
Selepas kepergian sepasang kekasih itu yang sudah dipastikan mengalami masalah besar. Aldo dan Vania tertawa bersama setelah melakukan tos.
“Bagaimana? kamu puas?” Aldo merangkul Vania yang terus tersenyum merasakan kemenangan telah menjadi miliknya. Mereka berdua terus tertawa sepanjang perjalanan melintasi berbagai wahana permainan. Sampai ketika Boy melihat seseorang yang mirip dengan sahabat baiknya itu.
“Bro!” sapa Boy sembari menepuk pundak Aldo dari belakang. lantas keduanya pun menoleh. Tak bisa dipungkiri betapa terkejutnya mereka semua, termasuk Maya.
“Whoaahh... lihat! Pasangan mesum di internet itu ya?” pungkas Boy saat menyadari jika gadis manis yang bersama Aldo adalah Vania. Boy menyadari ada yang tidak beres saat Ardian buru-buru berpamitan pulang. tak menyangka jika semuanya ada hubungannya dengan kedua orang berlainan gender ini.
“Pasti kalian berdua kan penyebabnya?”
Maya menatap gadis di depannya. Ia tak menyangka jika Vania telah berubah menjadi angsa yang cantik. Namun, tetap saja perangai buruknya tak pernah berubah.
“Jadi Lo mengikuti kita pergi kemari Van?” tanya Maya. Boy sontak menoleh, menatap Maya curiga.
“Lo terlibat sama teman cupu Lo ini May? Kenapa pasangan brengsek ini sampai berada di sini?” Maya menjelaskan jika sebelumnya Vania menanyai keberadaannya karena ingin berkunjung ke rumahnya. Tetapi Maya mengatakan jika dirinya akan pergi keluar.
“Heh Cupu! Mau Lo berubah seratus kali lipat lebih cantik dari ini, bagi Gue dan Ardian Lo nggak lebih dari seorang bocah brengsek yang menghalalkan segala cara demi kepuasan Lo! termasuk keluarga Lo, yang menyebabkan orang tua Ardian sampai jatuh sakit.” Boy lebih leluasa meluapkan isi hatinya mewakili Ardian.
“Dan Lo May, kalau Lo masih berhubungan sama cewek ular ini, lebih baik nggak kita sudahi saja hubungan kita!” Maya menunjukkan jari tengah ke arah Vania, dan meninggalkan mereka berdua. Vania hanya tersenyum miris melihat teman baiknya memilih Boy.
“Lo pikir Cuma Lo aja yang berhak bahagia punya pacar populer, Hah! gue juga bisa, apa pun caranya akan gue ambil Fuck’ you! Gue bukan lagi si cupu yang bisa terus-terusan di permalukan.” amarah Vania bergejolak, mengeluarkan umpatan terpendam yang Ia miliki untuk Maya.
“Haha... Tingkah ABG memang menggemaskan.” tukas Aldo. Yang melihat Vania membalas temannya dengan cacian.
Tak disangka ternyata Vania dan Aldo mengikutinya sampai di wahana histeria. Mengetahui Dista duduk sendiran, mereka berdua berbagi tugas. Aldo memiliki satu kesempatan lagi untuk mendekati gadis berparas ayu itu. sedangkan Vania menunggu di pintu keluar wahana permainan.
Ardian berpamitan kepada Boy untuk berpisah di pintu toilet pria. Supaya Boy dan Maya bisa menikmati waktu berdua. Setelah keluar dari toilet, Ardian menemukan seorang gadis terjatuh dengan mengusap kakinya yang sepertinya terkilir.
Ardian hendak berlalu, karena sepertinya tak tampak serius. Namun, saat kekasih Dista melintas gadis itu mengaduh kesakitan dan menarik jins bagian bawahnya, membuat Ardian menoleh.
“Boleh minta tolong Kak, kaki ku terkilir.” Ardian menatapnya tajam, karena Ia pergi sudah cukup lama tak mungkin Ia membiarkan Dista sendirian menunggunya di bangku yang terletak depan wahana.
“Aduh, tolong saya kak, please! paling tidak sampai keluar dari sini.” rengek gadis itu lagi. rambut depannya tak beraturan. Membuat Ardian tak jelas memperhatikan wajahnya. Pria tampan itu berpikir hanya sebentar. Dan gadis itu pun segera merengsek leher Ardian untuk berjalan dengan bantuannya.
Dengan berjalan pincang, gadis itu terus mengerang kesakitan. Namun tak sedikitpun Ardian merespon. Sesekali pria itu menoleh ke tempat kekasihnya berada. Setelah berjalan cukup jauh, Ardian mendudukan gadis itu di bangku taman yang kosong. Yang sialanya di depan wahana roda raksasa yang tengah sepi peminatnya.
Gadis itu melihat kesempatan terbuka lebar untuk lebih dekat dengan pria tampan it yang tampak ragu. Dengan wajah mengiba gadis manis itu meyakinkan dengan mengatakan untuk yang terakhir kalinya.
