The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 19 : Festival Seni



"Aku juga gak akan biarin siapapun itu menghancurkan hubungan pertemanan aku sama Steven! Aku gak ngerti kenapa kamu selalu bertingkah aneh! Aku ini udah berusaha buat bantuin kamu deket sama Steven! Tapi kamu malah anggap aku sebagai penghancur hubungan kalian!" Jawab Kimmy yang sudah malas meladeni sikap Keysha.


Akhirnya mereka tidur. Untungnya mereka adalah hari libur sehingga mereka dapat tidur lebih siang.


Minggu depan Sekolah Silwony akan mengadakan Festival Seni. Semua murid diminta untuk memamerkan karyanya dan setiap murid mendapat masing - masing 1 stand untuk memamerkan karyanya. Murid yang ingin bernyanyi atau menari juga dapat ditampilkan di panggung Sekolah Silwony. Bagi siswa yang tidak memamerkan satu karyapun akan di kenai tugas yang banyak. Jadi, mereka diberi waktu seminggu untuk memikirkan apa yang akan dibuat atau ditampilkan. Bagi murid yang karyanya disukai banyak murid dan guru, akan diberikan penghargaan dari Sekolah Silwony.


Kimmy berencana memamerkan lukisan - lukisannya. Matthew berencana memamerkan berbagai macam motif ukiran - ukiran. Keysha berencana memamerkan rangkaian bunga yang dibuatnya yang telah dipelajarinya saat kecil. Sedangkan Steven akan bernyanyi di panggung bersama teman - teman sekelasnya yang lain.


Kimmy mulai membeli beberapa alat lukis dan kanvas untuk melukis lukisan - lukisannya. Kimmy berencana tidak hanya akan memamerkan satu lukisan namun banyak lukisan.


Kimmy mulai melukis diatas kanvas di balkon kamar asramanya. Hanya tinggal dia sendiri di kamar asramanya karena Keysha sedang sibuk memilih bunga yang cocok untuk rangkaian bunganya nanti.


"Aku gak tau harus melukis apaan... Tapi aku coba dulu melukisnya! Mungkin nanti aku akan tau harus melukis apa!" Pikir Kimmy yang mulai melukis di kanvas.


Beberapa saat kemudian, lukisan pertama Kimmy selesai. Kimmy melihat hasil lukisannya.


"Kenapa aku malah menggambar pemandangan laki laki dan perempuan yang sedang bergandengan tangan? Ini bukan seperti aku yang biasanya! Tapi ini lumayan bagus juga..." Pikir Kimmy yang kemudian mengambil kanvas lain dan mulai melukis lagi.


Kimmy berencana melukis pemandangan kotanya dulu. Kimmy juga berencana melukis pemandangan saat Festival Kembang Api kemarin. Kimmy melukis perlahan lahan di kanvas.


Krekkk!


Pintu kamar asrama Kimmy terbuka.


"Wah! Lagi melukis, ya? Bagus sekali! Kamu gak pernah bilang ke aku kalau kamu pandai melukis..." Kata Keysha yang baru datang sambil membawa bunga yang dibelinya dari toko bunga.


"Makasih..." Jawab Kimmy.


"Iya... Gimana kalau kamu melukis aku sama Steven? Boleh, ya???" Pinta Keysha sambil menatap Kimmy.


"Eh? Iya... Pasti boleh..." Jawab Kimmy sambil berusaha tersenyum.


"Wah! Senangnya! Ini tadi waktu aku lagi beli bunga di toko bunga, Matthew datang ke aku dan bilang tolong kasih ke kamu bunga ini!" Jelas Keysha sambil meletakkan sebuah buket bunga di samping kanvas Kimmy.



"Buket bunga mawar merah? Cantik banget!!!" Kata Kimmy sambil mencium bunga itu.


"Iya! Romantis banget! Aku yakin kamu gak akan sia - siain cowok yang kayak gitu, kan?" Kata Keysha yang masih melihat lihat lukisan Kimmy.


Kimmy tidak dapat berkata - kata karena ia masih bingung akan menjawab apa akan pertanyaan Matthew kemarin. Kimmy melihay secarik kertas yang disalibkan di antara bunga - bunga mawar yang indah itu. Kimmy mengambil kertas itu dan membacanya.


"Jadi apa jawabanmu? Apa kamu akan membalas perasaan cintaku atau tidak? Temui aku di taman malam ini untuk jawabanmu..." Itulah yang tertulis di kertas itu.


"Matthew... Aku gak tau harus jawab apa..." Kata Kimmy dengan raut wajahnya yang sedih.


"Bukannya sudah kubilang, kan? Matthew itu laki - laki yang baik dan pengertian! Kamu gak boleh sia - siain dia, kan?" Jelas Keysha.


