
Dua minggu setelah kepergian willy, arini dan angga pindah ke jakarta, sahabat willy sudah mempersiapkan rumah dan sekolah untuk angga,
Tepat ditanggal 1 febuari angga kembali melanjutkan studynya di sekolah yang baru...
Disitulah angga dan evelyn bertemu namun saat itu angga tidak tau bahwa evelyn adalah korban dari kecelakaan yang disebabkan oleh papanya, dan sunggu tidak disangka juga evelyn menjadi tetangga angga...
Beberapa kali angga selalu penasaran melihat eve yang dirundung kesedihan yang amat dalam, sampai akhirnya saat ada acara pentas seni angga mengetahui semuanya, penyebab evelyn bersedih...
Anggapun bercerita kepada arini mamanya, setelah itu arini mulai curiga bahwa evelyn adalah korban yang selama ini dicari oleh arini.
Memang pas terjadi kecelakaan maut itu arini sangat ingin bertanggung jawab dengan korban yang ditabrak suaminya, namun sayang mereka tidak diketahui dimana hanya saja arini mendengar kabar bahwa sepasang suami istri yang berada didalam mobil itu meninggal, dan meninggalkan anak perempuannya...
Arini memberitahu kebenarannya kepada angga setelah angga pulang liburan dari bali... Akhirnya angga semakin bertekad untuk menjaga evelyn, bukan karna rasa bersalah yang menghantui angga dan mamanya namun memang pria itu mencintai evelyn tulus...
Flashback off...
🏥🏥🏥🏥🏥🏥
Setengah jam setelah andreas berbicara dengan dokter, andreas bergegas menelpn orang tuanya yang berada di singapore "halo pa, tolong segera datang ke indonesia, dan tolong carikan donor paru-paru saat ini juga" ucap andreas terburu buru
Alex yang mendengarnya pun kebingungan "hallo nak, apa yang terjadi, untuk apa donor paru-paru nak? Kau baik baik saja?" alex pun bertanya kepada anaknya
"ya pah aku baik-baik sja, tapi evelyn... Aku gagal menjaganya pa, maafkan aku, karna aku dia mengalami kecelakaan aku tidak mengawasinya dengan baik maaf" andreas terisak tanpa sadar airmatanya telah jatuh membasahi pipinya...
Alex terkejut mendengar penuturan anaknya "ya tuhan, baiklah nak, tunggu papa akan memberitahukan mama, dan segera berangkat, kau tenangkan dirimu" ucap alex
"baik pah tolong cepat" andreas menutup telpnnya
Tanpa andreas sadari arini mendengar semua pembicaraanya ditelpn. Arini pun pergi kembali ke ruang perawatan anaknya "nak apa yang hadus mama lakukan sekarang, maafkan mama karna sudah merusak kebahagiaan kalian, andai saja mama tidak kembali mengenang kenangan buruk itu, maafkan mama nak" arini terisak menangis dihadapan anaknya
Arini berjalan menuju kamar perawatan evelyn, terlihat pria itu tertunduk dengan kedua tangan yang menyangga kepalanya, sungguh kacau keadaan andreas saat ini.
Bagaimana tidak keputusannya untuk pindah ke apartment dan memutus mata mata yang biasa menjaga evelyn dari jauh, karna dia yakin bahwa angga adalah pria yang tepat bagi evelyn...
"permisi nak, saya arini mama angga" arini duduk disebelah andreas
Andreaspun menegakan badannya dan menoleh ke wanita paruh baya yang saat ini duduk disebelahnya "yaa, bagaimana keadaan angga, mengapa bisa terjadi seperti ini" andreas bertanya kepada arini
"maafkan saya, ini semua terjadi karna saya" arini pun menjelaskan semua yang terjadi kepada andreas
Flashback on.
Hari ulangtahun angga, arini dan angga duduk dihalamn belakang rumahnya "nak bagaimana hubunganmu dengan evelyn" tanya arini
"semua baik baik saja ma, aku dan eve sudah resmi berpacaran saat ini, aku sangat mencintainya dan akan menjaganya selalu, kami memutuskan untuk masuk ke universitas yang sama di Singapore nanti ketika kami sudah lulus, mama tidak apa apakan?" jawab angga
" ya nak mama bahagia sekali melihat kalian berdua, mama harap kamu terus bersama eve dan menjaganya, karna bagaimanapun evelyn adalah tanggung jawab kita, mereka harus mengalami kecelakaan itu karna papahmu nak"
Flashback off...
Andreas yang mendengar semua penjelasan arini dari mulai terjadinya kecelakaan orangtua evelyn yang disebabkan oleh suaminya hingga kejadian saat ini yang menimpa anaknya, sungguh pria itu kaget tidak percaya, sungguh takdir sangat kejam mempermainkan keluarganya...
"ijinkan saya bertemu dengan evelyn" ucap arini lirih
Andreas masih terpaku, rasanya ingin sekali memaki wanita yang ada didepannya, namun bagaimana mungkin, saat ini arinilah yang sungguh sangat menderita, karna sudah kehilangan suaminya dan sekarang anak semata wayangnya sudah mengalami mati otak
To be continue