The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 20 : Pesta Ladang



Perlahan lahan, orang - orang yang datang mulai berkurang dan berkurang. Ternyata banyak yang ingin membeli lukisan Kimmy sehingga lukisan Kimmy tersisa sedikit. Kimmy mendapat penghargaan karena standnya dipenuhi banyak orang yang ingin melihat maupun membeli lukisan Kimmy.


Setelah Festival Seni selesai, mereka berempat pulang bersama ke kamar asramanya masing - masing.


"Kayaknya gak seru gak sih kalau kita pulang sekolah langsung pulang ke asrama kita masing - masing? Kemana gitu yuk!" Usul Matthew.


"Gak ah! Aku lelah banget hari ini!" Jawab Steven dengan dingin.


"Oh iya! Hari ini kan ada pesta ladang yang diadain kota ini! Kesana yuk! Katanya kita bisa diajarin cara buat kue dari hasil ladang! Terus kita bisa diajarin cara bertanam yang benar!" Jelas Kimmy dengan semangat.


"Iya seru tuh! Kamu ikut ya Steven? Please?" Pinta Keysha.


"Yaudah! Yaudah! Tapi kalau aku pingsan, kalian tanggung jawab, ya!" Jawab Steven dengan terpaksa.


"Hahah! Lucu!" Kata Kimmy yang merasa perkataan Steven yang berlebihan.


Mereka akhirnya menuju ke sebuah desa di kota itu tempat pesta ladang sedang berlangsung. Terlihat disana banyak petani, tukang kebun, dan para pengunjung yang memenuhi ladang para petani itu.


"Wah! Ramai banget! Ayo cepetan ikut tour ladangnya!" Kata Kimmy sambil menarik tangan Matthew.


Mereka mengikuti tour ladang yang dipandu oleh petani - petani. Kegiatan pertama mereka adalah belajar cara bertanam yang benar. Petani mempraktekkan cara menanamnya. Sedangkan para pengunjung boleh memilih bibit tanaman apa yang ingin ditanam. Petani - petani lainnya akan membantu mereka.


Kimmy memilih menanam wortel.


"Kamu suka wortel, ya? Kok tanam wortel?" Tanya Matthew yang sedang sibuk menanam bibit tanaman Stroberi.


"Iya! Kan enak kalau di masak jadi kue wortel! Wah! Gak sabar banget buat bisa tau cara tanam wortel yang benar!" Kata Kimmy yang bersemangat menanam bibit tanaman wortelnya.


"Bukan gitu caranya! Sini aku ajarin!" Kata Steven sambil membantu Kimmy dari samping.


"Eh?" Kata Kimmy yang bingung karena Steven tiba - tiba membantunya menanam.


Steven memegang tangan Kimmy dan mengarahkan Kimmy tentang apa yang harus dilakukannya.


"Gak perlu! Biar nanti petani aja yang bantu aku!" Kata Kimmy dengan dingin.


"Petani yang lain masih sibuk bantuin yang lain! Mau sampai kapan kamu tungguin orang yang gak akan datang - datang?" Jelas Steven sambil masih membantu Kimmy menanam.


"Pokoknya aku gak mau dibantuin kamu! Kamu bantu yang lain aja!" Jawab Kimmy yang tidak ingin dibantu.


"Kalau aku bilang aku bantu, ya kamu harus mau aku bantu kamu! Lagian kamu suka banget sih kalau orang lain yang pegang tangan kamu... Lebih baik kan sama aku..." Jelas Steven yang bersikeras untuk membantu Kimmy.


"Dan kalau aku bilang gak mau ya gak mau!" Jawab Kimmy sambil melepaskan tangan Steven yang daritadi memegang tangannya untuk membantu Kimmy menanam wortel.


Namun, Kimmy lumpur yang ada di tangan Kimmy malah terkena wajah Steven.


"Eh! Maaf! Aku tadi gak sengaja..." Kata Kimmy yang merasa bersalah tentang lumpur itu.


"Oh jadi begitu, ya? Kamu maunya main lumpur?" Kata Steven yang kemudian mengambil lumpur dari tempat mereka bertanam dan melemparkannya ke Kimmy.


"Apa? Aku kan udah bilang maaf!" Kata Kimmy yang kesal karena wajahnya terkena lumpur dari Steven.


membalas Steven. Akhirnya mereka berperang menggunakan lumpur sampai beberapa saat.


"Hahahah! Wajah kamu lucu banget jadinya!" Tawa Kimmy karena melihat wajah Steven yang kotor.


"Kamu harusnya lihat wajah kamu! Benar benar lucu!" Tawa Steven.


