
".... Yaudah...." Jawab Keysha sambil pergi meninggalkan tenda Kimmy dengan wajah yang tersenyum dengan paksa.
Keesokan harinya...
"Hoamm.... Melelahkan banget..." Kata Kimmy sambil meregangkan badannya.
"Eh? Aku udah ada ditenda? Bukannya terakhir... Mungkin ini mimpi!" Kata Kimmy sambil memukul mukul pipinya.
"Ouch!" Kata Kimmy yang kesakitan karena ia memukul kepalanya terlalu keras.
"Eh? Ini bukan mimpi! Kepalaku... Udah diperban... Tapi sama siapa? Sebenernya apa yang terjadi semalam? Kenapa aku sekarang bisa ada di tendaku? Dan siapa yang selimutin aku? Hwaa... Baik banget..." Kata Kimmy sambil berusaha berjalan keluar dari tendanya.
Setibanya Kimmy di luar tenda, Matthew langsung memeluk Kimmy.
"Eh?" Kata Kimmy yang masih kebingungan.
"Maaf udah ninggalin kamu sendirian kemarin... Aku beneran nyesel banget!" Kata Matthew dengan wajah sedihnya.
"Iya, gak apa - apa... Aku udah gak kenapa napa lagi kok sekarang..." Jelas Kimmy sambil tersenyum manis.
"Gak! Aku gak bisa dimaafin! Kemarin juga kenapa aku gak ngobatin luka - luka kamu coba? Emang aku jahat banget!" Jawab Matthew sambil memeluk Kimmy lebih erat.
"Ouch!" Kata Kimmy yang kesakitan karena dipeluk erat oleh Matthew sehingga lukanya tambah sakit.
"Eh! Maaf!" Kata Matthew sambil melepas pelukannya.
"Tunggu... Kalau bukan kamu yang ngobatin luka - luka aku... Terus siapa lagi? Gak mungkin ada kan yang sebaik itu? Sampe nyelimutin aku segala!" Tanya Kimmy yang sangat heran sekaligus penasaran.
"Apa? Sampai menyelimutimu?! Huft! Orang itu adalah Steven..." Jawab Matthew yang cemburu karena Steven memperlakukan Kimmy dengan sangat romantis.
"Steven?! Gak! Gak mungkin kan?" Tanya Kimmy yang masih tidak percaya bahwa Steven orangnya.
"Ya, aku juga berharapnya bukan dia yang ngobatin luka kamu..." Jawab Matthew yang masih terlihat cemburu.
"Yaudah, kamu mendingan istirahat aja dulu di dalam tenda kamu... Kamu gak usah ikut kegiatan - kegiatannya dulu... Ntar kalau udah baikan, baru boleh ikut!" Jelas Matthew sambil mengantarkan Kimmy ke dalam tendanya.
"Tapi... Tapi aku mau ikut kegiatan lainnya!" Kata Kimmy yang bersikeras untuk ikut.
"Gak! Gak boleh! Aku gak bisa biarin kamu terluka lagi! Kamu harus istirahat! Tapi mungkin kalau kamu masih keras kepala dan tetep mau ikut kegiatannya, kamu boleh ikut kegiatan setelah kamu membaik oke?" Jelas Matthew sambil tersenyum manis ke arah Kimmy.
"Yaudah..." Jawab Kimmy sambil berbaring.
"Kamu tidur yang nyenyak ya..." Kata Matthew sambil membelai kepala Kimmy.
"Iya..." Jawab Kimmy yang kemudian menutup matanya untuk beristirahat.
Akhirnya Matthew meninggalkan tenda Kimmy dan melanjutkan kegiatan selanjutnya.
Beberapa saat Kemudian...
Tiba - tiba ada masuk ke dalam tenda Kimmy. Ternyata itu adalah Steven.
"...." Steven tidak tahu harus berkata apa.
"Kenapa kamu kesini?" Tanya Kimmy yang masih kesal karena perkataan Steven semalam saat masih di tengah hutan.
"Aku mau minta maaf soal perkataanku semalam... Aku terlalu kasar sama kamu... Aku tau aku gak seharusnya ngomong kayak gitu ke kamu..."
"Aku... Aku lagi gak mau ketemu sama kamu..." Kata Kimmy yang kemudian berbaring membelakangi Steven.
"Aku tau perbuatanku emang gak bisa dimaafin... Tapi aku bener - bener menyesal udah bilang gitu ke kamu... Ini aku bawa hadiah sebagai tanda maafku... Ini bunga Iris... Bunga yang menunjukkan kepribadian orang yang cantik..." Kata Steven yang kemudian meletakkan sebuah buket bunga iris di samping Kimmy.
