
"Bodoh! Aku membangunkanmu karena kamu mengatakan ibu, jangan pergi... Benar benar perempuan aneh!" Jawab Steven.
"Terserah! Aku benar benar sudah malas menanggapi orang gak jelas kayak kamu!" Kata Kimmy kesal.
"Eh, kita udah sampai!" Kata Steven sambil menepuk bahu Kimmy.
"Oh..." Jawab Kimmy yang masih kesal dan mengerutkan dahinya.
"Pffttt... Marah ya?" Tanya Steven.
"Gak tau!" Jawab Kimmy.
"Sebentar, tunggu sini..." Kata Steven dan segera berlari meninggalkan Kimmy.
5 menit kemudian...
"Nih, buat kamu..." Kata Steven sambil menyodorkan sebuah es krim vanilla dengan topping beruang kecil diatasnya.
"WAAA! Imut banget!" Teriak Kimmy sambil mengambil es krim tersebut dari tangan Steven.
"Konon katanya, kalau makan es krim yang diatasnya ada topping beruang kecil pasti hatinya jadi berasa kayak adem tenteram gitu... Apalagi ini toppingnya langka... Untung tadi ada, jadi kubeliin deh!" Jelas Steven.
Kimmy menatap dengan sinis ke Steven sejenak.
"Kenapa? Gak suka?" Tanya Steven sambil tersenyum manis.
"Enggak... Takut ada racunnya!" Jawab Kimmy yang masih agak kesal dengan tingkah Steven di kereta tadi.
"Pffttt...Yaelah, kalau aku mau racunin kamu harusnya udah daritadi kali!" Jawab Steven dengan tertawa kecil.
"Hmph!" Jawab Kimmy dengan kesal.
"Udah dimakan aja es krimnya... Kalau suka gak usah pura pura gak suka!" Kata Steven sambil mengelus kepala Kimmy.
Deg Deg Deg
"Eh... Kenapa nih? Kok rasanya kayak jantung berdetak kencang gitu ya." Pikir Kimmy dalam hati.
"APA! Jangan - jangan aku punya penyakit jantung!" Pikir Kimmy sambil memakan es krim yang diberikan Steven.
"Eh, ayo ke Sekolah Silwony! Kita udah deket, nih ke sana!" Ajak Steven.
"Iya..." Jawab Kimmy.
Mereka pun sampai di Sekolah Silwony. Biaya sekolah mereka sudah ditanggung oleh Steven.
"Nah, ini dia asramanya!" Jelas Steven sambil menunjuk ke gedung yang besar.
"Uwaa! Gak sabar banget nih!" Kata Kimmy.
"Tapi asrama disini, perempuan sama laki laki dipisah... Jadi, kamu gak apa apa kan kalau ditinggal sendiri?" Tanya Steven dengan lembut.
"Ya gapapalah... Emangnya kenapa? Aku juga pasti bisa punya banyak temen disini!" Jawab Kimmy dengan memalingkan wajahnya.
"Yaaa, habisnya kamu bodoh! Gimana bisa aku ninggalin orang yang bodoh sendirian? Bisa bisa dia ngelakuin hal hal yang gak jelas!" Jawab Steven.
"KAMU!!!" Teriak Kimmy dengan raut wajah yang sangat kesal.
"Laki laki paling menyebalkan yang pernah kutemui!" Pikir Kimmy dalam hatinya.
Lalu, Kimmy masuk ke gedung itu dan pergi ke meja di depan pintu masuk.
"Permisi, saya murid dari Sekolah Silwony. Boleh saya minta kunci kamar asrama saya?" Tanya Kimmy kepada seorang perempuan di meja itu.
"Oh, boleh saya lihat kartu nama anda?" Tanya perempuan itu.
"Ini..." Jawab Kimmy sambil menyerahkan kartu namanya yang tertera di kartu siswa Sekolah Silwony miliknya.
"Baik, ini kunci kamar asrama anda..." Kata perempuan itu sambil memberikan kunci kamar asrama.
Kimmy pun menaiki anak tangga hingga ke lantai 5, letak kamar asramanya berada.
"Kamar 510... Ah, sepertinya ini kamarnya!" Pikir Kimmy.
Kimmy membuka pintu kamar asrama itu dan melihat seorang perempuan sedang duduk diatas tempat tidur.
"Wah, teman sekamar! Hai, aku Keysha..." Kata perempuan itu dengan senyum bahagia.
"Kimmy..." Jawab Kimmy sambil membalas senyuman manis dari Keysha.
"Jadi, apa hobimu?" Tanya Keysha penasaran.
"Membaca! Apalagi cerita detektif yang penuh misteri dan teka teki!" Jawab Kimmy dengan bangga.
"Payah! Aku baru saja mendapat teman sekamar yang membosankan!" Gumam Keysha.
"Eh?" Tanya Kimmy.
"Ah bukan apa apa! Hehehe... Tadi aku bilang aku juga suka dengan cerita detektif seperti itu!" Jawab Keysha.
"Wah, kamu pernah membaca cerita detektif yang seperti apa?" Tanya Kimmy.
"Tentu saja yang ada kisah romantisnya! Adegan terbaiknya adalah ketika sang detektif menyatakan cinta kepada perempuan yang dicintainya!" Jawab Keysha dengan bangga.
"Ohh... Heheh..." Jawab Kimmy.
"Jadi, kamu ini orang dari kota mana?" Tanya Keysha.
"Aku? Ah, aku ini bukan orang kota... Aku ini orang desa... Aku dari desa Awpyu..." Jelas Kimmy.
"Desa Awpyu?! Aku bahkan belum pernah mendengar desa itu! Ah, orang desa yang membosankan!" Pikir Keysha dalam hati.
"Desa itu sangat indah dan damai... Udaranya juga sangat sejuk... Andai aku bisa tinggal disana lebih lama..." Kata Kimmy sambil melihat ke luar jendela.
"Ah, aku sangat lelah! Aku mau pergi keluar dulu dan menghirup udara segar!" Jelas Keysha sambil melangkah keluar dari kamar asrama tersebut.
"Aku boleh ikut?" Tanya Kimmy.
"Tidak! Eh, maksudku lebih baik jangan... Kamu pasti lelah setelah sampai disini... Bukankah lebih baik jika kamu rapikan barang barangmu dan istirahat sejenak..." Jawab Keysha yang terlihat jelas jika dia tidak menginginkan Kimmy untuk ikut dengannya.
"Aku mengerti... Baiklah, sampai jumpa lagi!" Jawab Kimmy sambil berusaha tersenyum.