“Aku malu mengobati kaki ku di sini, bisa membantu ku sampai ke Bianglala?” tangannya terus memijat pergelangan kakinya yang ‘sakit’.
“Ck! ” kesal Ardian yang mulai merasa di permainkan. Pria itu berkacak pinggang dan membuang muka.
“Serius Kak! Ini permintaanku yang terakhir setelah itu tak perlu kakak pikirkan lagi.” untuk menyingkat waktu Ardian menurutinya. dengan memapah gadis itu, mereka berdua memasuki bianglala. Saat Ardian hendak turun, wahana itu malah bergerak. Bergeser naik ke atas karena ada pengunjung lainnya yang antre di belakang mereka berdua.
“Brengsek!” umpat Ardian.
Hahaha...
“Ardian, si bocah populer... welcome to my heart!” tukas gadis itu yang ternyata adalah Vania.
...
Ardian berdecih. Sekeras apa pun gadis itu mencoba, putra kedua Imas tak akan pernah tertarik kepada Vania. Lawan bertanding cerdas cermatnya dulu yang telah mengacaukan kehidupannya. Vania berusaha membuat kesepakatan, jika Vania akan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dengan membawa Mama Anne ke sekolah dan membersihkan namanya.
Tak hanya itu Vania juga akan meminta maaf langsung beserta orang tuanya ke rumah. Tetapi Ardian tak percaya begitu saja. mengingat gadis cerdas seperti Vania pasti memiliki akal licik lainnya. Contohnya seperti yang gadis itu lakukan sekarang.
“tapi dengan syarat, Lo harus bersedia menjadikan Gue kekasih Lo seperti gadis itu, siapa namanya?” ejek Vania.
“Jangan pernah menyebut nama cewek gue seperti itu. Lo nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan dia.”
“Haha... asal Lo tahu, cewek modelan kayak Lo bahkan nggak berhak mendapatkan siapapun. Lo dan keluarga Lo sama-sama brengsek!” tukas Ardian. Ia tak ingin mengatakan hal itu, tetapi Vania yang memancingnya.
Jujur saja hati Vania sakit mendengar kata-kata pedas dari bibir pria yang Ia sukai. Namun, Ia harus menerima konsekuensinya karena akan merusak hubungan mereka berdua.
“Gue sudah nggak peduli, begitu juga dengan keluarga gue. selama mereka percaya bukan Gue pelakunya itu sudah cukup. Apa yang Lo harapkan dari pria miskin seperti gue, hah?”
“Gue akan menyewa Lo sebagai kekasih Gue, bukankah itu profesi Lo selama ini? apa kabar jika kedua orang tua Lo tahu?”
Hahaha... Vania terus menertawakan Ardian yang tak berkutik saat membongkar rahasianya. Mungkin selama ini, ketakutan Ardian hanyalah identitasnya terbongkar. Tanpa gadis itu ketahui, Ardian hanya mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk mencukupi kebutuhan dirinya tanpa merugikan siapapun. Karena setelah memutuskan untuk memakai jasanya, berarti sudah sama-sama menyepakati persyaratan itu.
“Lo tahu apa persyaratannya untuk jadi pacar Gue?” Ardian menguras emosinya saat bianglala berjalan melambat. Vania pun duduk mengangkat kaki dan terus mengejek kekalahan pria tampan itu.
“Gue hanya perlu memiliki uang banyak bukan?” sombong Vania.
“Cih! Jangan pernah berharap apapun dari gue termasuk physical touch. jika menolak berarti kesepakatan gagal.”
Vania menelan salivanya. Tak menyangka jika Ardian pria keras yang membatasi dirinya. tetapi apa yang dikatakan oleh Aldo kemarin malam saat mereka berdua berciuman di tempat konser. Vania mengiyakan dan menegosiasikan sejumlah uang dengan Ardian.
Ardian tak berpikir jika keputusannya akan menyakiti hubungannya. Selama Dista tak mengetahui hal ini, pasti tak akan pernah terjadi apa-apa. Gadis brengsek di depannya hanya mencoba mengambil keuntungan dari situasi yang dibuatnya sendiri.
“Berapa lama Lo butuh jasa gue?”
“Haha... cowok bayaran, Lo bahkan rela mengkhianati cewek Lo demi sejumlah uang.” Ardian tak peduli dengan ucapan Vania. Sampai saat bianglala itu turun, Vania terus mengejar Ardian dan mengecup singkat bibirnya. Pria itu tak menyadari kekasihnya telah berada di belakangnya. Vania sengaja melakukan hal itu untuk memastikan rencana memisahkan mereka berhasil.
Ardian menyesal, karena kekasihnya telah melihat kejadian itu. dan meminta untuksegera mengakhir hubungannya. Ardian menangis melihat kekasihnya memasuki rumahnya tanpa menoleh ke belakang. Gadis itu begitu sabar, tak ingin marah di tempat umum. Meskipun merasakan kecewa yang begitu dalam, Dista masih mau diantar pulang olehnya.
...