Two Introverts

Two Introverts
3. First



Langkah ragu Elina bercampur aduk dengan perasaan yang entah diketahui perasaan apakah itu..


Sang angin berhembus lembut menyapa jilbab cantik Elina. Kaysen yang telah menunggu di taman kota tertegun melihat sosok cantik nan manis didepan matanya.


"Imut sekali" gumam Kaysen.


"Assalamu'alaikum kak. Udah lama nunggu kah?"


"Wa'alaikumussalam.. Ah enggak, baru aja sampai.. hehe. Langsung aja atau jalan-jalan disini dulu?"


Elina terperanjat. (Jalan-jalan? Kok terasa seperti sedang pacaran?) batin Elina.


"Emm, apa gapapa kita jalan-jalan dulu disini? Berdua?" tanya Elina


"Gapapa kok, emang kenapa?"


"Yaudah kita cari camilan dulu yuk" Elina kegirangan saat melihat banyak jajanan yang disukainya seperti telur gulung, cireng salju, cireng isi, siomay, batagor, dll. Ya, jajanan tersebut sederhana tapi membuat yang mengonsumsinya ketagihan..


Kaysen mengangguk setuju meskipun dia bukan tipikal orang yang menyukai jajanan seperti itu, lebih tepatnya Kaysen lebih suka makanan berat.. Disamping itu Kaysen senang sekali berjalan-jalan.


Kaysen si ambivert meski dia hanya bermaksud memberi hadiah sebagai tanda persahabatan namun ia merasakan debaran yang tidak seperti biasanya..


(Ah, mungkin karena ini pertama kalinya aku bersahabat dengan perempuan yang umurnya jauh dibawahku) batin Kaysen.


...****************...


Usai puas menyantap camilan berlemak tersebut mereka melanjutkan pergi ke toko buku..


Elina juga sering menanyakan kabar Naila pada Kaysen. Elina dan Naila adalah sahabat baik bak adik kakak dimana Naila si penyayang yang selalu menjaga Elina dan Elina yang selalu ada disaat Naila membutuhkan teman bicara.


Pada saat itu di sekolah Naila di benua hijau, Naila jarang sekali bisa berbalas pesan dengan keluarga dan teman dari asal tempat tinggalnya. Dikarenakan sangat sibuk dan padatnya aktivitas di sekolahnya. Seringkali pesan dari temannya bisa satu bulan kemudian baru terbaca oleh Naila. Bahkan ada yang tidak terbaca sama sekali. Keluarga dan sanak saudaranya sering menelepon Naila untuk mengetahui kabar dirinya namun dia hanya bisa melakukannya sesaat sebelum istirahat di malam hari.


...****************...


"Kak, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Elina.


"Boleh.. Mau tanya apa?"


"Bagaimana sih caranya bisa mudah akrab dengan seseorang?"


"Emm.. itu adalah hal alami yang mengalir begitu saja, ....." belum sempat Kaysen melanjutkan, Elina menyela.


"Tapi aku nggak bisa."


Kaysen tersenyum lembut menatap Elina.. Dia bingung memikirkan kata-kata apa yang mudah untuk dipahami..


"El, bersosialisasi adalah kebutuhan setiap makhluk hidup terutama manusia.. Kita tidak akan bisa hidup sendirian. Kita pasti membutuhkan orang lain dalam hidup kita... Dan akrab adalah bonus dari suatu hubungan tersebut... Tidak semua orang memiliki kepribadian yang supel, tidak semua orang memiliki kepribadian yang ramah... Ada tipe kepribadian introvert, ambivert, dan ekstrovert... Dulu aku juga sangat tertutup seperti kamu, sampai aku memiliki julukan 'si sombong'. Tapi lama-lama aku mulai belajar untuk berbaur dengan orang lain... Langkah awalnya yaitu dengan menyapa terlebih dahulu. Aku tau pasti itu sulit bagimu dan kamu tidak nyaman dengan keadaan dirimu yang merasa sok akrab dengan orang lain. Tapi asal kamu tau saat kita menyapa orang lain, orang tersebut juga merasa dihargai keberadaannya. Meski enggak 'say Hai', setidaknya senyum saja sudah cukup. Senyum itu termasuk ibadah juga loh, hehehe. Menurutku begitu sih El penjelasan singkatnya"


Elina mencerna perkataan Kaysen dalam-dalam. Tak terasa mereka sudah sampai didepan toko buku...


...****************...