WHEN MY HEART IS BROKEN

WHEN MY HEART IS BROKEN
Remember



Angga...


Tak terasa sudah genap 1 minggu aku mengantar jemput evelyn menemaninya saat disekolah, ku sempatkan waktuku untuk selalu bersamanya, entah di perpustakaan ataupun saat makan siang.


Tepat seperti sekarang aku sedang makan siang bersamanya dan juga putri


"sore ini bisakan kita nonton bersama" ujar putri memecahkan lamunanku


"baiklah, ayo kita pergi, kau juga eve..." jelasku


"aku? Aku masih ada tugas yang belum selesai" jawab eve


"heyyy besok weekend, jadi kita bisa santai eve, ayolah udah lama kita ga nonton bareng" bujuk putri


Aku menatap eve penuh harap...


Sebenarnya sudah sering aku mengajaknya jalan dan makan bersama diluar sekolah tapi gadis itu masih sulit dibujuk, yaaa walaupun saat ini wajahnya tidak seburuk kemarin...


"oke tapi ga lama ya put" jawabnya


"yesssss" ucap putri


"oke sore ini kita berkumpul dirumahku, kebetulan tadi pagi mamah bilang siang ini dia mau memasak makanan dan membuat beberapa kue" ajak ku..


"okeeey" putri


Evelyn...


Setelah pulang bersama dengan angga dia menyuruhku datang jam 4 sore dirumahnya, jujur saja aku masih agak canggung bertemu tante arini karna kejadian malam itu. Walaupun tante arini sangat baik dan perhatian namun rasanya malu ketika dia melihatku menangis...


Dan sekarang aku berada dirumah angga, ragu mau mengetuk pintu atau tidak... Masuk atau tidak...


Ahhh rasanya ingin pulang saja.


Tapi tak lama tante arini membuka pintu rumahnya


"sore cantik, kenapa diem didepan pintu ayo masuk nak?" ucapnya sambil meraih tanganku menarik perlahan masuk menuju rumahnya.


"ada yang bisa eve bantu tante?" tanyaku


Melihat tante airini sedang menyusun beberapa kue dipiring


"sini sayang, coba ini, aaaaa" ucap tante arini sambil menyuapkan kue ke mulutku


"waaaah ini enak tante mirip bikinan mamah " jawabku lirih...


Tante arini memelukku, tak lama angga turun berjalan menuju kami berdua..


"hay eve... Ayo ke atas" ajaknya..


"eve ke atas dulu ya tante" ucapku


"yess have fun honey" ucap tante arini


15 menit berlalu aku dan angga diatas, diam disebuah ruangan, sejenis mini bioskop dirumahnya, dan tak lama putri masuk menghampiri kami..


"oh guys , sorry aku telat, jalanan macet" ucap putri sambil duduk disebelah ku.


Angga pun segera memutar film yang sudah kami tentukan...


Tak terasa 2 jam berlalu film yang kami tonton sudah selesai


Angga...


Aku memperhatikan gadis didepanku, yaaa dia memiliki senyum yang indah, ketika putri melontarkan candaan, baru kali ini aku melihatnya tersenyum dan itu membuat jantungku berdebar


"sudah selesai menatapnya angga?" ucap putri memecahkan lamunanku


"a... apa? Siapa?" jawabku gugup.


"hahaha kau memandang eve sampai tak berkedip angga" ucap putri sambil tertawa mengejekku.


Kulihat wajah eve sedikit merona mendengar ucapan putri.


"bagaimana bisa aku tidak menatap bidadari yang sedang tersenyum dihadapanku put" gombalku ikut memecah suasana


"wooooow... Kau berani sekali angga lihat ada yang merona disini" ejek putri


"ayolah put hentikan" ucap evelyn


Tak lama mamaku masuk ke ruangan kami


"makan malam dulu anak anak, ayo turun" ajak mama


"okey" jawab ku dan putri serempak


Dimeja makan aku melihat mama menaruh beberapa lauk dipiring eve dan putri


"ayo sayang makan yang banyak" ucap mama kepada putri dan evelyn


"yaa tante terimakasih" jawab evelyn dengan sedikit senyum namun sangat manis dimataku


"woooow ini enak tante, kayanya putri bakalan sering makan disini" ucap putri dengan mulutnya yg penuh


"baiklah kesini kapanpun kalian mau" jawab mamaku sambil tersenyum


Setelah makan malam selesai putri lamit lulang duluan karna supirnya sudah menjemput..


Aku melihat eve sedang membantu mama merapihkan piring tak lama aku mendengar dia mau pamit pulang ke rumah


"ayo aku antar" ajak ku


"ga usah angga, rumahku hanya bersebelahan dengan rumahmu" jawabnya


"tidak ada penolakan cantik, ayo pulang ku antar kau sampai depan pintu rumahmu" balasku sambil berjalanan mendahuluinya


Kulihat dia mengikutiku, kami jalan bersampingan


"Terimakasih" ucapnya sedikit berbisik


"terimakasih? Untuk apa?" jawabku


"sudah banyak membantuku" ucapnya


"tidak perlu berterimakasih eve, cukup kau tersenyum bahagia itu sangat membuatku senang dan ingat janjiku yaa" jelasku padanya


Sampai didepan pintu rumahnya dia pun masuk kedalam.


To be continue....