
"Dari mana aja kamu? Ayo cepetan tampil di panggung!" Suruh salah satu teman sekelas Kimmy.
Akhirnya, kelas 11C berhasil tampil juga. Michelle terkejut karena Kimmy masih dapat tampil meskipun dengan kostum yang tidak rapi dan berantakan.
"Darimana aja kamu? Aku tadi udah nyariin kamu tapi kamu gak ketemu juga! Sampai akhirnya aku disuruh maju buat tampil ke panggung!" Bisik Matthew ke Kimmy yang masih sedang tampil di panggung dan berdansa.
"Maaf udah buat kamu khawatir... Aku yang salah..." Jawab Kimmy sambil menundukkan kepalanya.
"Hei, kalau kamu menundukkan kepalamu nanti akan membuat drama kita jadi tidak bagus! Ayolah, aku tau kamu menyesal... Kamu bisa membayarnya nanti!" Jawab Matthew sambil tersenyum ke arah Kimmy.
"Membayarnya?! Apa maksudmu?" Tanya Kimmy.
"Yaa... Mungkin dengan pelukan! Seperti yang kemarin kamu lakukan dengan Steven!" Canda Matthew sambil tersenyum dan menatap ke arah Kimmy.
"Apa kamu sudah hilang akal? Kemarin itu benar - benar kejadian yang tidak disengaja!" Jawab Kimmy.
"Hahahh! Baiklah! baiklah!" Kata Matthew sambil tersenyum.
Pemandangan romantis kali ini juga membuat semua orang iri. Termasuk Steven yang mengepalkan tangannya erat - erat.
Drama kelas 11C juga mendapat tepuk tangan meriah dari penontonnya. Setelah semua kelas menampilkan dramanya, semua murid pulang ke asrama masing - masing dan pada malam hari akan berkumpul kembali di aula dansa untuk mengikuti kegiatan Prom Night. Setiap murid harus memiliki satu pasangan untuk dapat mengikuti kegiatan itu. Jika tidak mempunyai pasangan, maka orang tersebut disarankan untuk tidak hadir.
"Kamu mau gak jadi pasangan dansa aku nanti?" Tanya Matthew dari belakang Kimmy.
"Pasangan dansa? Hahah! Aku bahkan gak berpikir untuk datang nanti malam!" Jawab Kimmy sambil tertawa.
"Kenapa gak datang? Aku nanti gimana? Berarti aku gak punya pasangan dansa dong?!" Kata Matthew yang terlihat mengkhawatirkan hal itu.
"Kenapa harus aku yang jadi pasangan dansa kamu? Kan masih banyak murid cewek lain!" Jawab Kimmy yang bingung.
"Karena aku maunya kamu! Aku gak mau cewek lain! Lagipula ini kan Valentine Day! Kita harus merayakannya bersama orang yang kita cinta!" Jelas Matthew yang terlihat seperti guru yang sedang menjelaskan muridnya.
"Oke! Oke! Aku akan datang nanti malam!" Jawab Kimmy yang sebenarnya malas untuk ikut Prom Night.
"Yay! Oke, nanti malam aku akan jemput kamu di depan gedung asrama perempuan! Jangan lupa untuk berpenampilan cantik, ya! Sampai jumpa nanti malam!" Jelas Matthew sambil melambaikan tangannya dan berjalan pulang menuju kamar asramanya.
"Dah!!!" Jawab Kimmy sambil membalas lambaian tangan Matthew.
"Pffttt! Berlebihan! Jelas - jelas gedung asrama dekat dengan gedung Sekolah Silwony! Pfffttt!!!" Pikir Kimmy dalam hatinya sambil menahan tawa.
"Kimmy!" Teriak seseorang dari belakang Kimmy yang hendak masuk ke gedung asrama perempuan.
Kimmy membalikkan badannya dan melihat Steven dibelakangnya sambil melambaikan tangan.
"Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Kimmy yang bingung karena Steven tiba - tiba memanggilnya.
"Kamu mau gak jadi pasangan dansa aku nanti malam di Prom Night?" Tanya Steven yang penuh harapan.
"Duh, maaf banget! Tadi aku baru aja terima tawaran Matthew buat jadi pasangan dansanya... Lebih baik kamu sama Keysha aja, ya? Kayaknya Keysha juga butuh pasangan dansa di Prom Night nanti..." Jelas Kimmy yang merasa bersalah.
"Ah, begitu ya... Yaudah kalau gitu... Tolong tanyain ke Keysha sekalian, ya?" Pinta Steven yang kemudian pergi meninggalkan Kimmy.
