
"Hei! Don't worry! Bukannya aku udah bilang kalau aku gak akan biarin mereka ngapa ngapain kamu kayak di gudang itu!" Jawab Matthew setelah mendengar perkataan Kimmy tadi.
Akhirnya hasilnya Matthew menang dan Kimmy kalah.
"Hwaa! Susah banget!" Kata Kimmy setelah melihat hasil pertandingan mereka 2-0.
"Pfttt! Santai kali! Tuh kan cewek cewek pada gak ada yang komen soal pertandingan ini!" Jawab Matthew dengan menunjukkan gaya sombongnya.
Minggu depan...
Kimmy dan Keysha sedang bersiap untuk berangkat ke sekolah karena sekolah mereka akan mengadakan Camping di Hutan Carvany.
"Kimmy... Yang kamu bilang kalau kamu pengen bantuin aku deket sama Steven kamu gak serius ya kan? Karena kamu punya perasaan sama dia... Ya kan?" Tanya Keysha sambil memeriksa barang - barangnya.
"Maksud kamu? Aku beneranlah mau bantuin kalian buat jadi tambah deket!" Jelas Kimmy sambil tersenyum.
"Karena dari yang udah aku lihat selama ini semenjak kamu ngomong itu, kamu kayak gak serius..." Kata Keysha sambil menatap ke jendela.
"Aku... Aku... Aku gak tau gimana cara bantuin kamu deket sama dia gimana..." Jelas Kimmy dengan menunjukkan wajah sedihnya.
"Hmm... Gini aja! Kalau nanti kita disuruh buat kelompok waktu Camping, gimana kalau aku sekelompok sama Steven? Aku minta tolong jangan deket deket sama Steven nanti disana, ya?" Usul Keysha sambil memohon kepada Kimmy.
"I...Iya! Itu ide yang... Bagus banget!" Jawab Kimmy sambil tersenyum dengan paksa.
"Kenapa rasanya sedih ya setelah denger ide itu... Padahal nanti aku juga bakalan sekelompok sama Matthew! Kita hanya sebatas temen kan? Temen yang hanya karena dia tertarik sama teka - teki dan pengen bantuin aku ngelawan Elvone... Iya! Kita hanya temen!" Pikir Kimmy dalam hatinya.
Setelah itu mereka berdua turun ke bawah. Steven dan Matthew sudah menunggu mereka berdua di depan pintu asrama perempuan Sekolah Silwony. Keysha langsung menggandeng tangan Steven saat sampai di bawah.
"Yuk pergi! Ntar kita ditinggal sama busnya!" Ajak Keysha.
"Iya!" Jawab Kimmy dengan senyuman yang terpaksa.
"Hey, are you okay?" Tanya Matthew ke Kimmy setelah melihat wajah Kimmy.
"I'm okay! Gak ada yang perlu dikhawatirin!" Jawab Kimmy sambil tersenyum manis ke Matthew.
Akhirnya mereka pergi ke Sekolah Silwony dan bus - bus sudah menunggu di depan sekolah mereka. Murid - murid sudah banyak yang menunggu didepan sekolah menunggu di absen.
Setelah mereka semua di absen, mereka masuk ke bus.
Mereka berada di bus berbeda sesuai dengan kelas mereka masing - masing. Kimmy dan Matthew berada di bus C karena mereka berada di kelas 11C sedangkan Keysha dan Steven berada di bus A karena mereka berdua berada di kelas 11A.
Steven dan Keysha duduk bersama dan ngobrol selama perjalanan. Sedangkan Kimmy yang melihat dari kaca bus itu sedih.
"Nih! Mau dengerin lagu nggak?" Ajak Matthew sambil memberikan earphonenya.
"Iya..." Jawab Kimmy sambil mengambil salah satu earphone Matthew.
Kimmy dan Matthew mendengar lagu bersama - sama.
Setelah itu mereka sampai di Hutan Carvany. Hutan itu dipenuhi dengan pohon - pohon yang lebat. Mereka semua diminta mendirikan tenda masing- masing. Kimmy kesusahan mendirikan tendanya.
"Sini aku bantuin!" Kata Steven yang tiba - tiba datang ketika melihat Kimmy kesusahan.
"Gak usah! Aku bisa sendiri... Itu kayaknya si Keysha kesusahan! Kamu mendingan bantuin dia aja..." Jawab Kimmy yang kemudian melanjutkan mendirikan tendanya.
"Kamu yakin? Nanti bisa - bisa kamu gak ada tempat buat tidur nanti malam!" Tanya Steven sekali lagi untuk meyakinkan dirinya.
"Kamu marah ya?" Tanya Steven yang heran akan jawaban Kimmy tadi.
"Enggak... Mendingan kamu bantuin Keysha aja!" Jawab Kimmy dengan cuek.
"Yaudah... Kalau kamu butuh bantuan apapun, kamu bisa bilang ke aku..." Jelas Steven sambil tersenyum manis.
