
*Jakarta 10 mei 2014
**Andreas***...
Hari ini aku baru saja menginjakan kaki di Indonesia setelah hampir 10 tahun aku tidak pernah ke indonesia, dan kali aku berada dijakarta, yaaaa niatku untuk melanjutkan perusahaan om dava dan menjaga princess ku, jujur saja saat ini aku merasa sangat gugup namun tak sabar juga ingin segera berjumpa dengan gadis yang selalu ada didalam hatiku selama ini, sebenarnya aku sudah beberapa kali bertemu dengan evelyn, namun belum pernah mengajaknya bicara secara langsung, jangankan berbicara, menyapanya saja aku belum berani, entah kenapa gugup sekali rasanya, padahal aku tidak pernah begini jika bertemu wanita lain...
Sebelum menuju ke rumah evelyn aku memutuskan untuk mengunjungi makam om dan tanteku...
Sampai dipemakaman aku mencari blok dimana mereka dimakamkan namun saat aku berjalan menuju sana aku melihat seorang gadis yang ku kenal bersama pria asing, entah itu siapa... Aku melihat evelyn duduk menangis disana dan pria itu memegang bahu evelyn erat, tak lama ku lihat mereka berpelukan...
(ahhh lagi lagi aku terlambat) ucapku dalam hati... Tak lama aku melihat mereka berdua pergi, mungkin kembali kerumahnya...
Aku pun berdiri diantar pusara om dan tanteku, menyimpan bunga diatas nisan mereka...
"Hallo om tante, maaf andy baru sempat mengunjugi kalian, maaf andy sangat terlambat mengetahui kalian sudah tiada, maaf juga karna andy tidak bisa menjaga evelyn lebih awal, maaf... Semoga om dan tante diberikan tempat terindah diatas sana, andy tidak tau lagi mesti bicara apa, tapi andy izin untuk memegang perusahaan om sementara waktu, kelak jika eve sudah dewasa perusahaan itu akan andy kembalikan, dan andy akan berusaha menjaga evelyn, walaupun andy tau sudah ada orang yang menjaganya saat ini, tapi andy akan tetap menjaganya dalam diam.... " ucapku...
Jujur saja saat ini hatiku sakit, kecewa, dan sangat marah pada diriku sendiri, kenapa aku telat mengetahuu ini semua, mengapa bukan aku yang berada di sisi evelyn, kenapa bukan aku yang memeluk untuk menenangkannya, bukan aku yang menghapus air matanya, bukan aku juga yang membuatnya tersenyum... Itu yang kurutuki dalam batinku...
Sungguh aku pria bodoh dan pengecut.....
Evelyn...
Aku diantar pulang oleh angga hari ini, dia menenangkan ku lagi saat aku mengunjungi orangtua ku, tak ku sangka seperhatian itu angga padaku dan orangtuaku, jujur ada sedikit rasa bahagia dihatiku saat ini...
"sudah sampai tuan putri, ayo masuk kerumah" ucap angga...
"ahh yaa, angga, terimakasih karna tadi sudah...." ucapku canggung
"its okey eve, aku sudah bilang kan janjiku apa, ingat selalu itu jika memang kamu mau berterimakasih cukup berikan aku senyuman" ucapnya sambil mengacak poni rambutku.
"*memangnya boleh?" tanyanya
"mmm anggap saja imbalan karna selalu menemaniku hehe* " jelasku
"mm baiklah" ucapnya
Kami pun masuk kedalam rumah, dan aku meninggalkan angga sebentar untuk mengganti pakaian, setelah itu aku kembali ke ruang tamu dimana angga berada.
"angga, ayo ke meja makan" ajakku
Anggapun mengikutiku berjalan menuju meja makan... Kami makan bersama
Menyenangkan rasanya aku bisa makan bersama dengan angga, setidaknya aku tidak berada dimeja makan yang besar ini sendirian...
"evee makasih yaa udah ngajak aku makan, masakannya enak," ucapnya...
"oiyah sama sama angga, itu bi mimin yang masak" jelasku...
"syukurlah kalau den angga dan non eve suka, sudah lama bibi ga lihat non evelyn makan selahap ini, mungkin karna di temani den angga yaaa" ucap bi mimin sambil tersenyum.
"ahh bibi bisa aja, oiyah panggil angga aja bi ga usah pake den hehehe" jelasnya...
*Tok tok tok.... Ada yang mengetuk pintu rumah, dan bi mimin pun bergegas membukakan pintu...
**To be continue***....