"Aku lihat disini ada lukisan Bunga Iris... Kamu masih belum bisa lupain Steven, ya? Kamu tau kan kalau Steven itu suka sama aku? Steven mungkin aja kasih kamu bunga itu karena dia benar - benar merasa bersalah dan ingin minta maaf sama kamu... Mungkin kamu yang menganggapnya sebagai sesuatu yang lebih..." Jelas Keysha sambil terus menatap ke lukisan Bunga Iris yang Kimmy buat.


"Aku gak punya perasaan lebih ke Steven! Aku buat lukisan itu hanya untuk mengingatkanku kalau dulu sempat ada teman yang pernah memberikan Bunga Iris itu... Itu aja!" Jelas Kimmy.


"Jadi kamu akan pergi ke taman malam ini?" Tanya Keysha yang penasaran.


"Aku gak tau harus jawab apa..." Jawab Kimmy yang masih kebingungan.


"Kamu bilang aja kalau kamu juga punya perasaan yang sama ke dia dan kamu mau jadi pacar dia... Kamu gak boleh sia - siain cowok kayak dia!" Jelas Keysha sambil memegang bahu Kimmy.


"Iya... Aku tau aku gak boleh sia - siain cowok sebaik dia... Tapi aku merasa dia terlalu baik..." Kata Kimmy yang masih ragu.


"Kamu percaya sama aku!" Kata Keysha memberi semangat.


"Oke! Tapi aku merasa kalau kita belum bisa lebih dari teman... Aku merasa ini belum waktunya!" Kata Kimmy yang masih terlihat sedikit ragu.


Akhirnya, Kimmy datang ke taman seperti yang dikatakan Matthew. Ternyata Matthew sudah menunggu disana. Kimmy mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Keysha.


Minggu depan saat Festival Seni...


Semua murid terlihat sedang mempersiapkan stand mereka dan karya - karya yang akan dipamerkan. Kimmy terlihat sibuk menggantung karya lukisan - lukisannya di dinding di standnya. Guru - guru juga ikut membantu murid - murid yang kesulitan memajang karyanya.


Steven sudah bersiap di panggung. Panggung itu berada di ruangan aula Sekolah Silwony dan berbeda dengan letak stand para murid. Festival Seni ini merupakan Festival gabungan antara semua sekolah di kota itu.


"Kimmy! Kamu bawa gak lukisan yang aku minta kamu buat waktu itu?" Tanya Keysha yang datang bersama Steven ke stand Kimmy.


"Oh... Iya aku bawa lukisannya... Kamu gak siap - siapin stand kamu Key? Dan kamu juga apa gak siap - siap di panggung?" Tanya Kimmy sambil mencari cari lukisan Keysha dan Steven yang sudah ia buat.


"Stand aku udah siap kok! Steven juga udah siap - siap ya kan?" Jawab Keysha sambil menatap ke arah Steven.


"Iya..." Jawab Steven.


"Kok kalian berdua kayak kurang tidur sih? Kenapa bisa samaan gitu, ya? Jangan - jangan kalian semalam janjian buat ketemu, ya?" Tanya Keysha yang sebenarnya sudah tau tentang hal itu.


"..." Kimmy dan Steven tidak dapat berkata - kata dan hanya dapat saling bertatap tatapan selama beberapa saat.


"Oh iya, kalian bakalan datang kan buat liat penampilan aku nanti di panggung?" Tanya Steven yang memecah keheningan diantara mereka bertiga.


"Iya! Pastilah! Ya kan Kimmy?" Tanya Keysha sambil menatap ke arah Kimmy.


"Eh? Emmm.... Aku gak tau... Mungkin aku akan sibuk banget setelah Festival Seninya dimulai..." Jawab Kimmy sambil tersenyum.


"Ah, jangan sok sibuk napa! Datang aja, oke?" Kata Steven.


"Nanti aku usahain..." Jawab Kimmy.


Steven dan Keysha kembali bersiap ke tempat mereka masing - masing.


Festival Seni pun dimulai. Semua murid dan orang - orang yang berasal dari kota itu memenuhi Sekolah Silwony. Stand Kimmy dipenuhi oleh banyak orang dan murid yang mengagumi karya - karya lukisan Kimmy. Guru - guru dari Sekolah Silwony berkeliling dan melihat - lihat karya siswa - siswi Sekolah Silwony dan menilai karya mereka.


Perlahan lahan, orang - orang yang datang mulai berkurang dan berkurang. Ternyata banyak yang ingin membeli lukisan Kimmy sehingga lukisan Kimmy tersisa sedikit. Kimmy mendapat penghargaan karena standnya dipenuhi banyak orang yang ingin melihat maupun membeli lukisan Kimmy.