gadis pendiam dan sangat dingin... Aku tidak pernah melihat senyum dibibirnya setelah itu.... " ucap putri


Aku sangat terkejut dengan apa yang dikatakan putri, kukira gadis itu patah hati karna pria tapi ternyata lebih parah dari itu...


To be continue....