The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 13 : Christmas 2019



Setelah itu, mereka semua menikmati hot chocolate di dalam Sekolah Silwony sambil bercerita dan ngobrol tentang rencana natal tahun ini.


"Bagaimana jika kita merayakan natal di restoran milik papaku?" Usul Michelle yang tiba - tiba berdiri.


"Ide yang bagus! Michelle memang sangat pandai memikirkan rencana - rencana sempurna!" Jawab murid yang lain.


"Tapi, apakah itu gak apa - apa? Apa papamu akan mengizinkannya?" Tanya murid yang lain yang ragu.


"Tentu gak apa - apa! Nanti aku akan buat undangannya tentang jam berapa pesta natalnya dimulai dan dresscode nya apa!" Jelas Michelle dengan tersenyum.


"Baiklah kalau gak apa - apa! Ini pasti akan sangat seru!" Jawab murid yang tadi bertanya.


Setelah itu, mereka pulang ke asrama masing - masing dan Michelle sibuk membuat undangannya. Michelle juga membagi tugas untuk murid - murid yang lainnya agar menghias restoran milik papanya itu. Para murid juga sibuk berbelanja membeli baju untuk natal nanti karena Michelle sudah memutuskan agar dresscodenya adalah pakaian berwarna merah atau hijau. Undangannya juga sudah siap dan tinggal dibagikan oleh murid yang sudah ditugaskan.


"Eh! Tunggu dulu! Kamu gak boleh kasih undangan ini ke Kimmy, oke? Kalau sampai dia dapat undangannya, kamu gak akan boleh datang ke pesta natal itu!" Jelas Michelle kepada murid yang sudah ditugaskan itu.


"Baiklah... Tapi bagaimana dengan Keysha? Bukannya mereka itu teman sekamar? Gimana kalau Kimmy tau undangan pesta natalnya dari Keysha?" Tanya murid itu.


"Tenang aja... Si Keysha gak mungkin sebodoh itu kasih tau ke Kimmy kalau undangannya udah dibagiin... Aku yakin seribu persen kalau kejadian perang bola salju tadi pagi itu ngebuat Keysha cemburu juga!" Jelas Michelle dengan santainya


Sementara itu, dikamar asrama Kimmy dan Keysha...


"Kimmy, kamu gak ikut beli baju pesta natalnya?" Tanya Keysha ke Kimmy.


"Emangnya udah dibagiin undangannya?" Tanya Kimmy yang bingung karena ia tidak mendapatkan undangan ke pesta natal.


"Jelas - jelas udah di----" Kata Keysha yang kemudian menghentikan omongannya.


"Tunggu dulu! Kenapa dia belum tau kalau undangannya udah dibagiin? Pasti dia gak di undang sama si Michelle! Keputusan yang bagus! Jadi, gak akan ada yang gangguin aku sama Steven nanti!" Pikir Keysha dalam hatinya.


"Jelas - jelas udah di apain Key?" Tanya Kimmy yang bingung karena omongan Keysha.


"Maksudku tadi, jelas - jelas udah dibilangin kan kalau undangannya masih lagi dibuat sama si Michelle... Biasa... Si Michelle kan lama kalau buat undangan! Dia pasti maunya undangan yang sempurna! Ya gak?" Jawab Keysha yang kemudian mengambil tasnya.


"Yaudah, aku pergi dulu! Mau belanja baju! Siapa tau ada yang bener sama dresscodenya... Ya gak? Tebak - tebak aja!" Jelas Keysha sambil melangkah pergi meninggalkan kamar asramanya.


"Aku pergi beli kue natal dari kafe yang paling dekat ah! Pasti papa juga mau rayain natal sama aku!" Pikir Kimmy dalam hatinya yang kemudian mengambil uangnya dan pergi ke sebuah kafe dengan hiasan natal.


"Pasti toko ini jual kue natal!" Pikir Kimmy yang kemudian memasuki kafe itu.


Kimmy membeli satu kue natal kecil berbentuk pohon natal. Kimmy juga membeli gingerbread untuk dimakan selama perjalanan.


Kimmy menjumpai papanya di penginapan yang ditinggali papanya.


"Pa, maaf ya! Karena aku, papa jadi gak bisa keluar dari penginapan buat menikmati indahnya salju..." Kata Kimmy sambil memberikan kue natal yang tadi Kimmy beli.


"Kata siapa? Papa udah menikmati salju kok! Pemilik penginapan ini baik banget! Dia bantuin papa menyamar sehingga bisa keluar dari penginapan ini dan menikmati salju!" Jelas papa Kimmy.


Setelah asyik berbincang - bincang, Kimmy pamit pulang ke asramanya. Di perjalanannya menuju asramanya, Kimmy bertemu dengan Matthew.


"Kimmy? Kamu lagi apa?" Tanya Matthew yang bingung karena Kimmy belum memakai baju pesta natalnya padahal pesta natalnya sudah hampir dimulai.


