The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 27 : A Rescue Mission



"Iya! Aneh banget! Jangan - jangan, dia hanya lagi menghindari Kimmy?" Jelas Keysha yang sengaja membuat kata - kata itu untuk menyakiti Kimmy.


"Aku... Aku juga gak peduli dia datang atau gak... Yang penting kalian datang, kan?" Jawab Kimmy sambil berusaha tersenyum.


"Kimmy... Kamu yakin gak apa - apa, kan?" Tanya Matthew yang khawatir dengan Kimmy.


"Iya! Gak apa - apa kok!" Jawab Kimmy sambil tersenyum ke arah Matthew.


Hattchi!!


Kimmy mulai bersin - bersin lagi.


"Kamu demam gak? Perlu bawa ke dokter gak?" Tanya Matthew yang khawatir.


"Kamu berlebihan! Jelas - jelas aku gak---" Jawab Kimmy yang kata - katanya terpotong karena tiba - tiba kepalanya pusing.


Kimmy memegang kepalanya yang sangat sakit.


"Kamu kenapa? Kita ke dokter yuk!" Ajak Matthew sambil membantu Kimmy berdiri.


"Aku gak apa - apa... Kamu... Gak perlu... Khawatir... Mungkin dengan istirahat sebentar akan buat tubuh aku lebih baik dari sebelumnya..." Jelas Kimmy sambil berbaring di tempat tidurnya.


"Yaudah... Kelihatannya kamu butuh istirahat... Kalau kamu kenapa napa, kamu bisa telepon aku... Aku pulang dulu..." Jelas Matthew sambil melangkah keluar dari kamar asrama Keysha dan Kimmy.


"Ugh! Kepalaku rasanya sakit banget!" Pikir Kimmy dalam hatinya.


"Ehm.... Aku pergi keluar dulu, ya! Mau hang out sama temen - temen!" Jelas Keysha sambil mengambil tasnya dan pergi keluar dari kamar asrama mereka.


Beberapa saat kemudian...


"Ugh! Kepalaku tambah sakit! Padahal aku udah istirahat..." Pikir Kimmy dalam hatinya yang kemudian berusaha berdiri.


"Mungkin sup hangat bisa membuat tubuhku lebih baik..." Pikir Kimmy yang masih belum patah semangat.


Kimmy berusaha berjalan ke dapur dan membuat sup hangat untuknya. Setelah selesai, Kimmy duduk di meja makan dan memakan sup hangat itu.


"Ah, begini lumayan juga! Kepalaku jadi tidak terlalu sakit lagi..." Pikir Kimmy dalam hatinya.


Duakkkkk!!!


Terdengar suara hantaman keras dari luar.


"Eh? Apaan itu?" Pikir Kimmy dalam hati yang kaget mendengar suara itu.


Kimmy membuka jendelanya dan melihat beberapa rumah yang terbakar. Kemudian, Kimmy melihat seseorang sedang terbang dengan sapu terbang. Ia terbang secepat kilat di atas kota itu.


"Apa? Kenapa bisa? Ini bahaya! Kalau dia ada disini, seluruh kota ini bisa dalam bahaya! Aku harus bertindak!" Pikir Kimmy yang kemudian pergi ke laci di samping tempat tidurnya.


Kimmy mengambil tongkat sihir yang ia simpan di laci itu dan jaket hitam di lemari bajunya agar ia tidak dikenali.


"Untung aku sudah mempelajari beberapa sihir yang bisa membantu kota ini! Semoga itu dapat berguna!" Pikir Kimmy dalam hatinya sambil melangkah pergi meninggalkan kamar asramanya.


Kimmy berusaha berjalan selangkah demi selangkah untuk pergi keluar dari gedung asrama perempuan itu.


Akhirnya Kimmy berhasil meninggalkan gedung asrama itu. Kimmy berlari ke kerumunan orang banyak dan perlahan mengeluarkan tongkat sihirnya.


"Semuanya masuk ke rumah ini!" Jelas Kimmy sambil membantu mengevakuasi orang - orang itu ke suatu rumah.


"Percuma saja! Makhluk terbang itu akan dengan mudah menghancurkan rumah ini!" Jelas salah seorang rakyat.


"Percayalah padaku! Kalian masuk dengan perlahan ke rumah ini dan tutup semua jendela dan pintu rumah!" Jelas Kimmy sambil membuka pintu rumah itu.


"Baiklah! Kita tidak punya cara lain!" Jawab yang lainnya.


"Baiklah! Kota ini harus dilindungi dulu!" Pikir Kimmy sambil mengayunkan tongkat sihirnya dengan diam - diam dan mulai membaca mantera pelindung.


Wushhh...


Kimmy membuat pelindung untuk melindungi rumah yang dipenuhi oleh rakyat itu dengan sihir yang telah dipelajarinya.


"Setidaknya begini lebih aman..." Pikir Kimmy dalam hatinya.


