The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 7 : Locked...



"Tapi... Bisakah aku sekarang ini percaya pada kata kata oranglain? Nasib mama dan penyihir - penyihir lainnya bahkan dunia ada dalam genggamanku... Jika aku salah melangkah sedikit saja, dunia akan dalam bahaya... Untuk saat ini, aku gak bisa percaya sama siapapun dulu... Temanpun bisa jadi musuh..." Pikir Kimmy dalam hatinya.


Kimmy keluar dari toilet setelah menenangkan dirinya. Ia menyembunyikan buku hitam itu dalam tas sekolahnya.


"Huft... Untunglah kamu enggak kenapa napa!" Kata Keysha sambil menghela nafas setelah melihat Kimmy keluar dengan tenang keluar dari toilet.


"Gak ada yang perlu di khawatirin kok!" Jawab Kimmy sambil tersenyum manis ke arah Keysha.


Hari mulai gelap... Mereka pun tidur setelah melalui hari yang panjang dan melelahkan.


Keesokan harinya...


Kimmy masih mengenakan pakaian penyamarannya. Hari itu Kimmy bangun lebih pagi dari biasanya untuk membeli sarapan untuk papanya karena Kimmy takut Elvone sudah mengirim pasukan untuk mencari papa Kimmy. Setelah itu, Kimmy berangkat ke sekolah.


Kimmy duduk di kelas sambil melihat dari jendela dekat tempat duduknya bahwa satu per satu murid memasuki sekolah. Mata Kimmy tertuju akan suatu pemandangan yang menyakitkan hati. Ia melihat Keysha dan Steven datang bersama ke sekolah sambil bercanda gurau dan mengobrol.


Kimmy yang biasanya dapat menyapa teman - temannya sekarang hanya dapat duduk diam membeku melihat hal itu terjadi. Ia bingung tentang apa yang dirasakan saat itu. Yang ia tau bahwa kejadian itu sangat membuat hatinya sakit.


"Ukhh! Apa aku bener - bener punya penyakit jantung, ya?" Pikir Kimmy dalam hatinya.


"HALO PAGI!!" Teriak seseorang kepada Kimmy dari kejauhan.


"Steven?" Pikir Kimmy sejenak.


"Lagi ngapain? Tumben dateng pagi - pagi banget!" Kata orang itu lagi yang tak lagi adalah Matthew.


"Oh, Matthew... Iya hanya lagi pengen dateng pagi - pagi aja nih..." Jawab Kimmy yang sedang berusaha senyum.


"Jadi gimana soal buku hitam itu Kim?" Tanya Matthew kepada Kimmy.


"Kim? Wow! Gak pernah ada yang manggil aku pake nama itu lagi semenjak aku pindah ke sini!" Kata Kimmy dengan rasa takjub.


"Yahhh... Heheheh..." Jawab Matthew sambil tertawa kecil.


"Buku hitamnya udah aku buka... Tapi kita gak bisa bicarain disini... Bisa di denger sama murid lain..." Jelas Kimmy ke Matthew.


KRING KRING KRING!!!


Bel sekolah berbunyi. Murid - murid berlarian memasuki kelasnya masing - masing. Pelajaran pun dimulai.


Pelajaran pertama kelas Kimmy adalah olahraga.


"Huft! Si Kimmy anak baru itu bener - bener playgirl! Dia ngerebut 2 cowok paling populer di sekolah kita sekaligus!" Bisik salah satu perempuan kepada perempuan yang lain.


"Kita harus kasih dia pelajaran ya nggak sih?" Usul Michelle yang ikut mendengar pembicaraan para perempuan itu.


"Iya bener banget! Biar dia tau rasa!" Jawab perempuan yang lain setelah mendengar ide jahat Michelle.


"Oke, aku punya ide yang bagus banget! Sini deh!" Kata Michelle sambil membisikkan sesuatu ke telinga perempuan yang lain.


"Oke!" Jawab para perempuan itu dengan serentak.


Lalu, setelah itu...


"Kimmy! Boleh minta tolong gak?" Tanya Michelle kepada Kimmy.


"Boleh! Emangnya kenapa?" Jawab Kimmy yang lalu menghentikan permainan bola volinya.


"Ini bola basket kita kempes... Boleh tolong ambilin yang baru gak di gudang?" Tanya Michelle dengan wajah memelas dan menatap ke arah Kimmy.


