WHEN MY HEART IS BROKEN

WHEN MY HEART IS BROKEN
Who are u?



Angga...


Hari ini aku sangat bersyukur sekali karna aku berhasil membuat eve tersenyum, dan ini adalah pertama kali aku diundang masuk dan makan bersama dirumahnya, kuharap jantungku tak bergeser melihat senyumnya terus menerus selagi dia makan tadi


Saat aku sedang berbincang dengan eve dan bi mimin kami mendengar suara ketukan pintu... Dan tak lama bi mimin pun menghampiri sumber suara tersebut


"*maaf cari siapa ya?" bi mimin


"permisi ini benarkan rumah om dava morgen william?" ujar andy.


"oh iyah betul den, tapi tuan dan nyonya sudah tiada den" jelas bi mimin...


"ahh ya maaf bi saya adalah keponakan dari om dan tante, juga sepupu evelyn" jelas andy


"ya ampun ini tuh den andreas yaa... Maaf den ayo masuk ke dalam kebetulan ada kami sedang makan didalam" ajak bi mimin...


Aku melihat sosok pria tinggi kekar yang entah itu siapa, berjalan bersama bi mimin...


"permisi non ini ada den andreas anaknya tuan alex" ujar bi mimin...


Evelyn*....


Ku lihat bi mimin berjalan bersama pria yang entah kenapa rasanya tidak begitu asing bagiku...


"permisi non ini ada den andreas anaknya tuan alex" ujar bi mimin...


"mmmm.... Iyah silahkan duduk kak..." ucapku


Aku melihat angga yang tak lama menghampiriku


"aku akan tinggal disinj sementara waktu, dan bi dimna kamar tamu? Bisa tolong antarkan aku? Aku lelah" ucap kak andy


" ahhh iyah den mari ikut bibi"


Angga mengahampiriku dan berpamitan untuk pulang karna mamanya sudah menyuruhnya pulang....


Aku bergegas naik menuju lantai 2 masuk ke kamarku


Ya tuhan apa lagi ini, kenapa kak andreas tiba tiba ke rumahku? Dan apa tadi yang dia katakam? Mau tinggal disini, dirumahku? Aahhhhh ini tidak akan nyaman bagiku ataupun kak andy... Batinku


Handphoneku bergetar terlihat nama om alex dilayar ponselku


"hallo eve, maaf om baru telpn, apa andy sudah sampai? Tadi pagi dia berangkat menuju jakarta harusnya saat ini sudah dirumahmu" tanya om alex..


"oh iyah om kak andy baru saja sampai, sekarang sedang istirahat sepertinya" jelasku


"syukurlah kalau begitu, dan eve sementara andy akan memegang perusahaan ayah mu, sekaligus tinggal dirumah untuk menjagamu nak... Om harap eve tidak keberatan dengan keputusan om" ucapnya


"hmm iyah om eve mengerti, dan maaf om eve mai istirahat kebetulan tadi eve baru mengunjungi mamah dan papah" ucapku


"oh baiklah sayang, maaf om mengganggu, dan eve, sering seringlah telpn om dan tante, maaf kami belum bisa ke indonesia lagi... Selamat malam sayang" om alex menutup telpnnya...


Huuhhhhh aku menjatuhkan badanku diatas ranjangku...


Andreas....


Siapa pria itu? Kenapa dia menempel pada evelyn... Dan apa tadi? Mereka makan malam bersama hah.. Sungguh andy kau jauh terlambat...


Tok tok tok


"ya tunggu sebentar..... Ahhh kak andy.... Ada apa kak?" evelyn membukakan pintu kamarnya.


"bisa kita bicara sebentar ada beberapa hal yang harus kaka katakan" ucapku.


"ba... Baik tunggu sebentar" jawabnya


"kaka tinggu dirunah keluarga" aku meninggalkan menuju ruang keluarga...


Dan tak lama evelyn menghampiriku...


Jujur aku tidak tau harus bagaimana bicara dengan evelyn, canggung rasanya satu rumah dengannya, karna slama ini aku biasa memperhatikannya hanya dari kejauhan saja.


"begini eve, maaf sebelumnya karna mendadak datang ke rumahmu, ini semua karna papa minta bantuan agar aku memegang perusahan om dava, dan juga tinggal bersamamu, aku tau ini akan sangat canggung bagi kita berdua, tapi tenang saja, aku hanya akan ada dirumah saat malam hari karna pagi hari aku akan segera pergi ke kantor dan kembali malam hari untuk beristirahat" ucapku menjelaskan situasi ini pada evelyn...


"oh iyah, tadi om alex juga sudah menjelaskannya ditelpn... Kalau begitu aku kembali ke kamar dulu kak..."


Ku lihat evelyn beranjak dari kursinya lalu bergegas ke kamarnya lagi...


Sungguh bukan ini mauku...


To be continue