
Angga...
Sudah hari ke 4 kami bertiga berada dibali, sangat menyenangkan menghabiskan waktu full bersama sahabatku, kulihat eve semakin banyak tersenyum, dan tak segan untuk bercerita, aku bersyukur karna usaha ku tidak sia-sia...
Hari ini kami memutuskan untuk pergi ke salah satu restoran terkenal dibali, oiyah selama dibali aku dan eve menggunakan motor yang memang ada divilla ku, dulu itu adalah motor papaku, sedangkan putri dia lebih suka bersepedah dibali, kami memang jarang berpergian jauh dari villa, karna itu pesan dari orangtuaku dan juga karna eve yang tidak bisa menggunakan mobil...
"putri kamu duluan aja sama angga, aku pengen coba naik sepeda" eve menghampiriku dan putri
"ngga ah... Emang kamu fau jalan mau naik sepeda" jawab putri
"Gimana kalau kita ber 3 naik sepeda kali ini?" ucapku
"kita mau makan di resto mewah dan berangkat naik sepeda? Yang bener aja" ucap putri
"heyyy" aku menyenggol tangan putri... Ku lihat raut wajah eve berbeda...
"maaf put" eve dengan nada menyesal
"oh yampun maaf eve aku tidak bermaksud menyinggung mu, hanya saja, bisakah kita mencoba kali ini untuk menggunakan mobil? Kali ini saja" putri memohon
"baiklah..." jawab putri...
Aku menyiapkan mobil untuk berangkat kulihat eve duduk di balkon dengan wajah yang gelisah...
"are u ok eve?" tanyaku
"**yaaa, i'm okey, tenang saja, aku juga berpikir aku harus segera menghilangkan traumaku"
"kalo kamu ragu kita batalin aja makan malamnya gimna?"
"noo, jangan angga, lihat putri udah seneng banget kita mau makan disana*"
"hey guys ayo naikk*...." putri masuk kedalam mobil, dia duduk dikursi belakang
Ku lihat eve masih dengan wajah gelisahnya, ku genggam tangannya, menuju mobil "*its oke eve..."
Ku buka pintu mobil dan mengantarnya masuk, dia duduk diseblah kursi ku, sepanjang jalan aku memegang tangan eve, kulihat wajahnya pucat, dan sedikit berkeringat...
"ahhh gimana kalo aku stel musik*" ucap putri
"oke" jawab ku
Kami mendengarkan lagu 🎶lili Allen-smile
Dan tak lama hujan turun, memang saat kami dibali beberapa kali hujan turun, dan saat ini tepat hujan lebat turun, kumerasakan genggaman tangan eve mengencang "eve..." aku melihat wajahnya sekilas
"aku turun duluan ya eve" ucap pitri sambil meninggalkan kami"
Aku keluar dari mobil, bergegas membukakan pintu untuk evelyn agar dia bisa keluar
"eveee... Ayo turun" kulihat pandangan matanya kosong, wajahnya pucat dan BRUUUUUUGGGGG....
"eveee... Ya tuhan eve... Bangun"
"hey apa yang terjadi, kau apakan evelyn hah" ku dengar suara seorang pria menghampiriku
"*kau siapa?"
"aku kaka sepupunya evelyn*" ucapnya sarkas
Dia merebut evelyn dari tanganku dan menggendongnya masuk ke dalam mobilnya...
Andreas....
Hari ini aku memutuskan untuk mengikuti eve lagi, kudengar mereka akan makan malam di salah satu restoran terkenal...
Ku lihat mobil keluar dari villa itu...
Dan berhenti di sebuah restoran mewah...
Tapi kulihat pria itu seperti panik
"hey apa yang terjadi, kau apakan evelyn hah" ucapku
Ku lihat eve tidak sadarkan diri wajahnya pucat dan penuh keringat dingin... Ku gendong dia dan segera aku masuk ke mobilku, melaju menuju rumah sakit terdekat...
Sampai dirumah sakit dokter menghampiriku
"*dokter apa yang terjadi? Sakit apa dia?"
"harap tenang pak, nona evelyn sepertinya pingsan karna gangguan kecemasan, saat ini kondisi tubuhnya drop karna dia menahan emosi yang ada pada dirinya, apa nona evelyn ada trauma pada sesuatu atau ada kejadian yang membuatnya teringat akan traumanya*?" dokter menjelaskan sekaligus bertanya padaku
" ahhh sayangnya saya tidak tau apapun dok saya hanya membawanya saja ke rumah sakit karna dia sedang bersama sahabatnya lalu saya lihat dia pingsan"
"baiklah kalau begitu, nanti ketika dia sadar tolong kabari perawat agar mereka bisa meninjau keadaan nona evelyn " dokterpun pergi
Aku masuk keruang perawatannya, ku lihat sosok gadis yang kusayangi telah terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit...
To be continue...