Sesampainya di kamar asramanya, Keysha ternyata sedang memilih milih baju untuk Prom Night nanti malam.
"Kok udah pilih baju Prom Night aja? Emang kamu udah punya pasangan dansanya?" Tanya Kimmy yang bingung padahal Steven baru saja memintanya bertanya ke Keysha.
"Belum sih... Tapi aku yakin cepat atau lambat, Steven akan ajak aku buat jadi pasangan dansanya nanti di Prom Night!" Kata Keysha yang penuh keyakinan.
"Iya... Tadi dia minta aku buat kasih tau ke kamu kalau dia mau kamu jadi pasangan dansanya dia..." Jelas Kimmy.
"Wah! Ini pasti akan jadi pesta dansa terbaik seumur hidupku dan terpopuler di sekolah!" Kata Keysha yang terlihat sangat bahagia.
"Kamu nanti malam datang kan ke Prom Night?" Tanya Keysha yang masih sibuk memilih baju untuk nanti malam.
"Iya... Nanti aku akan datang sama Matthew ke Prom Nightnya..." Jawab Kimmy.
"Aku lagi baik nih! Mau aku bantuin gak pilihin baju buat nanti malam di Prom Night? Pas banget aku juga lagi punya banyak dress bagus! Dijamin bisa buat Matthew jadi tambah cinta sama kamu!" Tanya Keysha sambil menatap ke arah Kimmy.
"Kamu yakin mau bantu aku? Ntar ngerepotin lagi..." Jawab Kimmy yang merasa tidak enak.
"Udah gak apa - apa! Gak ngerepotin sama sekali kok! Bahkan aku seneng banget bisa bantu kamu! Jadi, mau gak?" Tanya Keysha sambil tersenyum ke Kimmy.
"Kalau gak ngerepotin boleh deh..." Jawab Kimmy.
"Yaudah, coba tunggu ya! Aku cariin dulu baju buat kamu!" Kata Keysha sambil melihat lihat baju yang ia punya.
Beberapa saat kemudian...
"Gaun ini cantik nih buat kamu! Coba deh kamu pakai!" Kata Keysha sambil menyerahkan sebuah gaun berwarna merah muda yang indah.
"Dressnya cantik banget!! Aku coba, ya?" Kata Kimmy yang sudah tidak sabar untuk mencoba gaun itu.
Kimmy memasuki toilet di kamar asramanya dan mencoba gaun pilihan Keysha.
"Sebenarnya ini bukan tumben - tumbennya aku baik sama kamu... Aku lakuin ini bukan karena aku baik... Tapi karena aku pengen Matthew tambah cinta sama kamu dan gak akan biarin kalau kamu jatuh ke tangan orang lain! Jadi, kamu gak akan punya kesempatan untuk mendekati Steven! Ini rencana yang sangat cerdik, kan?" Pikir Keysha dalam hatinya sambil tersenyum licik.
Kimmy kemudian keluar dari toilet mengenakan gaun tadi. Kimmy terlihat anggun dan cantik mengenakan gaun itu.
"Hmmm... Aku rasa ini terlalu berlebihan untuk Prom Night nanti..." Kata Kimmy yang tidak percaya diri.
"Kamu terlihat sangat cantik!!!" Kata Keysha sambil memeluk Kimmy dengan erat.
"Wow! Aku gak nyangka bakalan sebagus ini kalau dipake sama kamu! Aku benar - benar berbakat alami untuk memilih pakaian untuk seseorang!" Kata Keysha yang mengagumi Kimmy dengan dress itu.
"Benarkah? Makasih banyak Key!" Jawab Kimmy sambil tersenyum ke Keysha.
"Terlalu polos dan naif! Itulah kamu ya kan?" Pikir Keysha dalam hatinya.
Keysha juga tidak lupa memilih gaun untuk dirinya. Kimmy juga ikut membantu Keysha memilih baju Keysha. Tanpa mereka berdua sadari, mereka terlihat cukup akrab ketika bersama memilih baju untuk Prom Night nanti malam. Seperti sepasang sahabat. Namun, kita tidak dapat menilai buku dari luarnya saja, kan? Tidak disangka, mereka bukanlah sepasang sahabat namun sepasang sahabat. Yang satunya egois akan cinta dan tidak akan pernah melepaskan cinta itu ke tangan orang lain. Yang satunya lagi berbeda dari sifat yang lainnya. Ia lebih polos dan mudah percaya dengan orang lain.