Unloved Wife

Unloved Wife
Bab 33 Membela Naumi



Naumi dan Devano segera menengok, ke arah suara orang yang berteriak memanggil nama Devano.


"Ma__Mama," lirih Devano yang kaget melihat kedatangan Belinda yang masuk ke dalam apartemennya.


"Apa yang kalian berdua lakukan di sini?" tanya Belinda pada Devano dan Naumi.


"A___aku dan Naumi tidak melakukan apa-apa kok, Mah." Devano menjawab pertanyaan Belinda dengan gugup.


"Kamu pikir Mama ini tidak melihat! Apa yang kalian berdua lakukan barusan, Mama lihat dengan mata Mama sendiri. Kalau kamu dan dia akan berciuman di sini." Belinda menatap tajam ke arah Devano dan Naumi secara bergantian.


"Kenapa kamu membawa dia ke apartemen mu? Apa seperti ini kelakuan kamu? Selama tinggal di apartemen?" sambung Belinda yang kesal dengan kelakuan Devano.


"Tidak, Mah. Naumi baru saja pulang ke Indonesia," jelas Devano.


"Apa kabar Tante," sapa Naumi pada Belinda, yang tidak pernah menyukai dirinya berhubungan dengan Devano.


"Kabarku awalnya baik-baik saja, tapi setelah melihatmu ada di sini. Kabarku jadi tidak baik," cetus Belinda.


"Mana Meyra?" sambung Belinda yang menanyakan keberadaan Meyra. Karena ia tidak melihat Meyra berada di dalam apartemen.


"Meyra tadi pamit sama aku. Dia mau bertemu dengan temannya, Tante." Naumi yang menjawab pertanyaan Belinda, sambil mendekati Belinda yang mencari keberadaan Meyra.


"Dasar wanita tidak punya malu, kamu pasti sudah tahukan! Kalau Devano sekarang ini, sudah punya istri." Belinda mendorong Naumi yang datang menghampirinya.


Devano yang melihat itu, dengan sigap segera menolong Naumi.


"Mama jangan seperti itu," ucap Devano yang berhasil menangkap Naumi yang akan jatuh, dan ia tidak suka dengan perbuatan Belinda yang mendorong Naumi.


"Kamu tidak kenapa-kenapa kan, Mi?"


"Iya, aku tidak kenapa-kenapa kok."


Belinda yang tidak suka melihat kedekatan Devano dengan Naumi, ia segera memisahkan Devano yang sedang bersama Naumi.


"Suruh wanita itu pulang, dan cari Meyra." Belinda mengatakan itu, sambil menunjuk ke arah Naumi.


"Tapi Mah ...."


"Cepat lakukan perintah Mama, dan jangan membantah." Belinda segera menyela ucapan Devano, yang belum selesai berbicara.


"Tanpa Tante usir, aku juga akan pulang." Naumi yang kesal dengan kedatangan Belinda, ia memutuskan pergi meninggalkan apartemen Devano. Tapi sebelum Naumi pulang, ia segera mengambil tasnya, yang ia taruh di atas sofa ruang televisi.


"Baguslah, kalau kamu tahu diri." Belinda menimpali ucapan Naumi sambil melipat kedua tangannya di atas perut, dan tersenyum miring ke arah Naumi.


"Aku harap! Kamu bisa menepati janjimu," bisik Naumi di telinga Devano. Ketika ia akan melangkah pergi, meninggalkan Devano dan Belinda di dalam apartemen.


Devano tidak menimpali ucapan Belinda, ia membuang muka. Ketika Belinda mengatakan itu.


"Kamu dengar, ucapan Mama barusan tidak?" sambung Belinda yang kesal dengan sikap Devano.


"Iya Mah, aku dengar semua ucapan Mama. Aku ini sudah besar, bukan anak kecil lagi Mah. Tolonglah, hargai keinginanku. Bahkan menentukan pasangan hidup saja, harus menuruti keinginan Mama dan Papa. Jadi Devano harap! Mulai sekarang ini, Mama jangan terus ikut campur dengan urusan pribadiku," tutur Devano yang mengeluarkan isi hatinya.


"Mama melakukan itu semuanya. Agar kamu tidak salah memilih pasangan hidup. Karena wanita barusan, yang kamu pilih menjadi pasangan hidupmu itu tidak baik untukmu, Van. Sebab dia itu ..."


"Cukup Mah, jangan pernah menjelekkan Naumi lagi. Alasan Mama dari dulu seperti itu terus, Naumi tidak seperti itu Mah." Devano memotong ucapan Belinda. Karena ia tidak mau terus menerus mendengar alasan Belinda, yang selalu menjelekkan Naumi.


