The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 17 : Happy New Year!!



Ps : Maaf ya author buatnya sedikit lebih cepat tentang chapter tahun barunya... Soalnya Author lagi mau ngebut buat chapter next nextnya! Makasih buat pengertiannya ya!^-^


Back To The Story :


"Aku udah menduganya... Tapi aku benar - benar tidak peduli apa hubunganmu dengan Steven, mengerti?" Jelas Kimmy sambil kembali membisikkan itu ke telinga Keysha dan berhenti membantu Keysha berjalan karena ia tau bahwa itu hanya pura - pura.


Kimmy yang hendak kembali ke kamar asrama Matthew dan Steven dicegah oleh Keysha.


"Ada apa lagi sih?" Tanya Kimmy yang mulai kesal.


"Nanti kalau kamu balik, Matthew sama Steven bakalan tau dong kalau aku hanya pura - pura?" Jawab Keysha sambil menarik tangan Kimmy kembali ke kamar asramanya.


"Terus kenapa?" Tanya Kimmy sekali lagi yang sudah malas meladeni sikap Keysha yang sangat menyebalkan.


"Bukannya kamu bilang mau bantuin aku buat deket sama Steven, kan?" Kata Keysha dengan nada menantang.


"Yaudah!" Jawab Kimmy dengan terpaksa.


Keesokan harinya di Sekolah Silwony...


"Hari ini hari terakhir di tahun 2019!!" Teriak Matthew sambil mengagetkan Kimmy dari belakang.


"Wah, iya ya!" Jawab Kimmy dengan bahagia.


"Gimana kalau malam ini kita ke Festival Kembang Api di Bukit Geich?" Usul Matthew.


"Wah! Kota ini ngerayain Festival Kembang Api juga?" Tanya Kimmy yang sangat bahagia karena mengingat dulu ia juga sering merayakan Festival Kembang Api bersama keluarganya di kotanya dulu.


"Iya! Jadi gimana? Pasti disana ramai banget dan menyenangkan!" Tanya Matthew sekali lagi.


"Gimana kalau kita ajak yang lain juga? Pasti lebih ramai lebih seru tuh!" Usul Kimmy.


"Eh? Yaudah gak apa - apa..." Jawab Matthew yang terpaksa menerima usulan Kimmy itu.


"Semoga aja mereka gak gangguin aku sama Kimmy nanti... Tadinya aku berniat hanya pergi berdua sama Kimmy kesana... Tapi aku gak punya alasan buat nolak usulannya tadi..." Pikir Matthew dalam hatinya dengan perasaan yang kecewa.


"Kamu jangan lupa ubah penampilan kamu lagi, ya!" Kata Matthew sambil tersenyum manis.


"Hah?" Tanya Kimmy yang bingung karena ia tidak tau maksud Matthew yang mengatakan tentang mengubah penampilannya nanti.


"Iya! Kamu nanti pakai baju tradisional cewek Festival Kembang Api!" Usul Matthew.


"Apa?! Maksudku apa kamu yakin?" Tanya Kimmy yang ragu.


"Tentu aja! Biasanya nih, semua cewek yang datang ke Festival Kembang Api, datang pakai baju tradisional itu! Yang cowok juga pakai baju tradisional khusus cowok! Jadi biasanya banyak dijual di toko - toko baju! Nanti sepulang sekolah kita beli satu yuk!" Jelas Matthew.


"Emm... Yaudah... Tapi kamu juga harus pakai, ya!" Kata Kimmy sambil menatap ke arah Matthew.


"Pastilah! Kalau kamu pakai, aku pakai!" Jawab Matthew sambil membelai kepala Kimmy.


Sepulang sekolah...


"Keysha! Steven! Kalian mau ikut kita gak? Kita mau beli baju tradisional buat Festival Kembang Api nanti buat menyambut tahun baru 2020!" Tanya Kimmy yang sedang berjalan di samping Matthew.


"Wah kayaknya seru tuh!" Jawab Keysha dengan semangat.


"Kamu tau kan kalau kita harus latihan? Kita gak boleh habisin waktu kita hanya dengan bersenang - senang!" Jelas Steven yang terlihat tidak menyetujui rencana itu.


"Ayolah! Hari ini aja!" Pinta Keysha sambil merangkul tangan Steven layaknya anak kecil yang manja.


"Yaudah! Yaudah! Aku ikut!" Jawab Steven dengan terpaksa.


"Asyik! Yaudah yuk pergi beli bajunya!" Kata Keysha yang terlihat sangat semangat.


Mereka pergi ke sebuah toko baju yang menjual baju tradisional perempuan dan laki - laki untuk Festival Kembang Api nanti malam.


"Menurut kamu, aku lebih cocok pake yang mana?" Tanya Kimmy sambil melihat baju - baju tradisional yang tergantung di rak yang besar.


"Hmmm... Menurut aku kamu cocok pake yang mana aja sih!" Kata Matthew sambil tersenyum ke arah Kimmy.


"Yang bener napa! Aku cocok yang warna biru putih ini atau yang warna pink putih?" Tanya Kimmy sambil melihat ke dua baju itu.


"Hmmm.... Kayaknya yang warna biru putih deh! Baju yang nunjukkin kepribadian kamu yang polos dan dingin!" Canda Matthew sambil tersenyum.


Steven yang melihat itu langsung menghampiri mereka berdua.


"Kataku yang biru gak cocok!" Jawab Steven dengan dingin.


"Sok tau!" Jawab Kimmy.


"Coba pakai yang warna merah corak putih ini!" Usul Steven sambil mengambilkan baju dengan warna itu.


Kimmy pun melihat baju itu.


