
"Apa yang sedang kau lakukan?"
Avera tersentak dari lamunannya dan menoleh ke asal suara. Hester yang berdiri di pintu kamarnya memasang ekspresi penuh tanya, namun belum sempat Avera menjawab, Hester sudah menemukan jawabannya dengan melihat pintu lemari Avera yang terbuka lebar.
"Kau tidak bisa menemukan gaun yang cocok?" tanya Hester.
Avera mengangguk, membuat Hester tertawa lalu beranjak menuju lemari Avera dan mulai memilih gaun-gaun yang digantung di dalamnya.
"Untung saja aku sudah sangat mengenal kebiasaanmu ini hingga memutuskan untuk datang membantumu. Aku tahu kau pasti merasa gugup karena akan berbohong. Yah, kau tidak pernah pintar berbohong. Hanya wajah tanpa ekspresimu yang bisa meyakinkan orang-orang. Namun kau tidak bisa melakukannya, bukan? Karena mana ada seorang gadis yang sedang jatuh cinta memasang wajah tanpa ekspresi?" celoteh Hester.
"Aku tidak pernah berpikir bahwa kebohongan semacam ini membutuhkan banyak hal rumit. Dan tentu saja masih ada pernikahan. Lalu parade pasangan berbahagia selama satu tahun penuh. Aku yakin hidupku tidak akan pernah membosankan," balas Avera.
Tiba-tiba Hester membalikkan tubuh, menatap Avera dengan serius.
"Kau tidak akan mundur, bukan?" tanyanya.
Avera menggelengkan kepala dengan tegas. Menyerah sama sekali tidak ada dalam kamus hidupnya. Tidak peduli betapa sulit, jika hal itu menyangkut Jill dan keluarganya, Avera tidak akan pernah menyerah.
"Lalu bagaimana dengan perjanjian kalian?" tanya Hester lagi.
Avera mengangkat bahu, lalu menjawab, "Kami menandatanganinya hari ini sebelum pergi ke rumah sakit. Tidak ada yang istimewa kecuali fakta bahwa Daniel terus menatapku seakan aku sudah gila."
Daniel adalah pengacara Avera. Mereka bertemu sepuluh tahun yang lalu di sebuah pesta yang diselenggarakan keluarga Daelan. Sejak saat itu mereka berteman dan ketika Avera memutuskan untuk bekerja di perusahaan ayahnya, Daniel mengajukan diri untuk menjadi pengacara pribadinya. Selain Hester, satu-satunya teman yang dimiliki Avera dan masih bertahan bahkan setelah tragedi keluarganya tujuh tahun yang lalu adalah Daniel.
"Terkadang aku berpikir Daniel memiliki perasaan lebih untukmu," gumam Hester.
Hester mengeluarkan sebuah gaun berwarna merah dan Avera menggeleng, lalu berkata, "Kau terlalu banyak menganalisis sesuatu yang tidak nyata. Kami hanya berteman. Lagi pula bagaimana kau yakin Daniel memiliki perasaan yang lebih untukku? Kau tahu ia lebih pandai memasang wajah tanpa ekspresi. Atau bisa dikatakan ia hampir tidak pernah memasang ekspresi apa pun di wajahnya."
"Justru karena ia begitu, aku bisa dengan mudah mengetahuinya.
Cara Daniel menatapmu sangat berbeda, Avera. Seakan-akan kau adalah pusat dunianya. Entah bagaimana kau bisa melewatkan hal itu," sahut
Hester.
Sebagai jawaban, Hester mengeluarkan sebuah gaun berwarna oranye dengan gradasi peach. Gaun itu jatuh tepat di atas lutut, tanpa bahu, dan mengembang di bagian pinggang. Serta-merta Avera membeku. Dari sekian banyak gaun yang belum pernah dipakainya, hanya gaun itu satu- satunya yang tidak akan pernah ia pakai. Karena gaun itu adalah hadiah ulang tahun dari ibunya tujuh tahun yang lalu. Gaun yang dirancang khusus oleh ibunya untuk pesta ulang tahun yang tidak pernah Avera rayakan. Ulang tahunnya yang kedelapanbelas.
"Tidak," tolak Avera.
"Avera, kau tidak memiliki banyak waktu. Kita tidak bisa pergi dan membeli gaun lain. Hanya ini satu-satunya gaun yang bisa mendukung sandiwaramu. Aku masih ingat betapa cantik kau dalam gaun ini, selain fakta bahwa warna gaun ini sangat cocok untukmu. Ayolah, Avera. Jika kau ingin berhasil, kau harus memakainya," bujuk Hester sungguh-sungguh.
Avera menghela napas. Memantapkan hatinya. Lalu berdiri dan mengambil gaunnya.
Cal belum pernah merasa segugup ini dalam hidupnya. Berkali-kali ia mengingatkan dirinya sendiri bahwa ini hanya makan malam biasa, dengan tambahan beberapa kalimat yang akan mengubah hidupnya. Jika hal sederhana seperti melamar saja bisa membuat Cal berkeringat dingin, bagaimana dengan pernikahan yang akan dilakukannya dua bulan lagi?
.
.
.
.
Halo readers!
Jangan lupa tinggalkan jejak ya!
komen boleh!
like boleh!
vote lebih boleh lagi!
Plis jgn lupa klik favorit ya X
thank you **