"Kamu kira semuanya bisa selesai setelah kamu ngasih hadiah - hadiah kamu itu ke aku?" Kata Kimmy sambil menatap ke arah Steven dengan memegang buket bunga itu.
"Maksud aku bukan kayak gitu! Aku ngasih itu supaya kamu tau kalau aku bener - bener nyesel!" Jawab Steven yang kemudian menatap Kimmy.
"Kamu gak seharusnya kasih bunga ini ke aku... Aku gak cantik... Dan aku gak butuh orang buat bilang ke aku kayak gitu... Kamu seharusnya kasih buket bunga ini ke Keysha... Dia cinta banget sama kamu dan mengharapkan kamu untuk membalas perasaannya..." Jelas Kimmy sambil menundukkan kepalanya melihat buket bunga itu.
"Keysha? Kenapa setiap kali aku berusaha berbuat baik ke kamu, kamu selalu menyebut nama Keysha dan Keysha?" Tanya Steven dengan wajah marahnya.
"Kamu harus membalas perasaannya kan? Bukankah emang udah seharusnya begitu..." Kata Kimmy sambil menatap ke wajah Steven dan tersenyum.
"..." Steven tidak dapat berkata - kata.
"Jadi, kamu maunya begitu ya... Kalau emang itu membuat kamu mau maafin aku dan tetep mau memperlakukan aku seperti teman, aku akan membalas perasaan Keysha... Tapi aku gak akan melakukan itu hanya demi orang yang bodoh sepertimu! Aku gak akan pernah bisa membalas perasaannya! Kamu seharusnya mengerti! Aku tidak mencintainya!" Jelas Steven sambil melangkah pergi keluar dari tenda Kimmy.
"Kita gak ditakdirkan bersama... Kita hanya teman... Itulah takdir... Aku hanya dapat mengikuti takdir ya kan?" Pikir Kimmy dalam hatinya dan kemudian tersenyum melihat buket bunga iris yang indah itu.
Kimmy kembali tidur dan beristirahat di tendanya.
Tiba - tiba, Keysha masuk ke dalam tenda Kimmy.
"Untuk apa kamu melakukan itu?" Tanya Keysha sambil melihat ke arah Kimmy.
"Aku gak tau..." Jawab Kimmy.
Keysha melihat ke sekeliling tenda Kimmy dan melihat buket bunga iris di samping Kimmy.
"Buket bunga itu dari Steven, ya?" Tanya Keysha yang terus memperhatikan bunga itu.
"Iya..." Jawab Kimmy dengan singkat.
"Cantik, ya?" Kata Keysha yang kemudian memegang buket bunga iris itu dan memain mainkan kelopak bunganya.
"Kimmy, biar aku tegaskan... Steven itu milikku... Bukan milikmu... Jika aku gak bisa mendapatkannya, jangan harap kamu juga bisa mendapatkannya!" Jelas Keysha sambil memutuskan salah satu kelopak dari buket bunga itu.
"Pfftt! Kamu terlalu banyak berpikir... Biar aku tegaskan... Aku dan Steven sejak awal itu hanya sebatas teman! Dan aku tidak akan membiarkan seseorang mengacaukan tali pertemanan kami ini!" Jawab Kimmy sambil bangun dan merebut buket bunga iris itu dari tangan Keysha.
"... Tindakanmu itu seperti tidak mendukung aku untuk dekat dengan Steven..." Kata Keysha yang mulai kesal.
"Aku udah melakukan sebisaku, oke? Aku udah menjauhinya perlahan lahan! Inilah usaha terbaikku!" Jelas Kimmy dengan nada marahnya.
"Ini usaha terbaikmu? Kalau begitu kamu kurang berusaha!" Kata Keysha yang kemudian pergi keluar meninggalkan tenda Kimmy.
"Apa yang kamu lakukan kepadanya?" Tanya Matthew kepada Keysha di luar tenda Kimmy.
"Bukan urusanmu!" Jawab Keysha sambil melangkah pergi dan melewati Matthew.
"Jika kamu berani menyakiti Kimmy, itu artinya urusanku juga! Dan kamu akan berurusan denganku!" Kata Matthew yang kemudian masuk ke tenda Kimmy.
"Kimmy, kamu gak apa - apa kan?" Tanya Matthew dengan penuh perhatian.
"Aku gak apa - apa... Aku lagi pengen sendiri... Tolong tinggalkan aku..." Jelas Kimmy sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.
".... Baiklah...." Kata Matthew sambil melihat sekeliling dan kemudian menemukan buket bunga disamping Kimmy.
Matthew terlihat cemburu dan melangkah pergi meninggalkan tenda Kimmy.