"Tapi... Aku lagi sibuk main voli nih... Kenapa gak kamu aja yang ambil bola basketnya di gudang sekolah?" Tanya Kimmy yang masih ingin bermain voli.


"Kamu yang bener aja?! Gudang sekolah kan menakutkan banget! Gimana kalau ada kecoak?!" Jawab Michelle dengan nada kesal.


"Seriusan?! Gak perlu takut kali sama kecoak!" Kata Kimmy dengan santai.


Seketika orang - orang yang sedang berolahraga melihat ke arah Michelle dan Kimmy.


"Wah, anak baru itu memang tidak punya hati ya! Padahal Michelle sudah memohon padanya seperti itu!" Kata seorang murid kepada murid yang lainnya.


"Baiklah... Aku akan menolong aku... Tunggu sebentar disini, ya!" Kata Kimmy dengan terpaksa sambil melangkah pergi ke gudang Sekolah Silwony.


Kimmy masuk ke gudang Sekolah Silwony yang gelap dan sunyi. Tempat itu penuh debu sehingga membuat Kimmy batuk - batuk.


Tiba - tiba, pintu gudang sekolah itu tertutup. Kimmy berlari ke arah pintu itu dan berusaha membukanya. Namun, usahanya sia - sia.Kimmy terduduk di belakang pintu gudang itu.


"Kenapa... Kukira semuanya akan mengubah first impression yang buruk jadi first impression yang baik... Hasilnya semuanya sia - sia ya gak sih?" Kata Kimmy yang berbicara pada dirinya sendiri.


Duk!


"Eh? Suara apaan tuh?" Pikir Kimmy sambil berdiri untuk memeriksa asal suara itu.


"WAAAA!!!" Teriak Kimmy bersamaan dengan orang lain yang daritadi juga berada di dalam gudang tersebut.


Orang itu melempar bola basket ke arah Kimmy dengan kencang. Dan ternyata orang itu adalah Steven.


"Ouch! Kepalaku!" Kata Kimmy yang kesakitan karena terkena lemparan bola basket dari Steven.


"Kamu? Ngapain disini?!" Tanya Steven dengan wajah kagetnya.


"Kamu hampir membunuhku!" Jawab Kimmy yang masih marah akibat lemparan bola tadi.


"Oh iya, maaf maaf! Aku tadi bener - bener gak sengaja!" Jelas Steven kepada Kimmy.


"Huft! Kamu ngapain lagian disini?" Tanya Kimmy yang masih memegang kepalanya yang sakit.


"Aku disini mau ngambil peralatan buat kelas drama dan malah ketemu kamu disini! Yaudah aku bawa kamu ke UKS, ya?" Tanya Steven sambil tersenyum manis ke Kimmy.


"Kalau pintunya gak dikunci aku sih udah daritadi keluar dari sini dan gak akan ketemu sama kamu! Tadi aku lagi pelajaran olahraga dan diminta buat ambilin bola basket yang baru disini dan sekarang ada yang kunciin aku disini!" Jelas Kimmy sambil duduk di dekat lemari lemari bola.


"Hmmm gitu ya... Kalau gitu semoga aja disini ada kotak P3K..." Kata Steven sambil melihat lihat sekeliling.


"Percuma aja... Mungkin gak ada apa - apa disini buat ngobatin nih kepala. Lagian i'm okay kok..." Kata Kimmy yang masih memegangi kepalanya sambil tersenyum.


"Harus dicoba cari dulu! Gimana kita bisa tau kalau belum dicari?" Jawab Steven yang tidak patah semangat.


10 menit kemudian...


"Wahh... Masa sih gak ada kotak P3K disini? Terus kepala kamu gimana dong?" Kata Steven.


"Dibilangin i'm okay!" Jawab Kimmy.


"Kamu selalu bilang i'm okay, i'm okay! Tapi aku tau you're not ya gak? Itu yang buat aku khawatir..." Kata Steven sambil duduk di sebelah Kimmy.


Deg Deg Deg


"Perasaan apa ini..." Pikir Kimmy dalam hatinya.


Tiba - tiba lemari bola disamping Kimmy hendak jatuh dan bola bolanya juga.


"Waa!!!" Teriak Kimmy yang takut bolanya akan mengenai kepalanya lagi sambil meletakkan tangannya diatas kepalanya.


"Awas!" Kata Steven sambil memeluk Kimmy agar bola - bola itu tidak jatuh ke Kimmy.


Duk! Duk! Duk!


Akhirnya, bola - bola itu jatuh mengenai punggung Steven.