
Matthew terlihat cemburu dan melangkah pergi meninggalkan tenda Kimmy.
2 hari kemudian...
Acara Camping di Hutan Carvany pun berakhir. Mereka kembali diantar oleh bus ke Sekolah Silwony.
Sesampainya mereka disana, ternyata musim salju sudah menunggu mereka. Sekolah mereka di tutupi oleh timbunan salju.
"Asyikkk!!" Teriak salah satu murid sambil berlari ke timbunan salju.
Seluruh murid berlari ke timbunan salju. Ada juga yang berbaring di timbunan salju itu.
"Bagaimana jika kita membuat boneka salju?" Tanya Matthew dengan membisikkannya di telinga Kimmy.
"WAAA! Ide yang bagus!" Kata Kimmy sambil memulai membentuk bola salju yang sangat besar untuk dijadikan sebagai kepala boneka salju itu.
Matthew dan Kimmy terlihat sangat akrab ketika membuat boneka salju itu.
"Steven! Ayo kita membuat boneka salju juga! Ayo kita kalahkan mereka! Kita akan membuat boneka salju yang lebih besar dari mereka!" Ajak Keysha sambil menarik tangan Steven.
"Baiklah... Ayo!" Jawab Steven sambil memulai membuat bola salju yang sangat besar.
Keysha dan Steven juga tidak kalah akrabnya dari Kimmy.
Beberapa saat kemudian...
"Teman - teman, bagaimana jika kita membuat dua kelompok dan bertanding perang salju? Itu pasti akan sangat menyenangkan bukan? Dan agar lebih menyenangkan, yang kalah harus menggendong yang menang sampai ke lapangan belakang sekolah!" Usul Michelle dengan berteriak sehingga semua murid dapat mendengar suaranya.
"Ide bagus! Kita harus manfaatkan waktu sekarang ini!" Jawab murid yang lainnya.
Akhirnya mereka membagi semua murid menjadi 2 kelompok. Steven dan Matthew berada dalam satu kelompok. Sedangkan Kimmy dan Keysha berada dalam satu kelompok. Mereka memulai pertandingan perang salju.
Beberapa saat kemudian, terlihat jika kelompok Steven dan Matthew sudah mulai kelelahan. Banyak dari kelompok Steven dan Matthew yang sudah berbaring di tumpukan salju dan menyerah karena kebanyakan yang masuk ke kelompok Matthew dan Steven adalah perempuan. Sedangkan Kimmy dan Keysha masih bertahan.
"Oke, ayo kita serang yang lainnya!" Kata Matthew yang kemudian membentuk bola - bola salju lagi untuk dilemparkan pada tim lawan.
Keysha hendak melempar bola salju ke Steven. Namun, usahanya gagal karena Steven menghindar.
"Hahah... Kamu tidak dapat mengenaiku!" Kata Steven sambil menjulurkan lidahnya.
Keysha terus berusaha untuk mengenai Steven dengan lemparan bola saljunya. Namun, Keysha tetap gagal mengenai Steven. Sehingga tanpa Keysha sadari, Matthew sudah mau menyerangnya dari belakang.
Wushhh! Bakkk!
Dengan satu lemparan bola salju, Matthew berhasil mengenai Keysha yang daritadi fokus untuk mengalahkan Steven. Steven membalas melemparkan bola saljunya kepada Keysha berulang kali sehingga Keysha menyerah.
Ternyata, di tim lawan yang tersisa hanya Kimmy.
"Apa?! Sekarang tersisa Kimmy di kelompok kita! Mustahil! Kita pasti kalah!" Kata salah seorang dari kelompok Kimmy.
"Iya! Bener banget! Dia kelihatannya anak culun yang memakai kacamata dan merupakan anak kutu buku! Dia pasti tidak bisa olahraga!" Jawab seorang murid yang lain.
"Bodoh! Aku melakukan ini karena untuk menyamar! Lihat saja bagaimana aku akan mengalahkan mereka!" Pikir Kimmy dalam hatinya sambil membentuk lebih banyak bola salju.
"Aku gak akan kalah! Gak sama kalian!" Kata Kimmy yang kemudian mendekati Matthew dan Steven.
"Pffttt! Kita lihat aja siapa yang akan menang!" Jawab Steven sambil menahan tawanya.
"Kamu serang dia dari belakang!" Jelas Steven sambil membisikkannya ke telinga Matthew.
Matthew melangkah ke belakang Kimmy.
"Mau mengepungku, ya?" Pikir Kimmy dalam hatinya.
"Sekarang!" Kata Steven sambil mulai mengambil bola - bola saljunya.
"Ah! Wajahku! Salju ini dingin sekali! Aku menyerah! Aku tidak mau melanjutkan ini! Dia terlalu cerdik dan pintar!" Jelas Matthew sambil melangkah pergi meninggalkan lapangan yang dipenuhi salju itu.
"Terimakasih buat pujiannya!" Jawab Kimmy sambil tersenyum jahil.
