WHEN MY HEART IS BROKEN

WHEN MY HEART IS BROKEN
Help me please...



Angga...


Sampai dirumah sakit aku dan putri masuk ke ruang perawatan evelyn, kulihat kakak sepupunya duduk disamping gadis yang ku sayangi saat ini...


Putri menghampiri evelyn menangis menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa evelyn saat ini, belum lagi bentakan dari kaka sepupunya evelyn membuat putri semakin merasa bersalah...


Kamipun berdebat saling menyalahkan


"angga... Angga..." kudengar evelyn memanggil namaku lirih...


"ya eve aku disini" aku mengahapirinya dan menggenggam erat tangannya, kulihat wajahnya pucat, lemah...


"angga tolong mama dan papa ku tolong aku angga" evelyn histeris, kulihat matanya ketakutan, memohon...


"eve tenang eve kami semua disini, maafkan aku" ucapku menenangkannya, evelyn memelukku erat, ketakutan, itu yang aku rasakan ketika dia memelukku, pelukannya menjelaskan bahwa evelyn tidak baik baik saja...


Jujur aku tak menyangka akan separah ini efek trauma pada dirinya, karna memang badu kali ini dia mencoba untuk berkendara menggunakan mobil lagi setelah kejadian yang lalu...


Kulihat putri ikut memeluk evelyn, dia menangis dan minta maaf...


Setelah setengah jam kemudian evelyn sudah mulai tenang kembali...


"maafkan aku, karna aku makan malam kita gagal"


"hey makan malam itu tidak penting lagi eve... Maafkan aku yang sudah egois memaksakan semua ini ..." putri terisak...


mereka berpelukan lagi, ku lihat kaka andy sudah tidak ada bersama kami lagi...


Dan tak lama salah satu suster masuk ke ruangan kami, meminta aku untuk berbicara kepada dokter mengenai kondisi evelyn...


"*silahkan masuk"


"maaf saya angga, sahabat evelyn selama disini saya yang bertanggung jawab atas evelyn*" ucapku melihat dokter yang bingung melihatku


"*ahh yaa baiklah, maaf karna sebelum anda datang tadi saya bertemu dengan seorang pria yang mengatakan bahwa ia kakak sepupu nona evelyn"


"yaa tadi memang ada tapi saat ini saya tidak tau dia kemana, sepertinya dia ada urusan*" jelasku


"jadi begini sodara angga, kondisi evelyn saat ini bisa dikatakan trauma berat, itu dikarnakan ada kenangan atau kejadian yang sangat buruk yang membekas dimemorinya, dan akan coleps ketika si pemicu trauma itu datang, saya sarankan nona evelyn menjalankan beberapa konsultasi bersama pskiater untuk mengatasi traumanya dan juga depresinya" dokter menjelaskan semua padaku


"ahh baiklah dok terimaksih atas semua penjelasannya" aku pergi keluar daei ruangan itu...


Aku pikir selama ini aku bisa mengurangi efek dari kecelakaan itu tapi ternyata tidak.. Evelyn hanya menimbun semua didalam hatinya, hingga saat ini dia menjadi seperti ini... Aku harus segera membawa evelyn pulang dan membujuknya untuk konsul dengan psikiater...


Aku masuk kembali ke kamar evelyn, ku lihat evelyn dan putri sudah tidur, aku memutuskan untuk menemani gadis kesayanganku kembali, duduk disampingnya...


Andreas...


Aku terpaksa pergi dari ruangan itu, karna tak sanggup melihat eve memeluk angga, yaaa dia memanggil angga ketika dia baru sadar, memeluk pria itu erat, meminta pertolongan, mencari kenyamanan...


Bukan salahnya jika angga yang ia cari, bukan aku... Ya karna sikapku pada evelyn selama ini sangat dingin dan cuek, padahal itu semua hanya untuk menutupi sikapku yang pengecut, tidak berani untuk mencurahkan segala perasaanku padanya... Ini semua berbeda dengan karakter ku, aku terpaksa membuat benteng diantara aku dan evelyn...


Tak lama setelah aku keluar aku melibat beberapa perawat masuk, dan angga keluar dari kamar, aku mengikuti langkahnya, ku lihat dia masuk ke ruangan dokter yang menangani evelyn tadi, aku mendengar pembicaraan mereka...


Begitu menderitanya evelyn saat ini, aku tidak menyangka akan separah ini efek dari kecelakaan tersebut...


To be continue...