
"Baiklah! Itu sangat menarik!" Kata Michelle sambil tersenyum jahat menatap Kimmy.
Kimmy langsung berdiri dari tempatnya.
"Entah kenapa kalian membenciku... Bukannya sudah aku katakan bahwa aku tidak menyukai Matthew ataupun Steven? Kenapa kalian masih tidak percaya? Mungkin memang lebih baik jika dari awal, aku tidak datang ke pesta natal ini..." Jelas Kimmy yang kemudian pergi meninggalkan restoran milik papa Michelle itu.
"Kimmy!" Teriak Matthew sambil hendak mengejar Kimmy.
"Matthew! Ayolah! Jangan pedulikan perempuan itu!" Pinta Michelle dan perempuan lainnya yang sudah lama menjadi fans berat Matthew.
"Aku juga heran! Kenapa kalian begitu jahat kepada teman sendiri!" Jawab Matthew yang kemudian berlari menyusul Kimmy.
"Matthew... Jangan ikuti aku... Lebih baik kamu kembali ke pesta natal itu... Mereka membutuhkanmu..." Kata Kimmy sambil menghentikan langkahnya.
"Kamu pergi, aku juga pergi! Kamu tinggal, aku juga tinggal!" Jawab Matthew yang kemudian memegang tangan Kimmy.
"Matthew... Kamu udah terlalu baik sama aku... Kamu gak perlu baik lagi sama aku... Nanti takutnya kamu juga akan dapat banyak musuh seperti aku... Hiks...." Kata Kimmy sambil mulai menangis.
Satu per satu air mata menetes dari wajah Kimmy.
"Kalau kamu butuh teman untuk tempat curhat, aku bisa selalu ada untukmu..." Jelas Matthew sambil merangkul bahu Kimmy.
"Hiks... Aku... Aku tidak tau harus apa... Seumur hidupku, aku gak pernah merasa sesedih ini..." Jelas Kimmy sambil menangis di bahu Matthew.
"Kamu tau? Mamaku mengajarkanku untuk tetap sabar menghadapi segala kesulitan di hidup ini... Karena hidup ini gak selamanya akan berjalan lancar..." Jelas Matthew yang berusaha menenangkan Kimmy.
"Iya... Kamu benar... Makasih.... Makasih udah mau jadi teman terbaikku..." Jawab Kimmy sambil mengusap air matanya.
"Tapi aku berharap kita bisa menjadi lebih dari seorang teman..." Pikir Matthew dalam hatinya.
"Ini saputangan... Masih baru kok... Belum kupakai..." Kata Matthew.
"Makasih..." Jawab Kimmy sambil tersenyum manis ke arah Matthew dan mengambil saputangan dari tangan Matthew.
"Gak nyangka, ya! Perempuan yang kelihatannya tangguh, ternyata hatinya begitu mudah rapuh..." Kata Matthew sambil memegang tangan Kimmy.
"Eh?" Kata Kimmy yang bingung karena Matthew tiba - tiba memegang tangan Kimmy.
"Aku akan jadi pelindung kamu! Kamu gak perlu khawatir... Aku akan selalu ada buat kamu..." Kata Matthew sambil menggenggam erat tangan Kimmy.
Setelah itu, mereka pulang ke kamar asrama masing - masing.
Keesokan harinya...
Ting Tong!
Kimmy terbangung mendengar suara dering ponselnya. Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. Ternyata itu adalah pesan dari Matthew yang isinya : Kimmy, Steven meminta kita semua untuk berkumpul di taman dekat hutan. Katanya taman itu sepi dan cocok dijadikan sebagai tempat latihanmu menggunakan tongkat sihir! Jangan lupa bawa buku manteranya dan juga tongkat sihir dari nenek di toko Galaxy Jewerly Shop itu...
"Latihan? Sekarang? Humphhh... Baiklah... Tapi rasanya aku benar - benar malas untuk bangun... Tapi aku harus karena sekarang adalah hari Sabtu! Hari yang tepat untuk berlatih!" Pikir Kimmy dalam hatinya.
Kimmy melihat Keysha yang masih tertidur pulas. Kimmy membangunkan Keysha untuk diajak berkumpul di taman dekat hutan seperti yang dikatakan Matthew. Setelah bersiap - siap, mereka pergi ke taman itu. Matthew dan Steven sudah menunggu disana.
Kimmy memulai mempelajari berbagai mantera dari yang paling mudah sampai ke yang paling rumit. Untung saja, Kimmy sudah membaca - baca buku hitam yang diberi ibu Kimmy yang berisi mantera - mantera.
Setelah selesai mempelajarinya, Kimmy mencoba mempraktekkan mantera - mantera itu.
Beberapa saat kemudian...
