Unloved Wife

Unloved Wife
Bab 44 Mendapatkan informasi



"Kamu suruh satpam, untuk mengusir Naumi dari ruangan ku. Jangan sampai dia kembali masuk ke dalam ruangan ku lagi," ucap Devano yang memberikan perintah pada Randy, untuk menyuruh satpam mengusir Naumi dari dalam ruangannya.


"Siap bos," sahut Randy sambil mematikan panggilan teleponnya.


"Naumi datang ke kantor, Van?" tanya Rajendra yang mendengar sedikit pembicaraan antara Devano dan Randy di telepon.


"Iya Pah, Devano juga tidak tahu. Kalau dia berani datang ke kantor, padahal Devano dan dia sudah putus," jawab Devano yang membenarkan pertanyaan Rajendra papanya.


"Sebaiknya, kamu dan Meyra tinggal di sini saja. Mama tidak mau sampai terjadi sesuatu pada Meyra dan kandungannya. Apalagi jika kamu pergi bekerja ke kantor, pasti Meyra di apartemen sendirian dan merasa kesepian. Lebih baik kalian berdua tinggal di sini," ujar Belinda yang menyuruh Meyra dan Devano tinggal di rumahnya lagi.


"Papa setuju dengan yang di katakan Mama barusan. Jadi mulai sekarang kamu dan Meyra tinggal di sini saja, jangan tinggal di apartemen lagi," timpal Rajendra yang setuju dengan ucapan Belinda istrinya.


"Baiklah Mah, Pah. Devano juga setuju," sahut Devano yang setuju dengan ucapan kedua orang tuanya, yang menyuruhnya dan Meyra tinggal di rumahnya.


"Apakah kamu juga setuju, jika kita tinggal di sini lagi?" sambung Devano yang bertanya pada Meyra.


"Iya, aku juga setuju," jawab Meyra sambil tersenyum manis.


"Kamu baik-baik di sini, yah. Aku mau pergi bekerja ke kantor dulu," pamit Devano pada Meyra.


"Untuk sementara waktu. Kamu jangan pergi ke kantor dulu, Van. Sebaiknya, kamu mengerjakan pekerjaan kantor di ruang kerja yang ada di rumah saja." Rajendra mencegah Devano yang akan pergi bekerja ke perusahaannya.


Devano yang mendengar itu, ia mengkerutkan keningnya dan merasa heran dengan ucapan papanya.


"Kenapa Papa melarangku pergi bekerja di kantor?"


"Papa menyuruh kamu mengerjakan pekerjaan kantor di rumah, sebab Papa sangat yakin sekali. Kalau Naumi pasti akan datang lagi ke kantor, dan berusaha menemui kamu," jawab Rajendra menjelaskan alasannya, yang melarang Devano pergi bekerja ke kantor.


"Baiklah Pah, aku akan menuruti perintah dari Papa," balas Devano yang menuruti perintah dari Rajendra papanya.


"Sejujurnya, aku juga sudah tidak mau bertemu dengan Naumi lagi. Aku ingin mengubur dalam-dalam rasa cintaku kepadanya, sebab aku ingin memulai hubungan baik dengan Meyra yang tengah mengandung anakku," batin Devano yang tidak mau bertemu dengan Naumi lagi.


"Nanti Papa akan menyuruh Randy membawa pekerjaan kamu ke sini, Papa pamit pergi ke kantor dulu," ucap Rajendra yang berpamitan pergi ke kantor pada mereka bertiga.


"Iya, Pah. Hati-hati di jalannya,"


Rajendra menganggukkan kepalanya, menanggapi ucapan dari mereka bertiga. Sebelum ia pergi meninggalkan rumahnya.


_________


Sementara itu.


Di perusahaan Colarfas group.


Naumi yang sedang menunggu kedatangan Devano, ia di datangi oleh kedua security yang masuk ke dalam ruangan Devano.


"Mau apa kalian berdua masuk ke dalam sini?" tanya Naumi pada dua satpam yang bernama Supri dan Yono.


"Kami berdua di perintahkan, untuk mengusir Bu Naumi dari ruangan bos Devano. Sebaiknya Bu Naumi segera keluar dari sini," jawab Supri yang langsung menjelaskan tujuannya, yang di perintah Devano. Untuk mengusir Naumi dari ruangannya.


"Kalian berdua tidak bisa mengusirku dari sini. Apakah kalian berdua ini lupa? Kalau aku ini adalah kekasih dari bos kalian berdua," geram Naumi pada Supri yang berani mengusirnya.


"Kami berdua hanya menjalankan perintah dari bos Devano. Lebih baik Bu Naumi segera keluar dari ruangan bos Devano, sebelum kita berdua mengusir Bu Naumi dengan cara paksa," ujar Yono mengancam Naumi.


Naumi yang mendengar itu, ia menghentakkan kakinya dan menatap tajam ke arah Yono dan Supri.


"Lihat saja nanti, aku akan memecat kalian berdua. Jika aku sudah menikah dengan Devano," batin Naumi yang kesal di usir oleh Yono dan Supri.


Naumi segera melangkahkan kakinya, menuju pintu keluar, dan ia melihat tatapan mata para karyawan yang melihat ke arahnya sambil membicarakan dirinya.


