
Sejak menonton film penuh impian di mana sang pangeran mencari putrinya lalu menikahinya, Kelly bersumpah bahwa ia pun akan mendapatkan akhir bahagia selamanya; jatuh cinta, menikah, lalu memiliki anak. Cal selalu menertawakan ide itu, yang terus bertahan hingga belasan tahun kemudian. Namun kini setelah melihatnya sendiri, Cal tahu tidak pernah ada mimpi yang terlalu mustahil untuk diwujudkan.
Mengalihkan pandangan dari pasangan berbahagia itu, Cal harus mengakui keindahan alam di sekitarnya berhasil menyihirnya hingga sulit bernapas. Resort itu mengambil tema sederhana dan penuh cita rasa budaya, hampir segala sesuatunya masih menggunakan barang-barang tradisional dan hamparan air biru juga pasir putih semakin menyempurnakannya. Cal tahu Kelly memiliki selera yang bagus dalam semua hal, namun tempat yang kini menjadi tempatnya berpijak terlalu indah dan hampir sulit untuk dipercaya.
Hari sudah berganti malam. Dengan bunyi debur ombak juga semilir angin yang berhembus, para tamu undangan terlihat semakin berbaur. Cal tidak tahu bagaimana Kelly berhasil mengumpulkan orang-orang sebanyak ini dari seluruh penjuru dunia hanya untuk menghadiri pesta pernikahannya, namun sekali lagi Cal harus mengakui kehebatan saudari kembarnya itu.
"Jangan katakan kau sedang memikirkan pekerjaanmu, Calvert
Ellegra. Aku mungkin mencintaimu sepenuh hatiku, namun aku tidak akan memaafkanmu jika kau berani melakukan itu di pesta pernikahanku," omel
Kelly seraya menyilangkan kedua lengannya.
Cal hanya mengangkat bahu, sementara kedua orangtuanya-juga Leo yang berdiri di hadapannya-tertawa.
"Kau terlalu banyak bekerja, Calvert," ucap ibu Cal dengan kening berkerut khawatir.
"Dan efek samping dari terlalu banyak bekerja adalah menjadi satu- satunya orang tanpa pasangan di pesta pernikahan adiknya sendiri," timpal
Leo dengan senyum mengejek.
"Terus katakan itu dan aku akan mengambil adikku kembali," balas
Cal.
Kelly meninju lengan Cal dengan bibir mencebik, lalu melemparkan tatapan maut pada suaminya. Ayah dan ibunya lagi-lagi tertawa, berdiri sambil berpelukan dengan hati yang terasa hangat melihat kebahagiaan di wajah anak-anaknya.
"Aku sedang memikirkan bagaimana caramu membawa semua orang ke tempat ini," jawab Cal ringan.
"Itu bagian dari keuntungan sebagai seorang penari profesional." "Kau terlalu percaya diri, Kells."
"Kita mendapatkan kemampuan itu sama rata, Cals."
Mereka semua tertawa, lalu Kelly melangkah mendekat dan memeluk Cal. Selama sesaat mereka hanya terdiam. Meresapi debar jantung masing-masing yang terasa begitu serupa. Setelah 25 tahun hidup sebagai bagian dari yang lainnya, menerima kenyataan bahwa hal itu akan berubah membutuhkan pengertian yang besar.
Kini Cal tidak akan mendapat telepon tengah malam hanya karena Kelly bermimpi buruk; Kelly sudah memiliki seseorang di sisinya untuk menenangkannya. Dan masih banyak hal kecil lainnya yang tidak akan bisa mereka lakukan lagi. Hal kecil yang tidak terlalu penting, namun terasa sangat berharga.
"Kau tahu aku mencintaimu lebih dari hidupku, pastikan kau selalu bahagia, Kells. Jika suamimu itu membuatmu sedih sedikit saja, aku bersumpah akan memutar lehernya 180 derajat. Dan kau tidak akan bisa berbohong karena aku akan tahu. Ikatan batin dan semacamnya, ingat?" ucap Cal.
Kelly mengurai pelukannya, lalu mengangguk. Tiba-tiba seulas senyum menghiasi wajah Kelly dan Cal tahu ia dalam masalah.
Cal melupakan taruhan konyol itu. Sial.
Beberapa bulan yang lalu, saat Kelly mengumumkan tanggal pernikahannya, mereka membuat taruhan. Jika Cal mengatakan hal-hal manis tentang fakta bahwa mereka memiliki ikatan batin antar saudara kembar di hari pernikahan Kelly, maka Kelly akan mendapat apa pun yang ia inginkan. Berlaku untuk sebaliknya. Dan Cal baru saja membuat dirinya sendiri kalah dari taruhan itu.
"Baiklah, Kells. Katakan keinginanmu," ucap Cal pasrah.
Kelly tertawa senang, lalu tanpa ragu mengatakan, "Aku ingin kau membuat film di resort ini. Bukan film aksi bercampur teknologi canggih juga dunia aneh yang selama ini kau buat.
Aku ingin kau membuat film tentang jatuh cinta."