"Baiklah... Sekarang kamu juga harus melatih fisikmu!" Jelas Steven.
"Oke... Mulai dari lari cepat! Kita lihat secepat apa kamu dapat berlari..." Kata Steven sambil mengambil stopwatch.
Kimmy mulai berlari berlari secepat yang ia bisa.
Kemampuan berlari Kimmy lumayan cepat.
"Hmmm... Lumayan... Coba berlari sambil mengangkat keranjang penuh batu ini! Usahakan jangan sampai ada yang terjatuh!" Kata Steven sambil memberikan 2 keranjang yang penuh dengan batu - batu.
"Baiklah..." Jawab Kimmy sambil mengambil keranjang itu dari tangan Steven.
Kimmy mulai berlari membawa batu itu sambil memperhatikan batu - batu di keranjang yang dibawanya itu. Kimmy akhirnya berhasil menyelesaikan tantangan itu tanpa ada satu batupun yang terjatuh dari keranjang itu.
"Hmm... Lumayan... Tapi perhatianmu terlalu fokus pada batu - batu itu! Coba bagi dua perhatianmu itu... Satu untuk larimu dan satunya lagi untuk batu - batu itu... Mungkin kamu dapat berlari lebih cepat lagi!" Jelas Steven dengan wajah seriusnya.
".... Terserah..." Jawab Kimmy yang kemudian kembali bersiap untuk mengulang berlarinya.
"1...2...3... Mulai!" Teriak Steven sambil memulai hitungan stopwatchnya.
Kimmy mulai berlari secepat kilat dan membagi dua perhatiannya itu. Hasilnya, Kimmy dapat berlari lebih cepat dari sebelumnya. Namun tiba - tiba, terlintas di pikirannya kejadian di pesta natal kemarin.
"Hah... Hah... Hah... Gak! Gak boleh pikirin itu! Jangan biarin kenangan buruk itu menguasai dirimu!" Pikir Kimmy dalam hatinya yang mulai kelelahan.
Kimmy berusaha agar dirinya tetap fokus dan tidak memikirkan kejadian semalam. Tapi, kenyataannya ia tidak dapat melupakan kejadian semalam.
Bruk!!!
Kimmy terjatuh dan lututnya terluka.
"Kimmy!!!" Teriak Steven sambil berlari ke arah Kimmy yang terjatuh.
"Ugh! Aku ini kenapa? Mama dan para penyihir lainnya butuh bantuanku!" Pikir Kimmy dalam hatinya sambil berusaha berdiri.
"Kalau mau kamu istirahat dulu aja..." Kata Steven sambil membantu Kimmy berdiri.
"Gak perlu!" Jawab Kimmy dengan cuek sambil menyingkirkan tangan Steven yang tadi memegang bahunya untuk membantunya berdiri.
"Aku masih bisa lanjutin ini!" Kata Kimmy sambil mulai mengumpulkan batu - batu yang tadi terjatuh dan memasukkannya kembali ke dalam keranjang - keranjang itu.
Kimmy kembali membawa 2 keranjang berisi batu - batu itu. Kimmy bersiap di posisinya.
"Baiklah kalau begitu... Ayo kita mulai lagi latihannya..." Kata Steven sambil mengambil stopwatchnya.
"1...2...3... Mulai!" Kata Steven sambil memulai hitungan stopwatchnya.
"Aku benci kamu dan aku gak akan biarin kamu mengacaukan hidupku! Kamu... Pergilah jauh - jauh dari hidupku! Aku membencimu!" Pikir Kimmy dengan tekadnya yang kuat dan berusaha berlari secepat kilat.
Ia memfokuskan perhatiannya pada larinya dan batu - batu itu. Akhirnya, Kimmy berhasil mencapai garis finish dalam waktu yang cepat.
"Luar biasa! Kamu sudah lulus dalam latihan ini! Sekarang, kita akan belajar dasar - dasar bela diri agar dapat melindungi diri kita sehingga kita tidak perlu terlalu bergantung pada mantera dan tongkat sihir!" Jelas Steven.
"Baik! Aku akan mengajarkan dasar - dasar bela diri... Papaku sudah pernah mengajari ini kepadaku... Kalian coba ikuti gerakanku..." Kata Matthew sambil mempraktekkan berbagai gerakan bela diri.
Kimmy, Matthew, Steven, dan Keysha bersama - sama berlatih dasar - dasar bela diri dengan dipimpin oleh Matthew. Mereka berlatih sampai malam hari.
"Ugh! Lututku terasa semakin sakit..." Kata Kimmy sambil memperhatikan lututnya yang tadi terluka.
"Coba aku lihat..." Kata Matthew sambil melihat luka di kaki Kimmy.
"Wah! Ini harus segera diobati!" Kata Matthew sambil mengambil betadine dan perban.