
Evelyn kini sudah kembali kerumah, dia masih memikirkan kenyataan pahit bahwa papah anggalah yang membuat orangtuanya meninggal. Dikamar evelyn duduk diranjangnya
Tok tok tok...
"masuk" ucap evelyn
Alex pun membuka pintu dan masuk, disusul dengan regina "nak bagaimna keadaan mu apa sudah lebih baik?" tanya regina
"ya tante, eve baik baik saja" jawabnya
"eve... Tidak bisakah kau melupakan masalalu? Orangtuamu sudah bahagia disana, jangan terlalu menyalahkan keluarga wijaya, tante arini juga banyak kehilangan orang yang dia sayangi saat ini" ucap alex
Evelyn yang mendengarkan perkataan alexpun merasa dirinya disalahkan, dia keluar dari kamarnya...
Andreas yang melihat eve berjalan ke luar rumah pun mengikutinya, dan termyata eve pergi ke halaman belakang rumahnya, duduk dipinggir kolam renang dan memasukan kakinya... "bahkan setelah kecelakaan pun dia tidak memperlihatkan batang hidungnya lagi... Baguslah jadi aku tidak perlu repot repot untuk mengusirnya lagi" ucap evelyn... Padahal dalam hatinya ia merindukan angga...
"eve..."andreas memanggil
" ya kak"
"ayo masuk disini dingin, tidak baik untukmu" ajak andreas sambil memegang bahu evelyn..
Evelyn pun bangkit, dan berjalan menuju kamarnya lagi.
Dikamar evelyn teringat catatan yang diberikan arini, dia mencari catatan itu dan berniat untuk membacanya
"ini dia" ucapnya menemukan catatan tersebut
Dihalaman pertama tertulis...
Untuk sahabatku evelyn...
Hari ini aku baru tau apa yang terjadi dengan mu dan orangtuamu, semua itu adalah karna papaku eve, dia tidak sengaja menabrak mobilmu, papaku terkena serangan jantung saat mengendarai...
Aku sudah menceritakan tentangmu pada mama, aku yakin mama akan langsung mengetahui hal itu, walaupun mama tidak mengatakan yang sejujurnya padaku, tapi aku sudah mengetahuinya setelah putri bercerita tentangmu...
Maaf... Maaf.. Maaf...
Maaf karna aku terpaksa harus menyembunyikan semuanya, maaf karna aku sudah egois untuk mengembunyikan kenyataan pahit yang seharusnya kau ketahui... Tapi eve aku berjanji aku akan menjagamu sepenuh hatiku...
Halaman kedua
Aku berssyukur hari demi hari kau semakin terlihat bahagia, senyummu yang begitu indah membuat jantungku berdebar lebih cepat dari biasanya...
Bisakah aku berharap untuk menjadi lebih dari sekedar sahabat mu?
Aku selalu berharap waktu berhenti berputar saat melihat kau tersenyum, tertawa bahagia, karna aku takut ketika semuanya terungkap, semua hal itu akan kembali menghilang... Senyummu, tawamu, kebahagiaanmu...
Maafkan aku eve...
Halaman ke tiga
Aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku yaa aku dengan egoisnya ingin selalu bersamamu, tanpa kau tau kenyataannya seperti apa... Maafkan aku sungguh aku mencintaimu...
Halaman ke empat
Bahagia rasanya bisa mendapatkan kasih sayang dan cinta dari mu. Melihat kau tersenyum, membicarakan tentang masa depan kita bersama, kuliah di universitas yang sama kelak, dengan semua perhatian dan kasih sayangmu padaku, sungguh direlung hatiku yang paling dalam aku merasa ketakutan, takut semua ini akan berakhir...
Tapi jika suatu saat nanti kau mengetahui semuanya, aku harap kau tetap bisa bahagia, walaupun harus membenciku itu tak apa jika membuatmu bahagia... Yang perlu kau tau aku sangat mencintaimu EVELYN...
Evelyn yang membaca catatan tersebutpun menangis... Bagaimana bisa dia menjadi manusia yang egois dan menyalahkan oranglain, padahal itu semua kecelakaan yang sudah tuhan takdirkan... Dan anggapun harus kehilangan papanya.
Saat sampai dirumah angga, evelyn masuk tanpa mengetuk pintu
"angga... Angga.. Angga" memanggil angga frustasi
Arini yang mendengarnya pun bergegas turun keluar dari kamar anaknya "ada apa eve?"..
"tante maafkan eve, maaf karna eve sudah egois tidak mendengarkan penjelasan kalian" evelyn menangis
Arini yang mendengarkan evelyn pun langsung memuluk gadis itu erat "maafkan tante eve, tante yang salah sudah tidak jujur"
"dimana angga tante? Eve ingin bertemu dan minta maaf" tanya evelyn
DUAAAAAR seperti tersambar petir, arini menahan tangisnya , bagaimana bisa dia menjelaskan kepada evelyn...
"tante angga mana tante?" evelyn melepaskan pelukannya dan menatap arini
"angga..." ucap arini terputus.
"ya sudah eve langsung ke atas saja" ucap evelyn sambil berlari
Saat dia didepan kamar angga, dia meraih pintu itu dan tidak ada angga disana...
Evelyn masuk perlahan... Dia melihat banyak fto angga dan dirinya terpajang didinding...
Sampai akhirnya dia melihat foto angga diatas pianonya tersenyum manis dan sangat tampan dikelilingi lilin dan bunga...
Seketika tubuh evelyn rubuh... Dia terjatuh melihat foto itu...
"anggaaaaaaaaaaaa" evelyn teriak...
Arini bergegas menghamipiri evelyn "eve maafkan angga"
"apa Maksudnya ini? Mana angga tante, kenapa tante memajang fotonya seperti itu" ucap evelyn frustasi
"angga sudah tiada eve"
DEG.....
Evelyn menatap arini "ga mungkin... Mana bisa... Dia sudah berjanji akan menjaga eve tante" ucap evelyn.
Arini memeluk evelyn membantunya berdiri dan duduk diatas ranjang angga..
"maaf, maaf angga pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal eve, tapi kamu tenang saja sayang, angga akan selalu bersamamu disini" arini menunjuk dada evelyn
"apa maksd tante?"
"di dadamu, ada paru-paru milik angga, angga menitipkannya untukmu" jawab arini...
Evelyn mendengar perkataan arini terpaku "bagaimna bisa? Apa yang aku lakukan? Apa aku membunuh angga?" tanya evelyn
"tidak eve, kamu tidak melakukan itu nak, angga yang menginginkannya, dia menyanyangi mu nak" jawab arini tegar
Evelyn pun bangkit, berjalan dengan gontai, dengan airmata yang sudah membasahi pipinya, dan rambut yang berantakan...
Tak terasa langkahnya berhenti didepan sebuah pusara. Tertulis nama Angga wijaya disana...
To be continue