Mereka terlihat akrab ketika bermain lumpur bersama.


Sekarang waktunya untuk kegiatan kedua yaitu membuat makanan dari hasil ladang. Para petani sudah menyediakan berbagai hasil ladang yang sudah siap panen. Para pengunjung tinggal memanennya dan membawanya untuk dimasak di dapur dekat ladang. Untung saja Kimmy dan Steven membawa baju ganti untuk mengganti pakaian mereka yang sudah kotor terkena lumpur.


"Huft! Ini gara - gara kamu sih! Baju aku jadi kotor semua kena lumpur!" Gerutu Kimmy.


"Kenapa? Mau aku kasih lumpur lagi, ya?" Canda Steven sambil berpura - pura mau mengambil lumpur lagi.


"Eh! Jangan - jangan! Aku hanya bawa 1 baju ganti doang! Ntar aku gak punya baju ganti lagi kalau kamu kotorin baju yang ini juga!" Jelas Kimmy sambil melindungi baju gantinya.


"Hahahah! Iya, iya! Tenang aja! Aku gak mungkin sejahat itulah! Udah sana ganti baju!" Kata Steven sambil mengambil baju gantinya dari tas sekolahnya.


Setelah mereka mengganti bajunya, mereka mengikuti kegiatan tour yang kedua. Mereka mengambil hasil ladang yang sudah siap dipanen sesuai dengan yang tadi sudah ditanamnya. Kimmy mengambil wortel yang sudah siap panen dan membawanya ke dapur. Tiba - tiba Kimmy tersandung oleh batu yang ada di ladang itu. Seketika, semua wortel - wortel yang tadi Kimmy pegang jatuh ke tanah. Kimmy kemudian mengambil kembali wortel - wortel yang tadi ia jatuhkan. Tiba - tiba, ia tidak sengaja memegang tangan seseorang yang ternyata sedang membantunya mengambil wortel - wortel itu. Orang itu ternyata adalah Steven. Tangan mereka tidak sengaja saling berpegangan. Mereka berdua saling bertatap tatapan selama sejenak.


"Eh? Ngapain kamu disini juga?!" Tanya Kimmy yang kaget karena Steven tiba - tiba ada disamping Kimmy.


"Tadi waktu aku lagi mau bawa hasil panen punyaku, aku ngeliat ada orang yang bodoh dan ceroboh yang baru aja menjatuhkan hasil panennya! Jadi aku bantuin aja!" Jelas Steven yang niatnya hanya bercanda dengan Kimmy.


"Huft! Aku gak bodoh!" Jawab Kimmy dengan nada kesalnya.


"Hahahah! Iya! Iya! Yaudah yuk ke dapurnya!" Ajak Steven sambil tersenyum manis.


Mereka berdua pergi ke dapur di dekat ladang untuk memasak hasil panennya. Kimmy pergi mengambil bahan - bahan untuk membuat kue wortel. Kimmy terlihat sibuk membuat kue itu. Steven, Keysha, dan Matthew juga terlihat sibuk dengan makanan masing - masing yang akan mereka buat.


Kemudian, bagi yang makanannya sudah jadi dapat berkumpul bersama di padang rumput di dekat ladang. Mereka semua dapat berkumpul disana dan menikmati makanan yang sudah mereka buat. Kimmy, Matthew, Steven, dan Keysha menggelar karpet besar dan menyediakan makanan yang sudah mereka buat. Mereka makan disitu bersama - sama.


"Eh, cobain dong kue wortelnya! Enak tuh kayaknya!" Kata Matthew.


"Iya nih cobain aja!" Jawab Kimmy dengan ramah.


"Eh, aku juga mau cobain dong! Penasaran kue wortelnya!" Kata Keysha yang juga penasaran.


"Iya nih cobain aja!" Jawab Kimmy dengan ramah.


"Nih, buat kamu!" Kata Kimmy sambil memberikan sebuah kue wortel berukuran kecil ke Steven.


"Hah? Masa si Steven dikasih langsung kuenya? Spesial lagi!" Kata Matthew yang cemburu.


"Iya... Tadi dia yang minta supaya aku sekalian buatin dia kue wortel..." Jelas Kimmy.


"Ya dong! Enak kan?" Jawab Steven yang menyombongkan dirinya.


Akhirnya mereka saling berbagi makanan mereka. Mereka mengobrol dan bercanda bersama - sama. Mereka juga disana hingga sore hari. Mereka juga bersama - sama melihat pemandangan matahari terbenam. Disana, matahari terlihat jelas dan indah. Pemandangan kali ini merupakan pemandangan yang tidak dapat dilupakan oleh mereka bersama.