The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 21 : Valentine Day



Akhirnya mereka saling berbagi makanan mereka. Mereka mengobrol dan bercanda bersama - sama. Mereka juga disana hingga sore hari. Mereka juga bersama - sama melihat pemandangan matahari terbenam. Disana, matahari terlihat jelas dan indah. Pemandangan kali ini merupakan pemandangan yang tidak dapat dilupakan oleh mereka bersama.


Setelah Pesta Ladang selesai, mereka pulang bersama ke asrama masing - masing.


"Fiuh! Hari yang melelahkan!" Kata Kimmy sambil meregangkan badannya.


"Sangat melelahkan!" Jawab Matthew yang mulai menguap.


"Ini kan ide kamu! Untung aja tadi aku gak pingsan!" Kata Steven dengan dingin.


"Gak nyangka udah mau hari Valentine!" Kata Keysha sambil tersenyum menatap langit.


"Masih lama tau! Belum juga bulan Januari berakhir!" Jawab Matthew.


"Pasti Sekolah Silwony bakalan ngadain banyak kegiatan tuh!" Kata Kimmy yang sangat bersemangat menanti kegiatan - kegiatan yang akan datang.


"Kamu gak takut emangnya?" Tanya Steven.


"Kenapa takut? Takut karena aku bakalan dikerjain sama cewek cewek itu? Kenapa harus takut coba?" Jawab Kimmy sambil menganggap hal itu adalah hal yang sepele.


"Gak usah sok berani! Kalau takut bilang aja!" Kata Steven dengan membisikkannya di telinga Kimmy.


"Eh? Siapa yang takut!!!" Teriak Kimmy sambil memukuli punggung Kimmy.


Mereka berempat bercanda dan mengobrol bersama selama perjalanan pulang menuju ke asrama Sekolah Silwony. Kimmy yang asyik bercerita sendiri, tidak menyadari bahwa dibelakangnya ada mobil yang sedang melaju kencang. Untungnya Steven menyadari hal itu dengan cepat dan segera memeluk Kimmy dan menariknya ke pinggir jalan.


"Kimmy! Hati - hati!" Teriak Steven sambil memeluk dan menarik Kimmy ke pinggir jalan.


Untungnya, mereka berdua selamat.


"Eh?" Kata Kimmy yang kaget karena Steven yang tiba - tiba memeluknya.


"Apa kamu buta, ya? Masa kamu gak bisa lihat atau denger gitu kalau ada mobil dari belakang yang lagi melaju kencang? Kamu bisa - bisa ditabrak tau gak sih?" Kata Steven dengan nada marahnya.


"Maaf... Tadi aku gak lihat ataupun denger kalau ada mobil dibelakangku..." Jelas Kimmy dengan wajah yang penuh penyesalan.


"Heh, mau sampai kapan kamu peluk dia kayak gitu?" Tanya Matthew yang juga sudah mulai cemburu.


"...." Steven tidak dapat berkata - kata dan langsung melepaskan pelukannya dari Kimmy.


"Aku benar - benar minta maaf..." Kata Kimmy sambil menundukkan kepalanya.


"...... Aku yang harusnya minta maaf... Aku gak seharusnya ngomong sekasar itu sama kamu... Maaf..." Kata Steven yang merasa bersalah sambil membelai kepala Kimmy.


"Makasih... Makasih udah mau tolongin aku tadi... Kalau gak, aku pasti sekarang udah mati!" Kata Kimmy sambil tersenyum manis ke Steven.


"Udah belum? Mau sampai besok pagi kita disini aja? Ayo cepetan jalan lagi dan pulang!" Kata Keysha yang mulai terbakar api cemburu.


"Iya..." Jawab Kimmy.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka. Mereka pulang ke asrama masing - masing dan tidur. Tak terasa, Bulan Januari sudah berlalu. Bulan Februari yang penuh kejutan datang. Kemudian, Hari Valentine yang dinanti nantikan semua murid pun akan datang minggu depan.


"Baik anak - anak! Untuk hari Valentine, Sekolah Silwony akan mengadakan banyak kegiatan seperti tukar coklat, drama romantis sekolah dan Prom Night. Kelas kita akan memainkan drama Penyelamatan Sang Putri. Jadi, mulai sekarang ibu akan menentukan peran kalian masing - masing dengan kertas ini! Kalian silakan satu per satu mengambil kertas disini..." Jelas Bu Salma.


Satu per satu murid mengambil kertas undian di dalam sebuah gelas yang sudah dikocok. Ternyata, Matthew yang menjadi Pangeran yang akan menyelamatkan sang putri. Semua murid terlihat bahagia mendapatkan perannya kecuali Michelle yang menjadi sang penyihir jahat. Kimmy perlahan - lahan membuka kertasnya. Ternyata, ia mendapatkan peran sebagai sang putri!