"Siapa kamu?! Kamu pikir kamu bisa melindungi orang - orang itu? Kamu bukanlah sainganku! Lagipula aku disini bukan untuk melawan orang sepertimu! Aku disini hanya untuk mencari anak penyihir itu!" Jelas penyihir jahat itu sambil terbang mendekati pelindung yang telah dibuat Kimmy.


"Jika aku memberitahu identitasku yang sebenarnya, maka aku akan ditangkap oleh penyihir jahat ini dan tidak mungkin ada peluang untuk menyelamatkan para penyihir lainnya!" Pikir Kimmy dengan bijak.


"Kamu tidak bisa menemuinya! Dia sudah tidak ada disini! Aku hanyalah temannya yang diajarkan sihir! Pergilah dari kota ini!" Jelas Kimmy yang sedang berusaha menyembunyikan identitas sebenarnya.


"Benarkah? Tapi yang aku tau dari mata - mataku disini, anak penyihir itu ada disini! Baiklah kalau kamu berani membohongiku! Kamu dan seluruh kota ini akan menanggung akibatnya!" Jelas penyihir jahat itu.


"Mata - mata?! Bagaimana bisa? Sekarang satu - satunya cara hanyalah melawannya!" Pikir Kimmy dalam hatinya yang perlahan maju melewati pelindung yang telah dibuatnya.


Kimmy mulai membaca mantera dan berusaha melawan penyihir jahat itu. Namun, dengan mudah penyihir itu menghindari serangan Kimmy. Penyihir itu menyerang tongkat sihir Kimmy sehingga tongkat sihir Kimmy terlempar ke belakang Kimmy.


"Ah, dia terlalu kuat! Aku harus segera mengambilnya!" Pikir Kimmy dalam hatinya yang kemudian berlari ke belakang untuk mengambil tongkat sihirnya.


Penyihir itu menyerang Kimmy dengan sihirnya ketika Kimmy sedang berlari untuk mengambil tongkat sihirnya yang terlempar.


Kimmy berlindung dengan tangannya karena ia belum sempat mengambil tongkat sihirnya.


"Ah, aku gak boleh mati disini!" Pikir Kimmy dalam hatinya.


Wushh!!!


Seketika, sihir itu musnah ketika sampai tepat di tangan Kimmy.


"Apa?! Bagaimana aku bisa melakukan itu? Aku bisa menyihir dengan tanganku?! Bagaimana bisa?!" Pikir Kimmy dalam hatinya yang kaget karena ia mempunyai kemampuan khusus itu.


"Apa?! Bagaimana mungkin?! Ayo kita mundur dulu!" Perintah penyihir itu kepada seluruh pasukannya.


Kemudian, penyihir itu terbang menjauh meninggalkan kota itu beserta pasukannya.


"Ugh! Sekarang badanku terasa lelah sekali! Apa aku baru aja menggunakan seluruh kekuatanku?" Pikir Kimmy dalam hatinya.


"Gak! Gak boleh pingsan sekarang! Aku harus menghapus pikiran orang - orang itu tentang kejadian hari ini dan memperbaiki semua bangunan yang rusak di kota ini!" Pikir Kimmy yang tidak putus asa.


Kimmy kembali berdiri dan mengayunkan tongkat sihirnya. Kimmy mulai membaca mantera - mantera. Seketika, semua bangunan kembali seperti keadaan semula dan orang - orang yang berada dalam rumah itu tidak mengingat apapun tentang kejadian itu.


Brukkk!!!


Kimmy terjatuh ke jalan di kota itu dan pingsan ketika selesai mengucapkan manteranya yang terakhir.


Beberapa hari kemudian...


Kimmy membuka matanya dan sudah berada di ruangan yang asing baginya. Kimmy melihat ke sekeliling ruangan dan melihat Steven tertidur di kursi di samping tempat tidurnya. Seketika, Kimmy kaget karena Steven tiba - tiba berada disampingnya.


"Kimmy! Kamu udah sadar!" Kata Steven yang tiba - tiba terbangun.


"Kamu... Aku dimana?" Tanya Kimmy yang masih bingung.


"Kamu lagi ada di rumah sakit... Aku udah lihat aksi kamu waktu penyihir jahat itu menyerang kota ini... Apa kamu tau kalau itu bahaya? Kamu bisa - bisa mati disana tau! Kalau kamu mati, siapa yang akan menyelamatkan para penyihir itu!" Jelas Steven yang mulai marah.


"Ini demi keselamatan kota ini! Lagian, kenapa sih kamu gak pernah bisa lihat sisi baik yang udah aku lakukan? Kamu selalu aja lihat sisi buruk yang udah aku lakuin! Lagipula kalau aku gak ada disana, apa aku juga masih bisa selamat dengan diam aja di dalam kamar? Cepat atau lambat penyihir jahat itu pasti akan menemukanku! Terlebih lagi, ada mata - mata di kota ini! Aku pasti akan lebih cepat ketahuan!" Jelas Kimmy yang juga sudah mulai marah dan kesal karena perkataan Steven tadi.