The Twelve Witches

The Twelve Witches
Chapter 25 : I Hate You



"Karena... Kalau aku boleh jujur... Dari kedekatan kalian juga sikap dan tingkah kalian ketika sedang bersama itu mirip seperti sepasang kekasih yang saling mencintai... Meskipun aku tau kalau Steven sebenarnya gak cinta sama kamu... Meskipun aku tau dia deket sama kamu hanya karena ingin menyelesaikan misinya... Tapi aku masih sering cemburu melihat kedekatan kalian..." Jelas Keysha sambil tertunduk malu.


"Aku... Aku minta maaf... Seharusnya aku sadar diri kalau Steven itu gak cinta sama aku... Tapi kamu gak perlu khawatirin apapun... Aku sama Steven deket itu gak ada maksud apa - apa... Hanya sebatas teman aja..." Jawab Kimmy sambil tersenyum ke arah Keysha.


"Iya! Steven gak cinta sama aku! Tapi rasanya kayak aku bener - bener gak bisa terima kenyataan menyakitkan ini..." Pikir Kimmy sambil menundukkan kepalanya dengan sedih.


"Aku mau keluar dulu, ya..." Kata Kimmy sambil pergi keluar dari kamar asramanya.


"Tapi diluar kan hujan... Bawa payung tuh! Jangan lama - lama, ya!" Jawab Keysha.


"Enggak kok... Aku gak akan lama - lama! Jadi gak perlu bawa payung..." Jelas Kimmy yang kemudian menutup pintu kamar asramanya.


"Hiks... Rasanya ingin lari dari kenyataan pahit ini! Hiks... Kenapa aku harus punya perasaan ke dia! Jelas - jelas dia suka sama Steven! Steven yang selalu kasar sama aku! Kenapa aku bisa menyukai dia? Hiks...." Pikir Kimmy dalam hatinya yang mulai menangis dan berlari menuruni anak tangga.


Kimmy keluar dari gedung asrama perempuan tanpa memakai payung. Ia berlari ke tengah derasnya hujan secepat yang ia bisa. Ia tidak memedulikan keadaan di sekelilingnya. Sampai Kimmy tiba - tiba terjatuh di jalan raya yang licin itu karena berlari terlalu cepat.


"Ouch!!" Teriak Kimmy karena lututnya terluka akibat terjatuh.


"Hiks... Hiks... Hiks..." Tangisan Kimmy melengkapi suasana hujan saat itu.


Sementara itu, di kamar asrama Steven dan Matthew...


"Steven... Aku saranin kamu supaya gak terlalu deket sama Kimmy kalau itu hanya akan membuat dia tersiksa... Aku juga gak suka kamu macam - macam sama orang yang aku cinta! Aku sayang banget sama dia dan aku gak mau kamu lukain dia!" Jelas Matthew yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


"Kamu ini ngomong apaan sih? Aku gak mungkin lukain atau sakitin dia! Kita ini temen! Jadi, wajar aja kalau Kimmy sama aku kelihatan deket! Kita ini gak punya perasaan spesial apapun!" Jelas Steven yang kemudian menatap ke luar dari jendela kamarnya.


"Aku tau... Tapi aku takut kalau Kimmy punya perasaan ke kamu..." Kata Matthew dengan suara pelan.


Steven tidak mendengar perkataan Matthew karena suara hujan yang terlalu kencang dan terlalu fokus melihat dari jendela kamarnya.


"Aku pergi dulu!" Kata Steven yang kemudian mengambil payung dan pergi berlari keluar dari kamar asramanya.


Steven menuruni anak tangga dan keluar dari gedung asrama laki - laki. Ia berlari ke arah Kimmy yang terlihat sedang terdiam dan berlutut di tengah jalan.


"KIMMY!!!" Teriak Steven dari belakang Kimmy yang kemudian melanjutkan larinya.


"Apa yang kamu lakukan sendirian disini? Apa kamu tau kalau sekarang sedang hujan? Apa kamu tau kalau berlama lama di tengah hujan bisa bahaya?" Tanya Steven dengan nada marah sambil memayungi Kimmy.


"Aku gak apa - apa..." Jawab Kimmy dengan singkat.


Tik Tik Tik...


Terdengar suara tetesan air hujan di payung yang dipakai Steven.


"Ayo berdiri!" Ajak Steven sambil membantu Kimmy berdiri.


"Aku bisa sendiri..." Jawab Kimmy sambil berdiri.


Mereka berdiri berhadap - hadapan dengan satu payung yang mereka berdua pakai di tengah derasnya hujan.


"Kenapa... Kenapa kamu selalu baik sama aku..." Tanya Kimmy sambil menundukkan kepalanya.