"Apa? Kimmy menjadi sang putri? Apa itu mungkin?" Kata Michelle yang tidak percaya akan hal itu.


"Hai! Gak nyangka ya kalau kamu putrinya!" Kata Matthew sambil tersenyum ke arah Kimmy.


"Hahah... Kamu sama kayak cewek lain! Tentu aku bisalah!" Jawab Kimmy dengan percaya diri.


Minggu depan, tepatnya hari ini adalah Valentine Day yang ditunggu tunggu.


Kimmy datang memasuki kelasnya yaitu kelas 11C dan meletakkan tasnya. Tiba - tiba, ia melihat 2 coklat di laci mejanya. Ia melihat coklat itu. Salah satunya berasal dari Matthew dan yang lainnya berasal dari Mysterious Guy.


"Eh? Siapa yang mengirimkanku coklat ini? Apa ada pengagum diam - diamku? Wah! Keren!" Pikir Kimmy dalam hatinya sambil melihat ke sekeliling kelas.


Mereka bertukar coklat di ruang kelas 11B. Setelah itu mereka bersiap diruang ganti di belakang panggung untuk bersiap menampilkan drama setiap kelas. Sekarang adalah giliran kelas 11B karena kelas 11A meminta pertukaran giliran akibat masih ada salah satu anggotanya yang belum hadir.


Kelas 11B menampilkan kisah Cinderella. Drama romantis itu mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton. Sekarang adalah giliran kelas 11A. Mereka menampilkan tentang Drama kisah cinta yang berakhir tragis. Kisah tentang laki - laki dan perempuan yang saling mencintai. Namun, si perempuan mengorbankan dirinya sendiri agar laki - laki yang dicintainya itu selamat. Drama ini juga mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton yang menangis.


Selama drama kelas 11A berlangsung, kelas 11C sedang bersiap di belakang panggung.


"Eh? Dimana kostumku? Kenapa bisa hilang? Mungkin aku coba bertanya dulu aja pada yang lainnya!" Pikir Kimmy yang mencari kostumnya untuk tampil.


"Permisi... Kamu tadi melihat kostumku gak?" Tanya Kimmy kepada salah satu teman sekelasnya yang sedang bersiap.


"Pergilah! Aku lagi sibuk!" Jawab orang itu yang sedang sibuk mendandani para pemeran drama.


"Baiklah! Aku akan cari sendiri!" Pikir Kimmy yang kemudian mencari kostumnya.


"Kamu lagi ngapain? Itu dramanya udah mau dimulai!" Tanya Michelle.


"Aku kehilangan kostumku! Aku gak tau dimana..." Jawab Kimmy yang masih sibuk mencari kostumnya.


"Kamu udah coba cari di kelas kita? Mungkin aja disana ada..." Usul Michelle.


"Iya! Aku belum cari kesana! Aku harus cepat sebelum dramanya dimulai! Makasih!" Jawab Kimmy sambil berlari ke kelasnya.


"Ini dia! Akhirnya ketemu juga!" Kata Kimmy yang lega karena kostumnya sudah berhasil ditemukan.


Tiba - tiba, pintu kelas 11C ditutup dan dikunci dari luar.


"Hei, buka pintunya!" Kata Kimmy sambil mendorong pintu kelas itu.


"Kamu udah menghalangi aku buat dapetin Matthew! Aku gak akan biarin kamu lakuin itu lagi! Matthew bukan untuk kamu!" Kata Michelle yang kemudian pergi meninggalkan Kimmy sendirian di dalam kelas.


"Tunggu dulu!" Teriak Kimmy dari dalam.


Namun, Michelle tidak mendengarkannya dan tetap meninggalkan Kimmy.


"Sekarang gimana? Dramanya akan segera dimulai! Oke, tenang! Kamu pasti punya ide!" Pikir Kimmy sambil melihat ke sekeliling kelasnya.


Kimmy melihat ada jendela di kelas itu. Ia melihat ke jendela itu. Untungnya jendela itu mengarah ke semak semak di bawah.


"Oke! Butuh keberanian untuk bisa lompat dari sini!" Pikir Kimmy yang kemudian berusaha keluar dari jendela itu.


Namun sebelum keluar dari jendela, Kimmy sudah memakai kostumnya itu agar dapat segera tampil di panggung nanti. Kimmy memberanikan dirinya dan melompat dari jendela. Ia jatuh tepat di semak - semak dibawah.


"Ouch!" Teriak Kimmy yang kesakitan setelah jatuh dari lantai 1 ke bawah. Kimmy segera berlari masuk ke ruang tempat drama itu dilangsungkan. Kimmy berlari ke belakang panggung dan melihat semua orang sudah ada di panggung.


"Dari mana aja kamu? Ayo cepetan tampil di panggung!" Suruh salah satu teman sekelas Kimmy.