
Sudah 2 hari pasca operasi, evelyn mulai membuka matanya andreas yang melihatnya pun bergegas memencet tombol bantuan untuk menghubungi staf perawat dan dokter.
"eve..." ujar andreas.
"hmmm"
Tak lama dokter dan beberapa perawat masuk kedalam ruangan.
Disisi lain alex dan regina yang baru sampai di rs melihat dokter berjalan masuk ke ruang perawatan evelyn pun bergegas mempercepat langkahnya, mereka ikut masuk ke dalam ruang tersebut.
Dokter memeriksa evelyn dengan teliti membisikannsesuatu ke perawat yang sedang mencatat kondisi evelyn...
"syukurlah nona evelyn saat ini sudah siuman, kondisinya stabil, nafasnya sudah mulai teratur dan baik baik saja, dalam beberapa hadi kami harus terus memantau kondisinya jika sudah sangat baik nona evelyn bisa segera pulang..." dokter menjelaskan kondisi evelyn
" syukurlah, terimakasih banyak dokter "ucap andreas
Regina dan alex pun mengehembuskan nafas lega..
" kau akan baik baik saja sekarang sayang" ucap regina mengelus puncak kepala evelyn...
"apa yang terjadi?" evelyn bertanya
"pulihkan dulu dirimu nak, istirahat lah kau baru saja siuman" ucap alex mengalihkan perhatian...
Arini sudah mendengar kabar bahwa evelyn sudah siuman, dia sangat bersyukur, walaupun anaknya sudah tak ada, tapi saat ini hembusan nafas evelyn adalah bagian dari angga...
5 hari sudah berlalu semenjak evelyn sadar, kondisinya semakin membaik, tidak ada alat apapun ditubuhnya kecuali infus yang masih terpasang saat ini
"bisakah kaka jelaskan apa yang terjadi padaku?" tanya evelyn kepada andreas
Andreas bingung harus bagaimana menyampaikan semuanya kepada evelyn "aku mendengar kabar bahwa kau dan angga mengalami kecelakaan" jawabnya singkat
"yaaa saat kamu berlari menyebrang jalan, disitu ada mobil yang melaju kencang, angga berusaha menyalamatkan mu eve namun terlambat, akhirnya kalian berdua tertabrak" jawab andreas
"lalu angga, bagaimana kondisinya? " evelyn terlihat panik, karna bagaimanapun angga masih pria yang sangat ia cintai saat ini, bahkan setelah mengetahui kenyataan pahit itu, dia hanya kecewa kepada angga yang tidak jujur kepada eve, emosi dan kemarahannya lah yang membuat evelyn lepas kendali saat itu.
Andreas terdiam lalu pergi keluar kamar, evelyn bingung melihat prilaku sepupunya itu.
Dan tak lama tante arini masuk kedalam kamar evelyn...
Evelyn memasang wajah yang tak terbaca, ia sangat khawatir tentang angga, namun dia juga masih sangat kecewa dengan arini
"halo eve, bagaimana kabar mu nak" tanya arini lirih..
Eve terdiam, tidak ada jawaban dari mulutnya, dia hanya melihat sepintas ke arah arini, dilihatnya kondisi wanita paruh baya itu sangat rapuh, matanya membengkak merah, tubuhnya kurus, kantung mata jelas terlihat disana, sejujurnya eve prihatin melihat keadaan arini namun ego mengalahkannya...
Arini berdiri didekat ranjang evelyn "maaf karna sudah tidak jujur kepadamu nak, tolong jangan salahkan angga, angga mencintai mu tulus, dan ini..." arini memberikan catatan kecil kedapa evelyn, menyimpannya di atas nakas samping ranjang evelyn...
Setelah itu arini pun bergegas membalikan badan, ia berjalan gontai meraih pintu kamar evelyn sebelum arini keluar evelyn bertanya "dimana angga, bagaimana kondisinya?" ucap evelyn
"angga baik baik saja, dia sangat baik sekarang, angga menitipkan catatan itu untuk mu" ucap arini lalu pergi.....
Evelyn melihat catatan kecil itu diatas nakas, diraihnya ragu..
Dan tak lama andreas masuk bersama dokter, dokter kembali memeriksa tubuh evelyn dengan teliti "baiklah saat nona evelyn sudah bisa pulang, kondisinya sudah sangat bagus dan baik, tolong jangan terlalu banyak melakukan aktifitas berat sementara waktu, karna bekas operasinya belum sembuh sempurna, dan jangan terlalu banyak fikiran, perbanyak istirahat" ucap dokter menjelaskan.
Evelyn sudah tau bahwa ia melakukan operasi tapi ia belum tau tujuan operasi tersebut. Andreas bergegas mengabari alex dan regina, memberitahukan kabar bahwa evelyn akan segera pulang ke rumah...
TO BE CONTINUED