"Padahal sudah di putusin sama bos Devano, tapi dia masih berani datang ke sini."


"Iya benar, sudah putus urat malunya kali."


"Hahaha..."


"Kata siapa, aku sudah putus dengan bos kalian semua? Aku ini masih kekasihnya, dan sebentar lagi akan menikah dengannya. Jadi kalian semua jangan asal bicara," ucap Naumi yang tidak terima mendengar perkataan para karyawan, yang mencibir dirinya.


"Mereka semua tidak sembarang bicara. Apakah kamu lupa dengan kejadian kemarin malam?" sahut Randy sambil menyunggingkan senyuman, dan mengingatkan Naumi tentang dirinya yang sudah putus dengan Devano.


"Huuuh, sial. Randy malah sudah datang ke sini lagi. Sebaiknya aku pergi ke apartemen Devano. Semoga saja Devano ada di sana, dan mau berbicara denganku." Naumi yang melihat kedatangan Randy, ia segera pergi dari perusahaan Colarfas group. Dan memutuskan pergi ke apartemen Devano. Karena ia ingin berbicara dengan Devano, dan membuat Devano kembali mencintainya.


Di perjalanan menuju apartemen Devano, handphone Naumi berdering. Ia pun segera menerima panggilan telepon dari Vivian.


"Halo Vi, ada apa?"


"Kamu sekarang lagi di mana?" jawab Vivian yang menanyakan keberadaan Naumi.


"Aku lagi di jalan, mau pergi ke apartemen Devano."


"Kalau begitu, kita bertemu di sana."


"Iya," sahutnya singkat.


Sesampainya Naumi di apartemen Devano, ia bertemu dengan Vivian yang mau menemaninya bertemu dengan Devano.


Akan tetapi, saat mereka berdua berada di depan pintu apartemen Devano. Mereka berdua yang dari tadi mengetuk pintu apartemen, tidak ada orang yang membukakan pintu apartemen.


"Sepertinya Devano dan Meyra tidak ada di dalam apartemen," lirih Naumi yang kecewa. Karena tidak bisa bertemu dengan Devano.


"Iya benar," timpal Vivian yang membenarkan ucapan Naumi.


"Huuuh, hari ini benar-benar menyebalkan sekali. Sudah di usir di kantor, sekarang di apartemen juga tidak ada Devano. Bagaimana caraku membuat Devano kembali mencintaiku? Bertemu dengannya saja aku tidak bisa," keluh kesah Naumi pada Vivian.


"Sabar Naumi, aku yakin kok. Kalau kamu dan Devano bisa bersama lagi," ucap Vivian yang memberi semangat pada Naumi.


"Bagaiman? Kalau kita pergi ke rumahnya saja, pasti Devano ada di sana," sambung Vivian yang memberi saran pada Naumi. Untuk pergi ke rumah Devano.


"Yang kamu katakan benar, Vi. Pasti Devano ada di sana, hanya saja ...


Di dalam rumahnya, pasti ada mamanya, aku pasti tidak bisa bertemu dengannya," sahut Naumi sambil menundukkan kepalanya.


"Kita coba dulu saja. Yuk kita pergi ke rumahnya," ajak Vivian pada Naumi. Untuk pergi ke rumah Devano.


"Baiklah," balas Naumi yang setuju dengan ajakan Vivian.


Mereka berdua pun segera pergi menuju ke rumah Devano. Saat mereka berdua sampai di rumah Devano, mereka berdua melihat Belinda yang akan pergi meninggalkan rumahnya.


"Kita ikuti mamanya Devano, Vi. Karena aku ingin memberikan dia pelajaran, ini semua pasti gara-gara dia. Sehingga membuatku, sulit bertemu dengan Devano." Naumi menyuruh Vivian. Untuk mengikuti mobil Belinda yang pergi meninggalkan rumahnya.


Vivian menanggapi perintah Naumi dengan cara mengagukkan kepalanya, dan ia segera pergi mengikuti mobil Belinda.


Naumi dan Vivian yang sedang mengikuti Belinda. Karena Naumi ingin memberi pelajaran pada Belinda, yang membuatnya sulit bertemu dengan Devano.


Belum sempat mereka berdua melakukan itu, mereka berdua melihat Belinda bertemu dengan Rajendra dan seorang lelaki yang akan masuk ke dalam restoran.


"Ayo kita turun dari mobil," ajak Naumi pada Vivian.


"Naumi, mau apa kita masuk ke dalam restoran? Nanti kita ketahuan. Bagaimana?" Vivian menolak ajakan Naumi, yang mengajaknya masuk ke dalam restoran.


"Aku ingin mendengar pembicaraan mereka, kamu tenang saja. Kita tidak akan ketahuan, kok. Jika kita mengunakan masker, pakailah ini." Naumi memberikan masker pada Vivian.


Vivian pun menerima masker itu, dan langsung memakainya. Sebelum ia dan Naumi masuk ke dalam restoran.


"Ini informasi yang sangat bagus sekali, aku sangat yakin! Kalau Devano dan Meyra belum mengetahui tentang ini semua," batin Naumi sambil tersenyum senang. Karena mendengar pembicaraan antara Belinda dan Rajendra yang bertemu dengan seorang lelaki, yang membicarakan tentang hubungan Meyra dan Devano.