The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 18 : Cemburu



Mereka berempat langsung pergi melihat Festival Kembang Api dari atas Bukit Geich. Kembang Api yang berwarna warni menghiasi langit yang gelap itu.


"Bagus banget yaa!" Kata Kimmy sambil terus menatapi langit yang menjadi cerah karena kembang api yang berwarni warni.


"Iya!" Jawab Matthew yang daritadi memperhatikan wajah Kimmy yang asyik melihat kembang api.


Glek...


Matthew memberanikan dirinya.


"Kimmy..." Panggil Matthew yang daritadi duduk disamping Kimmy.


"Aku sebenarnya... Aku suka sama kamu dari awal kita pertama ketemu... Tadinya, aku hanya berniat dekat sama kamu karena aku lihat kamu itu satu satunya orang yang anggap aku sebagai teman... Gak kayak perempuan perempuan lainnya... Makin lama aku punya perasaan sama kamu... Kamu itu orangnya penuh kejutan! Setiap kali aku sama kamu, aku ngalamin banyak pengalaman yang baru dan penuh kejutan!" Jelas Matthew sambil memegang tangan Kimmy dan menatap Kimmy.


Kimmy terkejut mendengar Matthew yang mengatakan hal seperti itu.


"Aku ngerasa kita itu cocok... Boleh gak kalau kita menjadi lebih dari teman?" Tanya Matthew sambil tersenyum.


Steven duduk dengan Keysha dan pisah dari Kimmy dan Matthew. Steven melihat dari kejauhan dan mengepalkan tangannya dengan kencang. Keysha yang melihat hal itu menjadi cemburu.


"Aku ngerasa aku harus memikirkan hal itu lebih dulu..." Jawab Kimmy yang tidak tau harus menjawab apa.


Sementara itu, Keysha juga berniat untuk menyatakan cintanya ke Steven.


"Steven... Rasanya aneh kalau perempuan duluan yang menanyakan ini... Tapi... Aku menyukaimu dari awal... Apa kamu juga punya perasaan yang sama? Kamu mau gak kita jadi lebih dari seorang teman?" Kata Keysha sambil menatap Steven.


Steven menatap ke arah Kimmy dan Matthew yang sedang bersama. Kemudian menatap ke arah Keysha.


"Iya... Aku juga punya perasaan yang sama... Tapi aku gak mau kita jadi lebih dari teman karena itu akan merusak hubungan pertemanan kita berempat..." Jelas Steven sambil tersenyum ke Keysha.


"Wah! Kamu tau gak? Konon katanya kalau dua orang yang saling mencintai dan saling menyatakan cintanya di Festival Kembang Api, hubungan mereka akan lancar dan akan tetap selamanya!" Jelas Keysha sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Steven.


Festival Kembang Api terus berlanjut sampai pukul 01.00. Mereka berempat kemudian pulang ke kamar asramanya masing - masing.


"Kimmy! Kamu tau gak kalau aku udah nyatain perasaan aku ke Steven! Dan ternyata dia juga punya perasaan yang sama ke aku!!" Jelas Keysha dengan semangat.


"Oh... Bagus buat kamu..." Jawab Kimmy dengan senyum terpaksanya.


"Udah aku bilangin dari awal... Steven itu punyaku! Dia juga gak punya perasaan lebih ke kamu!" Jelas Keysha.


"Dan udah aku bilangin dari awal, kalau aku juga gak punya perasaan lebih ke Steven! Ngerti gak?" Jawab Kimmy yang kesal.


"Aku ngerti kok! Tapi dari raut wajah kamu itu, nunjukkin kalau kamu lagi cemburu!" Kata Keysha sambil menarik selimutnya dan hendak tidur.


"..." Kimmy tidak dapat berkata sepatah katapun.


"Benarkah itu? Apa aku cemburu? Apa perasaan sakit ketika aku melihat Steven dan Keysha bersama itu namanya cemburu? Apa aku bahkan punya perasaan cinta ke Steven? Perasaan ini benar - benar membingungkan!" Pikir Kimmy yang kemudian memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur.


Namun, ia tidak dapat tidur meskipun ia sudah berusaha semampunya.


"Huft! Lebih baik aku menghirup udara segar di luar dulu sebentar!" Pikir Kimmy sambil menghela nafas.


Kimmy keluar dari kamar asramanya dan turun ke bawah. Kimmy pergi ke taman dekat asramanya. Tanpa ia sadari, ternyata Steven juga duduk di belakangnya di kursi taman yang berbeda dengannya. Mereka duduk saling membelakangi tanpa saling mengetahui.


"Hari ini hari yang sangat membingungkan!" Kata mereka berdua bersamaan.


Mereka berdua terkejut ketika menyadari bahwa ada orang lain di taman itu. Seketika, mereka bersamaan melihat ke belakang dan menjadi lebih terkejut lagi.