"Lagi mau jalan pulang ke asrama... Tadi aku habis pergi ketemu sama papaku..." Jelas Kimmy sambil tersenyum manis.


Lalu, Kimmy menyadari sesuatu.


"Lho? Kok kamu pakai baju rapi gitu? Mau kemana?" Tanya Kimmy yang bingung.


"Ke pesta natalnya Michelle di restoran papanya..." Jelas Matthew sambil merapikan bajunya.


"Hah?" Tanya Kimmy yang terlihat lebih bingung lagi.


"Iya! Kamu gak tau? Atau jangan - jangan... Kamu gak dapat undangan, ya?" Tanya Matthew yang juga kaget.


"Undangan? Undangan apaan? Aku daritadi gak ada dapat undangan apa - apa!" Jelas Kimmy yang sangat bingung.


"Yaudah cepetan siap - siap!" Kata Matthew sambil menarik tangan Kimmy kembali ke asramanya.


"Pakaian warna merah atau hijau!" Jelas Matthew.


"Tapi aku gak punya baju rapi buat ke pesta... Apalagi dress warna merah atau hijau..." Jawab Kimmy yang kemudian terlihat sedih.


Matthew melihat ke arah sebuah toko pakaian natal.


"Maksudmu aku harus beli baju? Gak akan sempat!! Udahlah... Kamu pergi aja ke pesta natal itu... Aku gak usah ikut..." Jelas Kimmy yang kemudian melangkah pergi.


"Sempat kok! Aku ini jago pilih baju dengan cepat lho! Ayo cepetan!" Ajak Matthew sambil menarik tangan Kimmy.


Akhirnya mereka masuk ke toko itu... Kimmy mencoba beberapa baju. Namun, tidak ada yang cocok dengannya.


"Coba pakai baju yang ini! Dan padukan sama sepatu ini!" Usul Matthew sambil memberikan sebuah dress dan sepatu.




"Oke... Aku akan mencobanya..." Jawab Kimmy sambil mengambil dress dan sepatu berwarna merah itu dari tangan Matthew.


5 menit kemudian...


"Cantik! Ini baru cocok denganmu!" Kata Matthew dengan wajahnya yang memerah.


"Benarkah? Makasih..." Jawab Kimmy sambil tersenyum manis.


Setelah mereka membeli baju itu, mereka segera berlari ke restoran milik papa Michelle.


"Tunggu sebentar! Kamu harus pakai make up dulu!" Kata Matthew sambil mengeluarkan peralatan make up yang tadi dibelinya.


"Ah, gak perlu! Aku lebih suka begini..." Jawab Kimmy.


"Tapi ini tadi udah aku beli... Kumohon?" Pinta Matthew.


"Oke! Oke! Tapi aku hanya akan menggunakannya tipis tipis aja oke?" Jawab Kimmy sambil mulai mendadani wajahnya.


"Kamu akan kelihatan aneh kalau masih di kepang dua seperti ini... Coba kuubah gaya rambutmu... Oh ya! Dan juga lepaskan kacamatamu... Kamu akan terlihat kurang memesona nanti..." Jelas Matthew sambil mulai merapikan rambut Kimmy.


"Tapi ini penyamaranku Matt..." Jelas Kimmy.


"Untuk sekali ini saja... Bagaimana?" Pinta Matthew sekali lagi.


"Baiklah..." Jawab Kimmy yang kemudian melepas kacamatanya.



"Selesai! Sekarang ayo masuk ke restoran papa Michelle!" Ajak Matthew.


"Aku akan terlihat aneh bukan?" Jawab Kimmy sambil membalikkan badannya menghadap Matthew.


"Kamu... Kamu... Kamu terlihat sangat cantik..." Kata Matthew yang sangat terpesona akan kecantikan Kimmy.


"Terimakasih..." Jawab Kimmy sambil tersenyum manis ke Matthew.


Akhirnya, mereka memasuki restoran itu dan melihat restoran itu sudah dipenuhi murid murid dengan pakaian berwarna merah. Seketika ketika Kimmy dan Matthew memasuki restoran itu, semua murid menatap Kimmy.


"Kenapa mereka menatapku seperti itu... Aku aneh, ya?" Tanya Kimmy yang tidak percaya diri.


"Mereka kaget kalau kamu bisa hadir di pesta natal ini dengan penampilan yang luar biasa..." Jawab Matthew sambil tersenyum.


"Itu... Itu bukannya Kimmy... Dia itu anak culun yang selalu di kepang dua bukan? Dia cantik sekali!" Kata salah seorang murid.


"Kimmy?! Tapi bagaimana dia bisa... Jangan - jangan Matthew yang memberitahunya bawa ada pesta natal... Menyebalkan!" Pikir Michelle dalam hatinya.