WHEN MY HEART IS BROKEN

WHEN MY HEART IS BROKEN
Difficult decision



Diruangan evelyn...


Terlihat sosok gadis dengan berbagai alat yang menempel pada tubuhnya, arini mendekati gadis itu, menggenggam tangannya erat "maaf... Maafkan tante eve, bertahanlah, tante mohon bertahan, kami sangat menyangimu eve tolong tetap bertahan walaupun kau membenci tante" arini terisak menangis melihat rapuhnya evelyn saat ini...


Andreas yang melihatnya pun bergegas keluar kamar meninggalkan arini dan evelyn disana.


Tak lama alex dan regina datang menghampiri andreas, mereka baru saja tiba dari singapore.


"bagaimana keadaannya an?" tanya alex dan regina


Andreas tidak menjawab, alex pun melangkahkan kakinya menuju ruangan eve, saat dia membuka pintu terlihat arini tengah membicarakan sesuatu


"eve maafkan tante yang tak bisa jujur dengan kenyataan pahit selama ini, maaf, karna tante pun tidak tau harus memulainya dari mana, melihat kamu dan angga begitu bahagia, tante hanya berharap kalian dapat melupakan kenangan pahit itu bersama, melalui hari hari yang menyenangkan tanpa mengungkit kenyataan yang pahit, maafkan tante eve... Tapi yakinlah angga sangat mencintaimu tulus nak, bahkan dia membuat beberapa catatan dibukunya tentang dirimu eve... Tante mohon maafkan angga..." arini terisak...


Alex yang mendengarnya pun mengurungkan niat untuk masuk keruangan itu, dia kembali menghampiri istri dan anaknya yang sedang duduk.


" jelaskan apa yang terjadi" alex menatap andreas penuh tanya...


Andreas pun menceritakan semu kejadian yang terjadi kepada evelyn dan angga. Alex dan regina sangat terkejut dengan apa yang dikatakan anaknya.


Tak lama mereka pun memutuskan untuk menghampiri arini.


Dikamar evelyn, alex regina dan andreas menghampiri arini, regina memeluk arini erat...


"tenangkan dirimu, evelyn anak yang kuat aku yakin itu" ucap regina sambil mengelus punggung arini, menenangkannya...


"jangan salahkan dirimu, ini semua sudah takdir yang tuhan berikan kepada kita" ucap alex


"bagaimana keadaan angga sekarang?" tanya regina


"ya tuhan... Lantas kenapa kau disinj, kenapa tidak menemani angga" ucap alex dengan wajah cemas


"ada hal yang harus aku katakan pada kalian" jawab arini.


"baiklah katakan nanti, sekarang ayo kita kembali ke kamar angga, aku mau melihat kondisinya" ucap alex


Mereka pun pergi menuju kamar angga berada, dilihatnya angga dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, wajahnya yang pucat dan berbagai alat yang ada ditubuhnya.


"aku akan membiarkan angga untuk mendonorkan paru-parunya kepada evelyn" ucap arini memecah keheningan diruangan itu


Alex, regina dan andreas yang mendengarnya pun sangat terkejut, karna secara tidak langsung arini sedang merelakan nyawa anaknya...


"apa maksudmu arini, apa kau tau apa yang kau bicarakan tadi, itu sama saja dengan..." ucap alex terputus


"aku yakin, aku tau, aku harus rela, karna ini memanf kemauan angga, dia sangat mencintai evelyn, dia yang menginkan evelyn selamat bagaimanapun caranya" ucap arini dengan nada yang lirih...


"ya tuhan arini" regina memeluk arini, menguatkan wanita itu.


"maafkan aku, karna keluargaku evelyn menjadi menderita" ucap arini


"omong kosong apa yang kau bicarakan, sudah ku bilang ini semua ujian dari tuhan, ini semua takdir. Kau orang yang sangat baik arini, jangan menyalahkan dirimu." ucap alex


"sudahlah keputusanku sudah bulat, aku akan tetap mendonorkan paru-paru angga untuk evelyn, saat berada di ambulan angga sempat sadar, dia menanyakan kondisi evelyn, dia mengatakan aku harus menyelamatkan evelyn bagaimanapun caranya, karna angga tidak bisa hidup jika evelyn tidak ada didunianya, walaupun dengan nyawanya angga rela, dia rela menyerahkan nyawanya agar evelyn tetap hidup walaupun evelyn membenci angga dan juga aku " jelas arini...


Andreas pun meninggalkan mereka dan kembali ke kamar evelyn...