"Bukannya itu gunanya teman? Lagipula kita punya misi yang sama, kan? Jadi, harus saling menolong!" Jelas Steven sambil tersenyum ke arah Kimmy.


"Udah aku duga jawaban kamu bakalan kayak gitu..." Jawab Kimmy yang daritadi masih menundukkan kepalanya.


"Hanya mau pastiin aja... Kalau gitu... Boleh gak kalau aku minta ke kamu untuk gak bantuin aku lagi... Kalau kamu mau bantu aku, makasih... Aku pergi dulu..." Jelas Kimmy sambil melangkah meninggalkan Steven.


"Kamu kenapa sih? Ini beda dari kamu yang periang, kayak anak kecil, dan banyak ngomong! Kemana kamu yang satu lagi?" Tanya Steven sambil memegang tangan Kimmy agar Kimmy tidak pergi meninggalkannya sebelum memberikan penjelasan.


"Aku gak apa - apa!" Jawab Kimmy dengan nada kesalnya sambil melepaskan pegangan tangan Steven.


"Jelas - jelas kamu lagi ada masalah, kan?" Tanya Steven dengan nada marah.


"Iya! Dan masalahnya itu kamu!" Jawab Kimmy.


Seketika, yang terdengar hanyalah suara derasnya hujan.


"Tapi........ Kenapa?


"Hiks... Aku benci kamu karena udah perhatian sama aku! Aku benci kamu karena yang selalu tolongin aku! Aku benci kamu karena kamu yang selalu ada buat aku! Aku benci kamu karena semua candaan kamu! Aku benci kamu karena kamu selalu anggap ringan suatu masalah! Aku benci kamu karena kamu selalu larang aku buat lakuin apa pun itu! Aku benci kamu karena kamu adalah yang 'terpilih'! Aku benci kamu karena kamu selalu negative thinking!Aku benci sama kamu karena semua kasih sayang dan kelembutan yang kamu kasih ke aku! Aku benci kamu karena kamu selalu kasih harapan palsu ke aku! Aku benci semua yang kamu kasih ke aku! Karena itu semua yang buat aku cinta sama kamu... Aku benci! Aku benci karena aku cinta sama cowok yang selalu kasar sama aku! Aku benci kenyataan ini! Hiks.... Hiks.... Hiks..." Kata Kimmy sambil menangis dan menundukkan kepalanya.


"...." Steven tidak dapat berkata kata karena kaget akan semua perkataan yang Kimmy barusan katakan.


Keadaan kembali hening dan hanya dihiasi oleh suara rintikan hujan.


Steven kemudian memeluk Kimmy dan kembali memayungi Kimmy.


"Aku minta maaf.... Maaf karena aku yang terlalu egois..." Kata Steven sambil membelai kepala Kimmy dengan lembut.


Kimmy kaget karena Steven yang tiba - tiba memeluknya dan membelai kepalanya.


"Perasaan hangat ini... Membuatku hatiku terasa nyaman dan damai..." Pikir Kimmy dalam hatinya.


"Maaf karena aku udah buat kamu berharap lebih... Tapi kamu juga harus tau kalau kita ini hanya sebatas teman dan partner yang harus menyelesaikan misinya untuk menyelamatkan dunia..." Jelas Steven sambil mengangkat wajah Kimmy.


"Aku tau... Maka karena itu, aku minta sama kamu supaya kamu juga perlakukan aku hanya sebatas sebagai teman dan partner kerja sama..." Jawab Kimmy yang kemudian mengusap air matanya.


"Iya!" Jawab Steven sambil tersenyum dan mengusap air mata Kimmy.


"Kamu tau gak? Sebenarnya aku tadi gak menangis.... Air mata diwajahku tadi hanya air hujan yang menetes ke wajahku... Jadi kelihatan seperti orang menangis deh!" Jelas Kimmy sambil tersenyum ke arah Steven.


"Pfftttt... Iya aku tau! Dasar cengeng!" Ejek Steven.


"Huft! Tertawalah sepuasmu! Sebelum aku yang sebenarnya kembali ke diriku yang sekarang!" Jawab Kimmy dengan juteknya.


"Hahahah! Itu hanya bercanda! Kalau begitu ayo pulang!" Ajak Steven sambil tersenyum.


"Iya! Ayo!" Jawab Kimmy.


Steven pun mengantar Kimmy ke gedung asrama perempuan.


"Selamat malam!" Kata Steven sambil melambaikan tangannya ke Kimmy.


"Ah, iya! Selamat malam juga!" Jawab Kimmy sambil membalas lambaian tangan Steven.


Steven akhirnya kembali ke gedung asrama laki - laki. Kemudian, ia masuk ke kamar asramanya. Dan ternyata, Matthew masih belum juga tertidur.