"Kamu?! Ngapain kamu disini?!" Tanya Steven yang juga kaget.


"Gak tau... Hanya lagi menghirup udara segar..." Jawab Kimmy sambil bersandar di kursi taman itu dan memandang langit yang disinari sinar rembulan yang terang.


"Terus kamu ngapain disini?" Tanya Kimmy ke Steven.


"Sama... Lagi menghirup udara segar juga..." Jawab Steven yang kemudian juga bersandar di kursi taman.


"Baru kali ini ya kita ngomong sesantai dan setenang ini... Biasanya kita berantem terus nanti..." Kata Kimmy sambil tersenyum mengingat kebiasaan mereka saat bersama yaitu bertengkar.


"Iya..." Jawab Steven yang juga ikut tersenyum.


"Langitnya bagus banget, ya? Hari ini bintang - bintang sama bulan bersinar terang banget!" Kata Kimmy yang masih menatap langit malam.


"Iya... Bulannya mirip seseorang..." Kata Steven sambil tersenyum.


"Percakapan yang normal dan tidak penting... Aku senang kita dapat mengobrol seperti itu..." Pikir Kimmy dalam hatinya.


"Kenapa belum tidur? Bukannya hari ini merupakan hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan buatmu?" Tanya Steven sambil melihat ke arah Kimmy.


"Hari yang menyenangkan? Percayalah hari ini adalah hari yang buruk dan membingungkan! Hari ini bukan hari yang melelahkan... Tapi hari yang sangat melelahkan!" Jawab Kimmy.


"Benarkah? Oh iya... Tadi aku melihat kamu dan Matthew bersama... Sepertinya dia tadi menyatakan cintanya padamu..." Kata Steven yang masih mengingat kejadian tadi.


"Kamu melihatnya? Aku juga masih gak percaya dia nyatain perasaannya ke aku..." Jawab Kimmy sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Kemarin aku melihat papan acara Sekolah Silwony... Kelihatannya di tahun 2020 ini sekolah kita akan mengadakan banyak kegiatan!" Jelas Steven.


"Benarkah? Wah! Itu pasti akan menyenangkan sekali!" Kata Kimmy dengan semangat.


"Hahahah... Kamu mulai terdengar seperti anak kecil!" Canda Steven.


"Dan kamu mulai terdengar seperti orang menyebalkan!" Jawab Kimmy dengan nada kesal.


"Oh ya... Tadi aku dengar dari peramalnya kalau kamu punya masa lalu yang kelam... Emmm... Kalau kamu menginginkan tempat untuk bercerita, kamu punya aku... Aku siap mendengarkan cerita - ceritamu! Dan kamu tau gak? Kalau aku itu pendengar yang baik dan penjaga rahasia yang baik..." Jelas Kimmy sambil menatap Steven.


"Hahahah... Iya aku tau! Tapi... Aku masih belum siap untuk menceritakan masa laluku... Rasanya, terlalu sakit untuk mengingat masa lalu yang sangat kelam itu..." Jawab Steven sambil tersenyum manis ke Kimmy.


Mereka sempat bertatap tatapan selama beberapa saat.


"Aku harus kembali ke kamar asramaku... Aku akan kembali tidur... Makasih udah nemenin aku cerita - cerita disini!" Kata Kimmy sambil tersenyum manis ke Steven.


"Iya! Aku juga akan balik ke kamar asramaku... Selamat malam!" Kata Steven sambil membalas senyuman Kimmy.


"Selamat malam juga!" Jawab Kimmy yang kemudian berjalan menuju kamar asramanya.


"Kenapa rasanya setiap kali aku berada di dekatnya, aku merasa hangat... Padahal aku tau kalau udara di malam hari itu dingin... Aneh..." Pikir Kimmy sambil membuka pintu kamar asramanya secara perlahan agar Keysha tidak terbangun.


"Habis darimana?" Tanya Keysha yang ternyata sudah menyadari bahwa Kimmy pergi ke luar kamar asrama.


"Hanya keluar menghirup udara segar..." Jawab Kimmy sambil berbaring di tempat tidurnya.


"Steven itu gak cinta sama kamu... Dia cintanya sama aku! Jadi, kalau kedekatan kamu sama Steven malah menghancurkan hubungan aku sama Steven, lebih baik kamu gak terlalu akrab sama dia!" Jelas Keysha.


"Aku juga gak akan biarin siapapun itu menghancurkan hubungan pertemanan aku sama Steven! Aku gak ngerti kenapa kamu selalu bertingkah aneh! Aku ini udah berusaha buat bantuin kamu deket sama Steven! Tapi kamu malah anggap aku sebagai penghancur hubungan kalian!" Jawab Kimmy yang sudah malas meladeni sikap Keysha.