
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka dan menyelesaikan tugas - tugas yang diberikan.
Lalu, saat mereka kembali ke tenda mereka, mereka menandatangani di sebuah kertas bahwa mereka sudah menyelesaikan tugas mereka.
"Dimana Kimmy? Bukannya dia sekelompok sama kalian?" Tanya Steven ketika ia mengetahui bahwa Kimmy tidak ada bersama kelompoknya.
"Itu tadi dia jalan di belakang kita dan dia malah ketinggalan di belakang... Harusnya dia sebentar lagi sampai..." Jelas Matthew.
"Jadi kamu tinggalin dia di belakang? Ngapain aja kamu emangnya! Sampai gak perhatiin dia!" Tanya Steven dengan nada marah.
"......" Matthew tidak dapat berkata - kata karena ia sangat menyesal telah meninggalkan Kimmy di belakang.
"Udah tungguin aja kali! Dia pasti entar lagi sampai!" Jawab Daisy yang tidak tega melihat wajah sedih Matthew.
"Tapi... Yaudah! Aku akan nungguin dia disini! Tapi kalau sampai ada apa - apa terjadi sama Kimmy, aku gak akan maafin kalian!" Jelas Steven yang kemudian duduk di dekat sebuah pohon sambil menunggu Kimmy.
15 menit kemudian Kimmy belum juga kembali.
"Kenapa dia belum balik juga ya? Jangan - jangan dia tersesat?! Tapi gimana bisa? Apa papan penunjuk arahnya nunjukkin arah yang salah? Tapi gimana caranya? Bukannya kita semua ngikutin papan penunjuk arah itu dan akan balik kesini? Atau... Ada yang ngejebak dia dengan ganti papan penunjuk arahnya?! Iya! Itu bisa aja! Kalau gitu aku harus nyari dia! Tapi gak bisa kalau nyari sendiri aja!" Pikir Steven dalam hatinya yang kemudian pergi ke tenda Matthew.
"Matthew! Aku rasa si Kimmy tersesat deh! Kita harus cepetan cari dia! Dia mungkin gak tau cara balik kesini!" Jelas Steven kepada Matthew.
"Apa?! Tapi gimana caranya?!" Tanya Matthew.
"Nanti aku jelasin! Yang paling penting dia ketemu dulu!" Jelas Steven.
Tanpa mereka sadari, Keysha daritadi memperhatikan pembicaraan mereka.
"Aku juga ikut!" Kata Keysha yang ingin mengambil bagian.
"Keysha? Gak... Gak boleh... Kamu mendingan istirahat aja! Besok ada banyak kegiatan yang melelahkan! Biarin aku sama Matthew aja yang nyari Kimmy..." Jawab Steven sambil tersenyum.
Akhirnya Steven dan Matthew berpencar untuk mencari Kimmy dan akan bertemu kembali di tenda.
"Kimmy! Kimmy kamu dimana?" Teriak Steven sambil mencari Kimmy dengan senter yang dibawanya.
Kimmy mendengar suara teriakan Steven. Ia berusaha untuk meminta tolong. Namun, ia tidak bisa. Ia terus berusaha dan berusaha untuk berteriak meminta tolong.
"Aku... Aku gak bisa... badanku bener bener gak bisa digerakkan!" Pikir Kimmy dalam hatinya.
"Gak! Aku harus bisa! Aku gak boleh mati disini! Para penyihir itu butuh bantuanku! AKU HARUS BISA!" Pikir Kimmy sambil berusaha untuk berteriak meminta tolong.
"Tolong! Aku... Aku disini!" Teriak Kimmy sambil berusaha sekuat tenaga setelah berjuang berulang kali.
Steven yang mendengar teriakan Kimmy berusaha mencari sumber suara itu.
"Kimmy? Kamu dimana?" Tanya Steven sambil berteriak dan mencari - cari Kimmy.
Akhirnya Steven berhasil menemukan Kimmy yang terkapar di tanah.
"KIMMY!" Teriak Steven setelah berhasil menemukan Kimmy.
Kimmy sudah terbaring lemah dengan sekujur badan dan kepalanya terluka dan kakinya terkilir. Steven langsung berlari ke arah Kimmy.
"Tapi bagaimana caranya? Bagaimana caranya kamu bisa sampai ke sini?" Tanya Steven yang langsung merobek sedikit bajunya untuk diikatkan ke kepala Kimmy.
"Nanti bisa infeksi kalau gak segera di obatin! Jadi aku harus ikat kepala kamu yang terluka pake baju aku!" Jelas Steven yang terlihat sangat khawatir dengan keadaan Kimmy yang penuh luka.
