WHEN MY HEART IS BROKEN

WHEN MY HEART IS BROKEN
Penyesalan



Di pemakaman evelyn duduk didekat sebuah pusara, yaaa itu adalah pusara kekasihnya...


"halo sayang, bagaimana bisa kau pergi begitu saja huh! Mana janjimu angga?!" dia menangis


"bagaimana bisa kau egois angga! Kenapa kau merelakan nyawamu hanya untuk aku?! Sekarang aku seperti pembunuh angga, aku membunuhmu angga... Maafkan aku angga" evelyn menangis terus menerus


Dipikirannya terbayang semua kenangan bersama angga, berputar seperti film di benaknya, evelyn menyesal karna sudah membuat angga tiada...


Disisi lain andreas yang mendengar kabar dari arini pun dengan cepat menghamipiri evelyn.. Dilihatnya gadis itu duduk memeluk batu nisan sambil menangis


"eve , ayo berhenti, bangun, angga tidak akan senang melihatmu seperti ini" ucap andreas...


"bagaimana bisa, bagaimana bisa tuhan setega ini padaku, apa salahku kak? Apa salahku? Kenapa tuhan Selalu mengambil semua orang yang aku sayangi? MAMA PAPA DAN SEKARANG ANGGA!!! SUNGGUH INI TIDAK ADIL!" evelyn bangkit dan teriak tubuhnya limbung, pandangannya menggelap...


Andreas yang melihat keadaan evelyn langsung menahannya, evelyn pingsan, andreas bergegas menggendongnya dan berjalan kembali kerumah...


Dirumah alex regina dan arini panik saat mengetahui evelyn tidak sadarkan diri....


Andreas tiba dirumah dengan menggendong evelyn, dibawanya gadis itu ke kamar, orang rumah bergegas menghampiri mereka.


"ya tuhan, begitu besar ujian yang kau limpahkan kepada kami" ucap regina


"aku harap evelyn bisa tegar mengahadapi semua ini" ucap alex


"maafkan aku, ini semua karna aku sudah memberitahu eve segalanya tentang angga" jelas arini


"tidak ini bukan salahmu arini, eve memang seharusnya sudah mengetahui semuanya, lebih baik begini dari pada dia mengetahuinya dari oranglain" ucap alex


Putri yang baru saja pulang dari bogor sekarang sedang diperjalanan menuju rumah evelyn, sesampainya disana putri bergegas masuk menanyakan kondisi sahabatnya "bagaimana keadaannya ka? " tanya putri kepada andreas


"dia sangat terguncang saat mengetahui semuanya" jawab andreas


"ya tuhan baru saja kau bahagia eve, kenapa cepat sekali waktu berlalu begitu saja" ucap putri lirih. Dia sangat prihatin melihat kondisi sahabatnya.


Putri duduk disamping evelyn


Andreas merenung, memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk evelyn...


Dia yakin kali ini evelyn akan lebih terpuruk dari sebelumnya...


Putri yang sedang duduk mengenggam tangan evelyn "kau harus kuat eve, dan bahagialah untuk angga"


Evelyn membuka matanya perlahan, dilihatnya wajah sahabatnya putri dengan samar, airmata kembali membasahi pipi evelyn


Putri yang melihat evelyn pun langsung mengelap air mata sahabtnya itu "sudah bangun, apa yang terasa sakit" tanya putri


Evelyn terisak "disini, hatiku kembali terluka put" jawab eve


Putri langsung memeluk sahabatnya erat "kau kuat eve, ingat kata katanya, dia ingin selalu melihatmu bahagia eve" ucap putri...


"bahagia tanpa dirinya? Bagaimana aku bisa put?"


Mereka berdua menangis, mengingat kembali kebersamaan mereka dengan angga...


Beberapa bulan berlalu evelyn sudah dinyatakan lulus SMA


Tidak banyak yang berubah dengan sikapnya, eve kembali menjadi dingin, tidak banyak bicara atau tersenyum


Saat mendapatkan surat kelulusan eve menghampiri alex dan regina yang sedang berada di ruang keluarga "om tante, eve akan pergi, eve tidak ingin tinggal disini" ucapnya


"baiklah sayang, kamu mau kemana?" tanya regina


"aku ingin ke paris" jawabnya


"baiklah, tapi bersamaku" ucap andreas sambil berjalan menghampiri mereka bertiga yang sednag berada diruang keluarga.


"tidak maslaah, dengan siapapun yang penting tidak di indonesia" jawab eve lalu pergi meninggalkan om dan tante juga andreas yang baru tiba.


To be continue