Akhirnya Steven pergi meninggalkan Kimmy dan pergi membantu Keysha yang juga kesulitan mendirikan tendanya.
"I'm sorry... Aku hanya takut kalau kita keseringan bareng, aku jadi punya perasaan lebih ke kamu... Bukannya kita ini hanya temen kan?" Pikir Kimmy dalam hatinya.
Langit menjadi gelap dan malam pun tiba. Kegiatan pertama mereka adalah menyelesaikan tugas di Hutan Carvany dengan mengikuti papan penunjuk arah yang telah di sediakan. Dengan mengikuti papan penunjuk arah itu, mereka tidak akan tersesat. Papan itu akan membawa mereka ke pos - pos yang berisi tugas dan akan membawa mereka pulang kembali ke tenda mereka.
Kimmy sekelompok dengan Michelle, Matthew, dan Daisy di kelompok terakhir. Sedangkan Steven sekelompok dengan Keysha, Lauren, dan Philip di kelompok 2.
"Baiklah, kelompok 1 silakan berangkat terlebih dahulu. Lalu setelah 15 menit, kelompok 2 boleh berangkat." Jelas Pak Kevin yanh merupakan guru pembimbing acara Camping kali ini.
Lalu kelompok 1 berangkat. Lalu kelompok 2 dan selanjutnya. Sekarang sudah giliran kelompok terakhir. Matthew dikelilingi oleh Michelle dan Daisy selama perjalanan. Tak terasa mereka jalan semakin cepat dan cepat sampai Matthew tidak menyadari jika Kimmy tertinggal jauh di belakang karena Matthew diajak ngobrol oleh Michelle dan Daisy. Semakin jauh dan semakin jauh meninggalkan Kimmy.
"Eh bentar ya! Tadi ada bunga yang bagus banget waktu kita lewat! Kalian jalan duluan aja!" Kata Michelle sambil melangkah kembali ke belakang.
"Yaudah tapi cepet, ya!" Jawab Matthew yang kemudian diajak ngobrol kembali oleh Daisy.
Tanpa mereka sadari, Michelle mengubah papan penunjuk arah yang sebelumnya mereka lalui karena ia tau Kimmy masih tertinggal jauh disana. Kemudian Michelle melanjutkan perjalanannya.
Sementara itu, Kimmy tetap mengikuti papan penunjuk arah karena ia tidak akan tersesat selama mengikutinya.
Tiba - tiba, Kimmy yang tidak melihat jalan karena gelapnya hutan itu terjatuh ke jurang. Ia masih berpegang pada sebuah ranting yang kelihatannya tidak kuat.
"Apa?! Bagaimana bisa jadi seperti ini? Tapi... Aku sudah mengikuti papan penunjuk arahnya! Tidak mungkin papan itu menunjukkan arah kesini?!" Pikir Kimmy dalam hatinya sambil berusaha untuk naik ke atas. Namun yang dilakukan Kimmy hanya usaha yang sia - sia.
KRAK!!!
Tiba - tiba ranting yang menjadi tumpuan Kimmy agar tidak jatuh ke juran itu patah. Kimmy terjatuh ke jurang itu.
"AAAAH!" Teriak Kimmy.
Kimmy terjatuh sampai akhirnya mendarat di padang rumput. Badannya sakit semua namun tidak terlalu sakit karena ia jatuh di padang rumput. Ia tidak sadarkan diri karena kepalanya mengenai batu yang tidak terlalu besar dan berdarah.
Sementara itu, Matthew merasa bahwa ada yang kurang. Ia melihat sekeliling dan menyadari bahwa Kimmy tidak ada.
"Eh? Kalian lihat Kimmy gak?" Tanya Matthew yang baru sadar.
"Palingan dia ketinggalan jauh! Dia kan lama banget jalannya!" Jawab Daisy dengan cuek.
"Tapi... Gimana kalau dia kenapa napa?" Kata Matthew.
"Tenang aja Matt... Kan ada papan penunjuk arah! Lagipula dia juga pasti masih ngikutin kita kan daritadi?" Jelas Michelle dengan wajah yang pura - pura tidak tau.
"Iya juga... Tapi, aku merasa kalau dia dalam bahaya... Kita gak seharusnya ninggalin dia ya gak sih?" Jawab Matthew yang masih khawatir dan merasa bersalah karena sudah meninggalkan Kimmy.
"Memangnya apa tanggung jawab kita untuk mengawasinya dan menunggunya seperti seorang putri? Tidak kan? Huft! Lagian salahnya sendiri karena berjalan lambat!" Jelas Daisy yang tidak suka dengan tingkah Matthew yang khawatir dengan Kimmy.
"Baiklah! Tapi jika terjadi sesuatu pada Kimmy, aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri!" Pikir Matthew dalam hatinya.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka dan menyelesaikan tugas - tugas yang diberikan.