Setelah Steven selesai membalut luka di kepala Kimmy, ia menggendong Kimmy di belakang punggungnya.
"Kamu naik ya? Aku gendong kamu balik ke tenda... Tapi aku butuh bantuan kamu... Kamu harus pake semua tenaga kamu yang tersisa buat naik ke punggung aku..." Jelas Steven kepada Kimmy dengan lembut.
"Enggak... Ini bukan urusan kamu... Aku... Aku bisa jalan sendiri ke tenda..." Jawab Kimmy yang berusaha untuk berdiri.
Namun, tiba - tiba Kimmy terjatuh kembali karena tidak memiliki banyak tenaga untuk berdiri kembali. Untungnya, Kimmy ditangkap oleh Steven di pangkuannya.
"Kamu... Lepaskan aku... Kita... Kita ini hanya teman kan..." Kata Kimmy yang omongannya mulai asal - asalan.
"Kimmy! Iya! Iya kita hanya teman! Tapi kita ini juga partner yang bekerja sama untuk melawan penyihir jahat itu! Kamu gak boleh mati sekarang! Penyihir - penyihir itu butuh bantuan kamu! Aku gak akan pernah maafin kamu kalau kamu mati sekarang dan gak bantuin para penyihir itu! Entah kenapa kamu orang yang dipilih untuk melawan penyihir jahat itu! Kenapa tidak seseorang yang tidak keras kepala dan tidak mudah putus asa?" Jawab Steven yang marah dan kesal karena perkataan Kimmy sebelumnya.
"Aku... Aku... Baiklah! Aku akan menggunakan semua tenagaku yang tersisa... Tapi ini semua kulakukan karena aku ingin menyelamatkan para penyihir yang tidak bersalah itu!" Jelas Kimmy sambil menggunakan semua tenaganya dan naik ke punggung Steven.
"...." Steven tidak dapat berkata -kata.
Kemudian, Steven menggendong Kimmy di punggungnya dan membawa Kimmy kembali ke tendanya.
Mereka tidak berbicara sepatah katapun di perjalanan. Steven menyesali perkataannya tadi yang terbawa emosi.
"Aku... Aku minta maaf atas perkataanku tadi... Aku tau, aku tidak seharusnya berkata seperti itu kepadamu..." Jelas Steven ketika mereka masih dalam perjalanan pulang ke tenda mereka.
"ZzZzZzZzZzz" Kimmy ternyata sudah tertidur pulas setelah menggunakan semua tenaganya tadi.
"Pffttt! Kamu ini selalu penuh kejutan... Setiap kali aku bersamamu, aku selalu merasakan sesuatu yang berbeda dan penuh petualangan." Kata Steven yang menahan tawanya dan melanjutkan perjalanan.
Akhirnya mereka berhasil sampai di tenda mereka.
"Steven! Apa yang terjadi pada Kimmy?" Tanya Matthew yang sudah menunggu akan kabar Kimmy.
"Tidak tahu... Aku tadi gak sempat bertanya bagaimana caranya dia bisa ada di tengah hutan dan tersesat. Tapi tadi saat aku sampai, dia sudah terkapar di tanah dengan lemah dan luka memenuhi seluruh tubuhnya." Jelas Steven sambil memandang sedih ke arah Kimmy.
"Apa? Tapi bagaimana caranya? Ini... Ini semua salahku yang sudah meninggalkannya!" Kata Matthew yang sangat menyesal akan tindakannya.
"Semua udah terjadi... Gak ada waktunya
Steven menurunkan Kimmy di tendanya.
"Kamu... Istirahatlah yang nyaman... Aku akan mengobati lukamu sebentar, oke?" Kata Steven sambil mengambil kotak P3K yang disediakan di perkemahan itu.
Tiba - tiba Keysha masuk ke dalam tenda Kimmy.
"Kimmy?! Tapi bagaimana bisa dia penuh luka seperti ini..." Tanya Keysha secara tiba - tiba.
"Tidak tahu... Sekarang aku harus mengobatinya sebelum lukanya infeksi..." Jelas Steven sambil membuka kotak P3K dan akan memulai mengobati luka - luka Kimmy.
"Biarkan aku yang mengobatinya..." Usul Keysha yang cemburu karena Steven sangat peduli pada Kimmy.
"Gak perlu... Kamu lebih baik istirahat aja... Ini udah malam banget... Aku yang akan mengurus ini..." Jelas Steven sambil memulai mengobati Kimmy.
".... Yaudah...." Jawab Keysha sambil pergi meninggalkan tenda Kimmy dengan wajah yang tersenyum dengan paksa.