Tiba - tiba, Steven melempari bola - bola salju yang sangat banyak ke Kimmy dari belakang. Kimmy kembali berlari secepat kilat untuk menghindari lemparan bola - bola salju Steven.
"Kamu tau kan kalau kita gak bisa selamanya menghindar..." Kata Steven yang masih sibuk berusaha melempar Kimmy dengan bola - bola saljunya.
"Aku tau! Aku tidak pernah lari dari kenyataan... Meskipun itu menyakitkan... Karena itu, aku menunggu musuh lemah dan menyerangnya!" Jelas Kimmy sambil memegang bola - bola salju yang tadi telah dibuatnya.
Steven melihat ke arah bola - bola saljunya yang dibuat dan ternyata sudah habis karena ia terlalu banyak melemparkannya ke Kimmy.
"Pembalasan!" Teriak Kimmy sambil mulai melemparkan bola - bola salju ke Steven. Steven mulai berlari secepat kilat dan menghindari lemparan bola - bola salju Kimmy.
Tanpa disadari, Steven sudah berada di dekat kerumunan para murid yang sudah menyerah tadi. Steven menabrak salah satu murid itu dan mereka mendorong Steven kembali ke tengah lapangan itu.
"Waaaa!!!" Teriak Steven yang kemudian akan terjatuh. Steven memeluk Kimmy sehingga Kimmy yang sedang memegang bola - bola saljunya ikut terjatuh bersama Kimmy. Seketika, bola - bola salju yang sedang dipegang Kimmy berjatuhan.
Steven menimpa tubuh Kimmy. Steven dan Kimmy berbaring dengan posisi berhadap - hadapan dan Steven masih memeluk Kimmy.
Deg Deg Deg
Jantung Kimmy mulai berdebar kencang.
"Pelukannya yang hangat... Padahal salju sedang turun... Kenapa dia begitu hangat?" Pikir Kimmy yang kemudian wajahnya mulai memerah.
Mereka tetap pada posisi itu sampai beberapa saat. Hal ini membuat para murid perempuan iri akan pemandangan indah ini. Pemandangan romantis dengan salju yang turun.
"Kamu bisa melepaskan pelukanmu..." Kata Kimmy yang berusaha melepaskan pelukan Steven.
"Gak mau! Nanti kalau aku lepasin kamu, kamu akan nyerang aku pake bola salju kan?" Jawab Steven sambil memeluk Kimmy lebih erat lagi.
Deg Deg Deg...
Jantung Kimmy berdebar tambah kencang dan kencang.
"Jantung ini... Rasanya seperti aku punya penyakit jantung akut!" Pikir Kimmy sambil tetap berusaha melepaskan pelukan Steven.
Kimmy melihat ke sampingnya dan terlihat bola - bola salju yang ada disampingnya. Kimmy berusaha meraih bola salju itu.
"Apa?! Kamu tidak mudah menyerah, ya?" Kata Steven setelah melihat Kimmy yang berusaha mengambil bola salju disampingnya.
Akhirnya Kimmy berhasil meraihnya. Dengan segera, Kimmy melemparkan bola - bola salju itu tepat ke wajah Steven.
"Ah, itu sangat dingin!" Kata Steven yang kemudian melepaskan pelukannya dari Kimmy dan kembali duduk.
"Aku tidak mau bertanding lagi! Kamu benar - benar terlalu cerdik dan tidak mudah menyerah!" Kata Steven yang kemudian melangkah pergi.
"Horee!! Kita menang!!" Sorak tim Kimmy yang bergembira akan kemenangan mereka.
Seketika, mereka memuji Kimmy dan meminta untuk diajarkan cara cara cerdik seperti itu. Kimmy mendapat teman yang lebih banyak setelah pertandingan perang bola salju itu. Tetapi Kimmy juga mendapatkan musuh yang lebih banyak juga setelah pertandingan bola salju itu karena telah berani mendekati Steven sedekat itu.
Akhirnya yang kalah menggendong yang menang sesuai dengan urutan kekalahan mereka. Matthew akhirnya harus menggendong Keysha karena Matthew berada di urutan kedua yang terakhir kalah. Sedangkan, Kimmy digendong oleh Steven karena Steven yang terakhir kalah. Sekali lagi, banyak perempuan yang iri dan sangat menginginkan posisi Kimmy.
"Kamu tadi lumayan juga..." Puji Steven sambil menggendong Kimmy.
"Hahahah... Makasih!" Jawab Kimmy sambil tertawa.
"Tapi, jika emang aku tadi mainnya bagus kamu gak perlu sembunyi sembunyiin kenyatannya... Gak perlu bilang lumayan... Bilang aja bagus..." Kata Kimmy.
"Pffttt! Itu belum terlalu bagus tau! Coba aku gak di dorong mereka! Pasti aku bisa menang itu!" Jelas Steven.
Setelah itu, mereka semua menikmati hot chocolate di dalam Sekolah Silwony sambil bercerita dan ngobrol tentang rencana natal tahun ini.