"Kalau bagus bilang aja bagus! Gausah pake kata lumayan!" Kata Steven yang kemudian memberikan baju itu ke tangan Kimmy.


"Steven! Tolong bantuin aku pilih baju juga dong!" Pinta Keysha dari kejauhan.


"Iya!" Jawab Steven sambil meninggalkan Kimmy dan Matthew berdua.


"Seleranya ternyata gak buruk juga!" Kata Matthew sambil melihat ke arah baju pilihan Steven tadi.


Setelah mereka selesai membeli baju untuk Festival Kembang Api, mereka bersiap di kamar asrama masing - masing. Kimmy dan Keysha terlihat anggun dengan kondean dan hiasan bunga sakura yang mereka beli di toko tadi.


Tepat pukul 22.00 mereka berempat datang ke Bukit Geich. Disana, orang - orang sudah banyak yang datang. Banyak stand - stand makanan yang sudah dipenuhi orang.


"Coba lihat itu!" Kata Kimmy sambil melihat ke satu kalung yang dijual di sebuah stand perhiasan.


"Kalung ini indah banget!" Kata Kimmy.


"Ini... Kuberikan untuk kamu karena kamu pelanggan pertamaku..." Kata orang yang menjual kalung itu.


"Buatku? Tapi aku kesini bukan untuk membeli apa - apa..." Jelas Kimmy.


"Tidak apa... Aku memberikan ini kepadamu secara sukarela! Kamu kelihatan seperti perempuan yang baik... Ini adalah kalung yang akan membuat orang yang memakainya beruntung. Bisa dibilang ini adalah jimat keberuntungan..." Jelas orang itu.


"Ah, terimakasih banyak!" Jawab Kimmy sambil memakai kalung itu.


"Kimmy!" Teriak Steven dari kejauhan.


"Ada apa lagi?" Tanya Kimmy yang kebingungan.


"Ini... Buatmu!" Kata Steven sambil memberikan sesuatu ke tangan Kimmy.



"Ini... Buatku?" Tanya Kimmy yang kaget karena Steven memberikan hadiah seperti itu kepada Kimmy.


"Iya! Aku juga tadi memberikannya kepada Keysha dan Matthew sebagai hadiah tahun baru dariku..." Jelas Steven sambil tersenyum manis ke Kimmu.


"Oh..." Jawab Kimmy dengan singkat.


"Kamu selalu membuatku berharap lebih... Padahal aku tau kita tidaklah lebih dari sepasang teman..." Pikir Kimmy dalam hatinya sambil menggenggam erat hadiah dari Steven tadi.


"Wah! Ada peramal! Coba kesini!" Ajak Matthew sambil memanggil teman - temannya.


"Aku gak pernah percaya sama ramalan!" Jelas Steven yang tidak peduli akan ajakan Matthew.


"Permisi... Saya ingin meramal nasib kami berempat... Tapi tolong ramal dia terlebih dahulu!" Kata Matthew sambil menunjuk Steven yang berada di luar tenda peramal itu.


Steven yang mendengar pembicaraan mereka terkejut.


"Apa?! Kenapa aku? Bukannya aku sudah bilang aku tidak percaya pada peramal?" Jawab Steven yang kesal.


"Hmmm.... Anak yang keras kepala dan tidak mudah percaya dengan oranglain! Kelihatannya masa lalumu kelam sekali, ya!" Jelas nenek peramal itu.


"Jangan pernah bicarakan masa lalu oranglain!" Kata Steven yang kesal dan marah.


"Pasangan masa depanmu ada di depan mata. Namun, kamu tidak pernah menyadarinya dan malah terus menyakiti perempuan itu..." Jelas nenek peramal itu sambil melihat ke bola ramalannya.


"Apa?! Mustahil! Aku tidak sedang menyukai siapapun!"Jawab Steven yang tidak percaya.


"Mulutmu berkata seperti itu. Namun, hatimu berkata lain..." Kata nenek peramal itu.


"Bagaimana denganku nek?" Tanya Matthew yang juga penasaran dengan nasibnya.


"Kamu... Masa depanmu cerah dan penuh harapan... Tapi, kamu berdiri diatas kesenangan oranglain! Kamu menghalangi oranglain untuk berbahagia!" Jelas nenek peramal itu.


"Apa?!" Jawab Matthew yang terkejut mendengar ramalan nenek itu.


"Mari kulihat anak perempuan yang satu ini..." Kata nenek peramal sambil menatap ke arah Kimmy.


"Aku?" Tanya Kimmy yang kaget karena nenek itu tiba - tiba menatapnya.


"Aneh... Nenek tidak melihat apa - apa! Bola peramal ini kosong dan tidak menunjukkan apa - apa! Namun, bola ini tiba - tiba menjadi gelap!" Kata nenek itu yang kaget melihat hal itu.


"Apa artinya itu nek?" Tanya Kimmy yang juga kaget karena nenek itu berkata seperti itu.


"Artinya masa depanmu ditentukan oleh kamu sendiri... Tidak ada yang tau pasti! Yang tau hanyalah kamu sendiri... Tapi jika kamu salah langkah sedikit saja, masa depanmu akan berubah menjadi gelap dan kelam." Jelas nenek itu.


"Aku mengerti..." Jawab Kimmy.


"Eh! Lihat! Festival Kembang Apinya sudah mau dimulai! Ayo cepat kita lihat!" Kata Matthew yang kemudian membayar nenek peramal itu.


Mereka berempat langsung pergi melihat Festival Kembang Api dari atas Bukit Geich. Kembang Api yang berwarna warni menghiasi langit yang gelap itu.