
Cal menaikkan sebelah alisnya demi mendengar nada protes yang keras dalam suara Avera. Selama sesaat Cal terdiam, lalu menyandarkan punggungnya tanpa memutuskan kontak mata dengan Avera. Dalam satu kalimat itu Cal mendapatkan jawaban atas pertanyaannya mengenai tujuan pernikahan sandiwara ini, juga melihat emosi yang benar-benar nyata dari wajah Avera. Meski samar, Cal tahu Avera ternyata tidak setenang yang ditunjukkannya.
"Aku juga tidak bisa menyetujui syaratmu mengenai hidup selibat selama satu tahun. Tujuanku menikahimu bukan untuk menjadi suami sesungguhnya, namun untuk mendapatkan resort ini," balas Cal tenang.
Serta-merta tubuh Avera menegang. Ia berusaha menutupinya, namun mata Cal yang telah terlatih dalam melihat bahasa tubuh sama sekali tidak tertipu. Ada alasan kuat dibalik syarat itu dan Avera menolak menjelaskannya.
Avera menghela napas. Berusaha meredam jeritan hatinya yang sibuk mencela bahwa semua laki-laki sama saja. Alih-alih mengucapkannya, Avera justru mengajukan sebuah solusi. Solusi yang tidak benar-benar ia sukai. Namun itu salah satu risiko dari negosiasi, bukan?
"Aku akan membiarkanmu melakukan. . . yah, hal yang ingin kau lakukan. Selama itu tidak mengganggu pernikahan sandiwara ini, aku tidak peduli. Kau bisa tidur dengan wanita mana pun. Pastikan wanita itu menutup mulut. Dan sebagai gantinya kau harus membiarkanku memiliki pembantu rumah tangga," ucap Avera tegas.
Cal mengangguk dan mereka kembali menegosiasikan syarat-syarat lainnya. Dengan sedikit pengaturan, juga banyak perdebatan, akhirnya
negosiasi itu selesai. Avera membaca ulang syarat-syarat yang telah mereka setujui.
-Wajib menjaga kerahasiaan negosiasi selama perjanjian berlangsung. Pemberitahuan atau pembocoran dari isi perjanjian dalam bentuk dan kondisi apa pun dianggap sebagai pelanggaran dan perjanjian akan dibatalkan.
-Tidak melakukan kontak fisik selain di hadapan orang lain. Semua kontak fisik yang dilakukan hanya bertujuan untuk mendukung sandiwara.
-Tidak mengganggu privasi satu sama lain dan dilarang keras menyelidiki masa lalu masing-masing atas dasar apa pun.
-Semua jadwal atau kegiatan yang membutuhkan kehadiran kedua belah pihak harus diinformasikan minimal tiga hari sebelumnya.
-Biaya kehidupan selama pernikahan akan ditanggung oleh kedua belah pihak dengan pembagian sama rata. Termasuk biaya pernikahan, pembelian rumah, juga perceraian.
-Tidur secara terpisah. Kecuali pada saat-saat diharuskan seperti pada acara keluarga dan lainnya.
-Memiliki hak dan kewajiban yang sama di rumah. Untuk hal-hal yang tidak dilakukan oleh pengurus rumah, dalam hal ini membersihkan kamar pribadi, harus dilakukan sendiri tanpa campur tangan pihak lain.
-Kedua belah pihak wajib melakukan tes kesehatan setiap tiga bulan sekali. Tes pertama dilakukan setelah pengesahan perjanjian dan tes selanjutnya terhitung sejak tanggal itu.
-Dalam kondisi apa pun, dilarang keras berpisah sebelum tenggat waktu yang telah ditetapkan. Pengalihan kepemilikan resort hanya bisa dilakukan satu tahun setelah pernikahan.
-Alasan dari perceraian akan didiskusikan pada waktunya. Dilarang menggunakan alasan yang merugikan salah satu pihak.
Avera meletakkan kertasnya, lalu mengatakan, "Aku akan memperkenalkanmu pada keluargaku minggu depan, di acara makan malam keluarga. Aku tidak peduli bagaimana kau ingin melakukannya, namun pastikan kau melamarku malam itu dan kita akan menikah dua bulan setelahnya."
"Bagaimana dengan cerita? Kau tahu, orang akan bertanya-tanya. Jika aku tidak salah ingat, kau memiliki tunangan yang akan menikahimu akhir tahun ini, bukan?" balas Cal.
"Katakan saja kita bertemu di resort ini, aku terpesona padamu dan kau terpesona padaku, lalu kita memutuskan untuk menikah," sahut Avera seadanya.
Cal berdecak, lalu berkata, "Tidak akan ada yang percaya pada cerita itu."
Avera menyipit, berusaha keras menahan tangannya yang sudah siap melempar bolpoin ke wajah tampan Cal.
.
.
.
.
Jangan Lupa setelah membaca tekan Like Makasih:-)