"Alasan Mama itu benar Devano, buktinya dia lebih memilih karirnya dari pada kamu. Kepulangan dia ke Indonesia sekarang ini, Mama sangat yakin sekali! Kalau dia itu cuman mau memanfaatkan kamu saja," ujar Belinda.


"Naumi tidak seperti itu, Mah. Devano harap! Mama jangan terus menjelekkan Naumi lagi. Karena hanya dia wanita yang Devano cintai, meski sekarang ini Devano sudah menikah dengan Meyra," ungkap Devano berterus terang tentang isi hatinya, yang masih mencintai Naumi. Meski sekarang ini, ia sudah menikah dengan Meyra yang tengah mengandung anaknya.


"Mama hanya ingin yang terbaik untukmu, Van. Mama bicara yang sejujurnya, dan tidak menjelekkan Naumi. Karena Mama sudah mendapatkan bukti perbuatan Naumi, dan ini buktinya." Belinda memberitahukan tentang alasan dirinya, yang tidak pernah menyukai Devano.


"Ti____tidak mungkin, Naumi seperti ini Mah?" Devano kaget melihat bukti foto Naumi, yang berada di handphone milik Belinda. Karena di foto itu, memperlihatkan foto Naumi yang sedang bermesraan dengan lelaki lain.


"Kamu masih saja membela wanita, yang jelas-jelas cuman memanfaatkan kamu saja. Padahal Mama sudah memberikan bukti kelakuannya padamu," geram Belinda pada Devano, yang tidak percaya dengan foto Naumi yang ia berikan pada Devano.


"Aku harus menyelidiki kebenaran semua ini. Sebelum memutuskan semuanya," batin Devano sambil memperhatikan foto-foto Naumi yang bermesraan dengan lelaki lain.


"Apakah kamu tidak percaya dengan semua bukti yang Mama berikan?" sambung Belinda yang mempertanyakan tentang bukti yang ia berikan pada Devano.


"Aku tidak tahu, Mah. Tapi aku ingin memastikan sendiri tentang semua ini," jawab Devano yang belum percaya sepenuhnya, dengan bukti yang di berikan Belinda.


"Terserah kamu, Mama pamit pulang." Belinda yang kesal dengan Devano, yang tidak percaya kepadanya. Ia memutuskan pergi meninggalkan Devano, di dalam apartemennya seorang diri.


Setelah kepergian Belinda, Devano segera mengambil handphonenya untuk menghubungi Randy.


"Halo bos, ada apa?" tanya Randy yang sudah menerima panggilan telepon dari Devano.


"Tadi pagi kamu datang ke apartemenku, mau membicarakan apa?" jawab Devano yang mempertanyakan tentang kedatangan Randy, yang datang ke apartemennya. Ketika ia dan Meyra akan pergi ke rumah sakit. Sebelum Devano memberikan perintah pada Randy.


"Aku mau memberitahukan kepada bos. Kalau tadi pagi Naumi pergi ke kantor, dia ingin bertemu dengan bos. Aku menyuruhnya menunggu di ruangan bos, dan mengatakan sebentar lagi bos akan datang. Tapi saat aku datang ke kantor. Naumi sudah tidak ada di dalam ruangan bos. Apakah bos sudah bertemu dengan Naumi?" Randy pun menceritakan semuanya pada Devano, dan ia menanyakan Naumi pada Devano. Karena ia sangat yakin sekali, kalau Naumi pergi menemui Devano di apartemennya.


"Jadi Randy sudah tahu, tentang kedatangan Naumi. Huuuh. Seharusnya tadi pagi aku mendengarkan dulu, apa yang ingin Randy bicarakan denganku. Sebelum aku dan Meyra pergi ke rumah sakit,'' batin Devano yang menyesal. Karena ia telah menghiraukan kedatangan Randy, yang ingin berbicara dengannya.


"Bos sudah bertemu dengan Naumi belum?" sambung Randy yang ingin mengetahui, tentang Devano yang sudah bertemu dengan Naumi.


"Sudah, dan aku akan memberikan tugas untukmu." Devano segera memberikan tugas kepada Randy, untuk menyelidiki tentang Naumi. Meski ia sudah mendapatkan bukti foto Naumi yang bermesraan dengan lelaki lain, yang ia dapatkan dari Belinda mamanya.


"Baiklah bos, saya akan menyelidiki semuanya." Randy menerima perintah dari Devano. Sebelum ia mematikan panggilan telepon dari Devano.